Dugaan Manipulasi Pendapatan Karcis Pantai Cemara Cidaun: Investor Merasa Dikhianati, Pengelolaan Wisata Dinilai Gelap dan Lempar Tanggung Jawab

- Penulis

Selasa, 6 Januari 2026 - 10:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARARAKYAT.info||Cianjur Selatan — Dugaan manipulasi pendapatan karcis di kawasan wisata Pantai Cemara, Desa Kertajadi, Kecamatan Cidaun, Kabupaten Cianjur, menuai kontroversi serius dan sorotan tajam dari salah satu investor yang terlibat dalam pengelolaan wisata tersebut.

Investor yang enggan disebutkan identitas aslinya dan disamarkan dengan inisial GG, mengaku merasa dirugikan dan diperlakukan tidak adil dalam pembagian hasil pendapatan karcis pengunjung.

Permasalahan mencuat terkait pembagian hasil penjualan karcis masuk sebesar Rp2.000 per orang, di mana menurut pengakuan GG, terdapat sekitar 23 gepok karcis yang tidak pernah diserahkan kepadanya sebagai investor. Padahal, karcis tersebut merupakan bagian dari sistem pengelolaan yang sebelumnya telah disepakati bersama.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Lebih lanjut, GG mengungkapkan bahwa saat ia mengonfirmasi persoalan tersebut kepada petugas parkir di lokasi wisata, petugas menyebutkan bahwa dana dari karcis tersebut digunakan untuk kepentingan desa, termasuk kegiatan atau acara desa. Namun, ketika GG mencoba mengklarifikasi langsung ke pihak Pemerintah Desa Kertajadi, jawaban yang diterima justru berbeda.

“Dari desa saya malah diarahkan untuk menanyakan ke pihak Pokdarwis. Jadi ini seperti saling lempar bola dan lempar tanggung jawab,” ungkap GG dengan nada kecewa.(6/1/2026)

GG menegaskan bahwa sebelumnya telah ada kesepakatan resmi antara dirinya sebagai investor dengan BUMDes Desa Kertajadi terkait kemitraan pengelolaan karcis dan tata kelola keuangan wisata Pantai Cemara. Namun dalam praktiknya, kesepakatan tersebut dinilai tidak berjalan dan berujung nihil hasil bagi pihak investor.dan pihak BUMDes sendiri diambil alih langsung oleh pemerintah Desa (pemdes)

“Saya masuk sebagai mitra, bukan donatur. Tapi kenyataannya, saya tidak pernah mendapatkan kejelasan soal pemasukan karcis. Ini jelas tidak adil,” tegasnya.

Menurut GG, ketidakjelasan ini bukan hanya merugikan dirinya secara materi, tetapi juga mencederai prinsip transparansi dan profesionalisme pengelolaan wisata desa yang seharusnya melibatkan investor secara terbuka dan akuntabel.

READ  Wakabiro Suararakyat Sukabumi Rizwan: Ramadan 1447 H Momentum Perkuat Keimanan dan Kepedulian Sosial

Di sisi lain, pengunjung Pantai Cemara disebut terus dimintai uang parkir dan karcis masuk, namun pengelolaan keuangan dari pungutan tersebut justru tidak jelas alurnya. Kondisi ini dikhawatirkan akan memicu asumsi negatif di tengah masyarakat, termasuk dugaan praktik manipulasi pendapatan dan penyalahgunaan kewenangan.

GG menilai, apabila persoalan ini dibiarkan tanpa penyelesaian tegas, maka akan berpotensi menimbulkan konflik berkepanjangan, baik antara pengelola, investor, maupun masyarakat.

“Kalau tidak dikelola dengan baik dan transparan, ini bisa jadi bom waktu. Pro kontra akan terus muncul dan citra wisata desa akan rusak,” ujarnya.

Atas dasar itu, GG secara terbuka memohon perhatian dan tindakan tegas dari dinas terkait, baik di tingkat kabupaten maupun provinsi. Ia juga secara khusus menyampaikan harapannya kepada Gubernur Jawa Barat, Kang Dedi Mulyadi (KDM), agar turun tangan mengawasi dan mengevaluasi tata kelola keuangan wisata desa.

“Wisata desa seharusnya menjadi contoh pengelolaan yang bersih dan berpihak pada semua pihak, bukan malah menimbulkan konflik dan ketidakadilan,” kata GG.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak Pemerintah Desa Kertajadi yang disebut-sebut dalam pengelolaan karcis tersebut belum memberikan keterangan resmi. Meski demikian, temuan dan pengakuan dari investor ini menjadi penegasan pentingnya peran aktif pemerintah dalam memastikan pengelolaan keuangan wisata yang transparan, akuntabel, dan berkeadilan, baik untuk masyarakat maupun investor.

Kasus ini sekaligus menjadi alarm keras bahwa tanpa pengawasan yang jelas, wisata desa berpotensi berubah dari sumber kesejahteraan bersama menjadi lahan konflik dan dugaan penyimpangan keuangan.

Penulis : Agus K

Editor : Red-01

Sumber Berita: SUARARAKYAT.info

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.suararakyat.info untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Toilet Nyaman dan Bersih, Wajah Baru Pelayanan di RSUD Sekarwangi untuk Pengunjung
Sorotan Publik terhadap Dana Hibah Kesra 2025, Diduga MUI Kabupaten Sukabumi Terima Rp 8 Miliar
Dana Umat Puluhan Miliar di Sukabumi Mengalir ke Mana? Sorotan Keras Praktisi Hukum atas Transparansi BAZNAS
Ironi di Cibadak: Di Dekat Kantor PDAM, Warga Pamuruyan Masih Krisis Air Bersih
Jalan Provinsi di Cikidang Diduga Dikerjakan Asal Jadi, Proyek Rp34 Miliar Disorot Minim Pengawasan dan Transparansi
Dugaan Permainan Oknum dalam Program PTSL di Baros Sukabumi, Puluhan Bidang Tanah Tak Kunjung Tersertifikasi
Sinergitas TNI-Polri Menguat, Forkopimda Kota Bandung Gelar Olahraga Bersama Sambut Hari K3 Sedunia
Lima Tahun Terlantar Tanpa Penanganan, Noval Warga Parakansalak Diduga Alami Gangguan Jiwa di Tengah Pusat Pemerintahan, Pemdes dan Puskesmas Disorot 
Berita ini 0 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 29 April 2026 - 10:06 WIB

Toilet Nyaman dan Bersih, Wajah Baru Pelayanan di RSUD Sekarwangi untuk Pengunjung

Rabu, 29 April 2026 - 06:43 WIB

Sorotan Publik terhadap Dana Hibah Kesra 2025, Diduga MUI Kabupaten Sukabumi Terima Rp 8 Miliar

Rabu, 29 April 2026 - 02:01 WIB

Dana Umat Puluhan Miliar di Sukabumi Mengalir ke Mana? Sorotan Keras Praktisi Hukum atas Transparansi BAZNAS

Rabu, 29 April 2026 - 01:40 WIB

Ironi di Cibadak: Di Dekat Kantor PDAM, Warga Pamuruyan Masih Krisis Air Bersih

Selasa, 28 April 2026 - 15:15 WIB

Jalan Provinsi di Cikidang Diduga Dikerjakan Asal Jadi, Proyek Rp34 Miliar Disorot Minim Pengawasan dan Transparansi

Berita Terbaru

Uncategorized

Polres Kediri ungkap 5 Kasus curanmor, dan kembalikan ke pemilik

Kamis, 30 Apr 2026 - 09:19 WIB

Uncategorized

Kapolres Kediri Resmikan Renovasi Jembatan Merah Putih Presisi

Kamis, 30 Apr 2026 - 09:09 WIB