Dana Bantuan PIP Diduga Tak Utuh MA Al-Muttaqien Jadi Sorotan, Pemerhati Kebijakan Publik Desak Sanksi Tegas atas Dugaan Penyimpangan

- Penulis

Selasa, 6 Januari 2026 - 06:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARARAKYAT.info||Sukabumi –Dugaan pemotongan dana Program Indonesia Pintar (PIP) mencuat di lingkungan Madrasah Aliyah (MA) Al-Muttaqien yang berlokasi di Kampung Legok Sirna No. 3/3, Desa Langensari, Kecamatan Parungkuda, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Dugaan tersebut menimbulkan sorotan publik karena bantuan pendidikan dari pemerintah pusat itu seharusnya diterima siswa secara utuh tanpa potongan apa pun.

Informasi yang dihimpun dari salah satu narasumber menyebutkan bahwa dana PIP yang diterima siswa tidak diberikan secara penuh. Menurut pengakuannya, pemotongan dilakukan secara otomatis oleh pihak sekolah dengan alasan untuk pembayaran tertentu dan infak. Siswa hanya menerima sisa dana setelah pemotongan tersebut dilakukan.

“Pemotongan itu terjadi otomatis. Kami tidak pernah menerima dana secara utuh, hanya sisanya saja yang diberikan,” ungkap narasumber yang meminta identitasnya dirahasiakan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Lebih jauh, narasumber mengungkapkan bahwa selama ini dirinya tidak pernah memegang kartu ATM maupun buku tabungan penerima PIP. Seluruh dokumen perbankan tersebut, menurutnya, berada di pihak sekolah tanpa penjelasan yang transparan kepada siswa maupun orang tua.

“Saya tidak pernah pegang ATM dan buku rekening. Dari awal semua ada di pihak sekolah, tapi tidak pernah dijelaskan secara rinci,” ujarnya.

Tak hanya itu, dugaan lain yang turut mencengangkan publik adalah adanya nama beberapa siswa yang sudah tidak lagi bersekolah atau berhenti, namun masih tercatat aktif sebagai penerima dana PIP dari pemerintah. Jika hal tersebut terbukti benar, maka berpotensi menyalahi ketentuan penyaluran bantuan pendidikan yang telah ditetapkan pemerintah.
Sementara itu, pihak sekolah MA Al-Muttaqien melalui Mpep Andri saat dikonfirmasi membantah adanya pemotongan dana PIP. Ia menegaskan bahwa tidak ada pemotongan bantuan pemerintah sebagaimana yang dituduhkan.

READ  Diduga Hilangnya Data Girik Warga Depok: GAKORPAN Soroti Dugaan Maladministrasi Berat di Kelurahan Leuwinanggung

“Itu bukan pemotongan dana PIP, melainkan infak bulanan,lebih jelasnya tanya aja langsung ke pihak kepala sekolah,saga hanya sebagai guru saja, tapi memang saya tau alurnya dana tersebut. “jelasnya saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon WhatsApp pada Selasa (6/1/2026).

Namun demikian, pernyataan tersebut justru menuai tanggapan kritis dari berbagai pihak. Salah satunya datang dari Lambang Indra Setiawan, S.H., selaku pemerhati kebijakan publik. Ia menilai bahwa jika infak ditentukan atau dipotong langsung dari dana PIP tanpa persetujuan bebas dari siswa atau orang tua, maka praktik tersebut dapat dikategorikan sebagai pungutan liar (pungli).

“Yang namanya infak tidak boleh ditentukan nominalnya dan tidak boleh dipaksakan. Jika dana PIP dipotong dengan dalih apa pun, apalagi secara otomatis, itu jelas bermasalah,” tegas Lambang.

Ia pun mendesak Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM), serta Kementerian Agama Kabupaten Sukabumi untuk segera turun tangan melakukan evaluasi menyeluruh dan investigasi terhadap dugaan tersebut. Menurutnya, dunia pendidikan harus menjadi ruang yang bersih dari praktik penyimpangan, terlebih lembaga pendidikan yang membawa label agama.

“Ini sangat mencoreng dunia pendidikan, apalagi sekolah yang berlabel agama. Pemerintah harus hadir dan memberikan sanksi tegas jika dugaan ini terbukti,” pungkasnya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari Kementerian Agama Kabupaten Sukabumi terkait langkah atau tindak lanjut atas dugaan tersebut. Publik kini menanti transparansi dan klarifikasi menyeluruh demi memastikan dana bantuan pendidikan benar-benar sampai kepada siswa yang berhak secara utuh dan adil.

Editor : Red-01

Sumber Berita: SUARARAKYAT.info

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.suararakyat.info untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Raih Gelar Doktor Internasional Anda, Program D.S.P.P. Resmi Dibuka di Jakarta!
Revitalisasi SMP Islam Ciherang Sukabumi Senilai Rp1,5 Miliar Disorot, Dugaan Penggunaan Besi Bekas dan Lemahnya Pengawasan Jadi Sorotan
Cegah Kenakalan Remaja Sejak Dini, Pemdes Cisarua Gelar Sosialisasi di SDN Nyamplung Nagrak
PKBM Bintang Mandiri Tersandung Dugaan Penggelembungan Data, Disdik Sukabumi Saling Lempar Bola 
Lulusan Siap Kerja dan Mandiri, Unindra Perkuat Keterampilan Praktis di Tengah Tingginya Pengangguran Produktif
Kodam Kasuari Sapa Generasi Muda Papua Barat Lewat Sosialisasi Penerimaan Catar Akademi TNI TA 2026
Inovasi SAGU dari Poltekkes Sorong Jadi Harapan Edukasi Gizi Tekan Stunting di Sayosa
Disdik Sukabumi Buka Suara Soal Dugaan Manipulasi Data Siswa PKBM, Tegaskan Akan Lakukan Penelusuran dan Tindak Lanjut Hukum
Berita ini 0 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Senin, 15 Juni 2026 - 23:37 WIB

Raih Gelar Doktor Internasional Anda, Program D.S.P.P. Resmi Dibuka di Jakarta!

Kamis, 21 Mei 2026 - 14:09 WIB

Revitalisasi SMP Islam Ciherang Sukabumi Senilai Rp1,5 Miliar Disorot, Dugaan Penggunaan Besi Bekas dan Lemahnya Pengawasan Jadi Sorotan

Jumat, 24 April 2026 - 02:38 WIB

Cegah Kenakalan Remaja Sejak Dini, Pemdes Cisarua Gelar Sosialisasi di SDN Nyamplung Nagrak

Senin, 13 April 2026 - 03:03 WIB

PKBM Bintang Mandiri Tersandung Dugaan Penggelembungan Data, Disdik Sukabumi Saling Lempar Bola 

Jumat, 10 April 2026 - 06:29 WIB

Lulusan Siap Kerja dan Mandiri, Unindra Perkuat Keterampilan Praktis di Tengah Tingginya Pengangguran Produktif

Berita Terbaru

Kabupaten Kepulauan Meranti

Hari bayangkara ke 80 kampung tangguh anti narkoba banglas barat di nilai polda riau

Rabu, 24 Jun 2026 - 14:11 WIB