SUARARAKYAT.info|| CIANJUR SELATAN – Suasana pedesaan yang asri, hamparan sawah hijau berundak, serta udara sejuk pegunungan menjadikan Pondok Wisata Citengkor Naringgul atau yang dikenal dengan Saung Sawah Citengkor kini menjelma sebagai salah satu destinasi wisata favorit di wilayah Cianjur Selatan. Berlokasi di Kecamatan Naringgul, Kabupaten Cianjur, tempat ini viral di media sosial dan ramai dikunjungi wisatawan dari berbagai daerah.
Banyak warganet membagikan momen mereka saat menikmati ketenangan alam Citengkor, menginap di homestay bernuansa tradisional Sunda, hingga berswafoto dengan latar sawah terasering yang memanjakan mata. Tak sedikit pula yang menyebut lokasi ini sebagai tempat “healing alami” yang menawarkan ketenangan jauh dari hiruk pikuk perkotaan.
Di balik berkembang pesatnya wisata Pondok Citengkor, terdapat sosok Jay (45), tokoh pemuda Naringgul yang memiliki visi kuat dalam menggerakkan ekonomi desa melalui sektor pariwisata berbasis alam dan budaya lokal. Jay mengungkapkan, gagasan awal pengembangan wisata ini berangkat dari keinginannya untuk memanfaatkan potensi alam Naringgul yang selama ini belum tergarap maksimal.
“Awalnya kami hanya ingin membuat tempat istirahat sederhana bagi wisatawan yang melintas. Tapi ternyata banyak yang tertarik karena suasananya alami dan tenang. Dari situlah kami mulai mengembangkan konsep homestay dan wisata keluarga,” ujar Jay saat ditemui, Jumat (3/01/2026).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Jay menuturkan, sebelum dikenal seperti sekarang, kawasan Citengkor sempat dianggap menyeramkan dan jarang dikunjungi. Namun berkat penataan yang berkelanjutan serta pelestarian lingkungan, kawasan ini justru menjadi ruang hidup bagi satwa liar yang dilindungi.
“Di sini masih bisa kita lihat burung Elang Jawa dan mendengar suara Owa Jawa. Ini jadi bukti bahwa alam di Citengkor masih terjaga,” ungkapnya.
Keunggulan Pondok Wisata Citengkor tidak hanya terletak pada penginapan bernuansa pedesaan, tetapi juga pada letaknya yang strategis, menghadap langsung ke arah Air Terjun Cilukut. Pengunjung disuguhkan panorama alam yang menyatu antara persawahan, hutan, dan aliran air terjun yang menenangkan.
Selain penginapan, Saung Sawah Citengkor juga menyediakan berbagai aktivitas wisata, seperti berkeliling area persawahan, menikmati kuliner khas Sunda—salah satunya goreng emplod—serta fasilitas penunjang berupa warkop, mushola, toilet umum, dan area parkir yang luas. Pengunjung juga dapat menikmati suasana malam dengan berkemah, karena tersedia layanan sewa tenda untuk camping.
Menariknya, wisata Pondok Citengkor kini tidak hanya dikenal secara visual, tetapi juga diangkat ke dalam karya seni. Destinasi ini telah diabadikan dalam sebuah lagu berjudul “Pasir Citengkor”, ciptaan Dr. Agus Kapinis, yang dinyanyikan oleh Dety Ernawati, penyanyi asal Cianjur yang telah malang melintang di blantika musik Indonesia. Lagu tersebut resmi dirilis sebagai upaya mengenalkan sekaligus mengangkat potensi wisata Citengkor ke tingkat yang lebih luas.
Jay menegaskan bahwa konsep utama yang diusung adalah pelestarian budaya Sunda yang kini mulai tergerus zaman.
“Konsep kita lebih ke budaya Sunda yang kini semakin punah. Itu yang kita angkat kembali dan kita lestarikan,” tuturnya.
Dari sisi aksesibilitas, Pondok Wisata Citengkor tergolong ramah bagi semua kalangan. Pengelola tidak memungut tiket masuk bagi pengunjung.
“Tiket masuk gratis. Silakan bagi masyarakat yang ingin berlibur atau sekadar berswafoto. Pesawahan di Pondok Citengkor ini punya keunikan tersendiri karena berbentuk terasering, jadi pengunjung bisa betah dan nyaman. Yang berbayar itu hanya jajan, makan, menginap, atau sewa tenda,” jelas Jay.
Ke depan, pengelola terus melakukan pengembangan fasilitas guna meningkatkan kenyamanan pengunjung. Saat ini tengah dibangun bale atau pendopo yang akan difungsikan sebagai tempat pertemuan, rapat, maupun kegiatan komunitas. Selain itu, sedang dalam proses pembuatan kolam ikan untuk menambah nilai estetika sekaligus daya tarik wisata.
Jay berharap kehadiran Pondok Wisata Citengkor dapat menjadi sumber berkah dan penggerak ekonomi bagi masyarakat sekitar.
“Semoga Pondok Wisata Citengkor bisa terus berkembang dan maju, sehingga ke depannya kami bisa menambah lagi fasilitas-fasilitas lainnya dan semakin banyak warga yang merasakan manfaatnya,” pungkasnya.
Dengan perpaduan keindahan alam, kearifan lokal, serta semangat pemberdayaan masyarakat, Pondok Wisata Citengkor Naringgul kini bukan sekadar destinasi wisata, melainkan contoh nyata bagaimana desa mampu bangkit melalui pariwisata berkelanjutan yang berakar pada budaya dan alamnya sendiri.
Penulis : Agus Kapinis
Editor : Red-01
Sumber Berita: SUARARAKYAT.info














