Modus Janji Penyaluran Kerja ke Timur Tengah, Warga Kota Sukabumi Diduga Jadi Korban Penipuan Rp27 Juta Raib

- Penulis

Jumat, 2 Januari 2026 - 06:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARARAKYAT.info|| SUKABUMI – Modus penipuan dengan dalih dapat menyalurkan tenaga kerja ke Timur Tengah kembali memakan korban. Seorang warga Kota Sukabumi berinisial NS mengaku mengalami kerugian hingga Rp27 juta setelah diduga menjadi korban jaringan penipuan yang menjanjikan keberangkatan kerja ke luar negeri, namun tak pernah terealisasi.

Peristiwa ini bermula sejak tahun 2023, ketika NS ditawari kesempatan bekerja di Timur Tengah melalui jalur yang diklaim “aman dan pasti lolos”. Tawaran tersebut disampaikan oleh seorang wanita paruh baya berinisial IK, yang diduga berperan sebagai perantara atau penghubung dalam proses penyaluran tenaga kerja.

Untuk meyakinkan korban, IK meminta sejumlah uang dengan alasan biaya pengurusan administrasi, dokumen, dan proses keberangkatan. NS pun menyerahkan uang secara bertahap hingga mencapai total Rp27 juta, disertai bukti pembayaran tertulis di atas materai.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Diduga poto terduga pelaku (IK)

Dalam keterangannya, NS menyebut IK diketahui berdomisili di Kampung Cilangkap RT 01 RW 06, Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Selain itu, IK juga menyebut adanya pihak lain yang disebut sebagai bagian dari jaringan, yakni seseorang bernama Jack (nama panggilan), yang diklaim berdomisili di Warudoyong, Kota Sukabumi.

“Setiap kali ditanya soal kepastian keberangkatan, jawabannya selalu berubah-ubah. Kadang bilang masih proses, kadang menyebut orang lain yang bertanggung jawab,” ungkap NS.

Pihak keluarga korban mengaku telah berulang kali meminta kejelasan dan itikad baik dari IK. Namun, yang bersangkutan justru berdalih tidak terlibat langsung dan merasa tidak bersalah, tanpa memberikan solusi konkret maupun pengembalian uang.
“Sudah kami tanyakan berkali-kali, tapi sampai tahun 2025 tidak ada pengembalian uang sama sekali. Yang ada hanya janji dan harapan palsu,” ujar keluarga NS.

READ  Satlantas Polres Rembang Ungkap Kasus Tabrak Lari di Jalur Pantura Lasem

Merasa dirugikan dan ditipu, NS akhirnya memutuskan untuk menempuh jalur hukum. Ia menilai tindakan tersebut tidak sekadar wanprestasi, melainkan telah memenuhi unsur penipuan dengan modus penyaluran kerja ke luar negeri, yang berpotensi mengarah pada dugaan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).

“Yang bersangkutan pandai berbicara dan meyakinkan, tapi tidak pernah bisa menunjukkan bukti resmi penyaluran kerja atau dokumen legal yang jelas,” tegas NS.

Menanggapi kasus ini, Pengamat Kebijakan Publik Lambang Indra Setiawan, S.H. mendesak aparat penegak hukum serta instansi terkait untuk segera bertindak. Ia menilai praktik penipuan dengan modus penyaluran kerja ke Timur Tengah semakin marak dan sangat merugikan masyarakat.

“Saya mendesak BP2MI dan Kepolisian untuk segera turun tangan dan menindak tegas jaringan seperti ini. Jangan sampai semakin banyak warga menjadi korban dengan modus yang sama,” ujar Lambang Indra Setiawan saat dikonfirmasi melalui sambungan WhatsApp pada Jumat (2/1/2026).

Menurutnya, lemahnya pengawasan dan minimnya literasi masyarakat soal prosedur resmi penempatan pekerja migran sering dimanfaatkan oleh oknum tidak bertanggung jawab.

Kasus ini menjadi peringatan bagi masyarakat agar lebih waspada terhadap tawaran kerja ke luar negeri yang tidak melalui jalur resmi dan tidak terdaftar di lembaga pemerintah terkait. Aparat pun diharapkan segera mengusut tuntas dugaan penipuan ini guna mencegah jatuhnya korban-korban berikutnya.

Editor : Red-01

Sumber Berita: SUARARAKYAT.info

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.suararakyat.info untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

BREAKING NEWS: Polres Raja Ampat Bersama Tim Gabungan Evakuasi Jenazah Laki-laki Tanpa Identitas di Perairan Waipun
Hujan Deras dan Drainase Buruk Picu Longsor di Perum Griya Bojongkokosan Asri, Warga Cemas Ancaman Susulan
Desakan FORWACIB Menguat, Dugaan Kejanggalan Kredit Rp2 Miliar Seret Nama Legislator Kota Sukabumi
Kepala Dinas atau Juru Lempar Jawaban?  MIO Sukabumi Raya Soroti Dugaan Mandulnya Pengawasan di Dinas PU Kabupaten Sukabumi
Air Bersih Tak Pernah Mengalir, Warga Sukasirna Desak KPK Turun Periksa Program Hibah MBR dan SL Mandiri PDAM Sukabumi
Kapolsek Kalibunder Pastikan Penanganan Kasus Pria Ditemukan Meninggal di Alfamart Dilakukan Sesuai Prosedur
SIMPUL Sukabumi Gelar Aksi Damai, Soroti Mangkraknya Pembangunan RSB Bebeza dan Transparansi Dana Umat di BAZNAS Kabupaten Sukabumi
Jalan Kabupaten Terabaikan, Warga Jampang Tengah Tandu Pasien 10 Km Demi Akses Layanan Kesehatan
Berita ini 0 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 26 Mei 2026 - 14:56 WIB

BREAKING NEWS: Polres Raja Ampat Bersama Tim Gabungan Evakuasi Jenazah Laki-laki Tanpa Identitas di Perairan Waipun

Kamis, 14 Mei 2026 - 12:45 WIB

Hujan Deras dan Drainase Buruk Picu Longsor di Perum Griya Bojongkokosan Asri, Warga Cemas Ancaman Susulan

Rabu, 13 Mei 2026 - 10:54 WIB

Desakan FORWACIB Menguat, Dugaan Kejanggalan Kredit Rp2 Miliar Seret Nama Legislator Kota Sukabumi

Senin, 11 Mei 2026 - 14:31 WIB

Kepala Dinas atau Juru Lempar Jawaban?  MIO Sukabumi Raya Soroti Dugaan Mandulnya Pengawasan di Dinas PU Kabupaten Sukabumi

Jumat, 8 Mei 2026 - 08:16 WIB

Air Bersih Tak Pernah Mengalir, Warga Sukasirna Desak KPK Turun Periksa Program Hibah MBR dan SL Mandiri PDAM Sukabumi

Berita Terbaru