Refleksi Akhir Tahun 2025: Pembangunan Bogor Melesat, Tapi Luka Mekanisme dan Moral ASN Terbelalak.

- Penulis

Sabtu, 27 Desember 2025 - 01:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARARAKYAT.info|| BOGOR-Akhir tahun 2025 menjadi cermin keras bagi wajah pemerintahan Kabupaten Bogor. Di satu sisi, pembangunan fisik tampak masif dan merata di berbagai penjuru daerah.

Jalan, gedung, dan proyek infrastruktur berdiri seolah menjadi etalase keberhasilan kepemimpinan Bupati Rudy Susmanto.Namun di balik beton dan aspal yang dipamerkan, Ketua NGO Kabupaten Bogor Bersatu, Rizwan Riswanto, menilai ada persoalan serius yang sengaja diredam. Menurutnya, sebelum proyek-proyek tersebut berjalan, terdapat mekanisme yang penuh tarik-menarik kepentingan dan sempat menjadi sorotan aktivis beberapa bulan lalu.

“Secara fisik memang terlihat pembangunan di mana-mana. Tapi publik jangan dibuat lupa. Sebelum semua itu berjalan, mekanismenya sempat kacau dan jadi persoalan besar. Ini bukan asumsi, ini fakta yang ramai diberitakan,” tegas Rizwan.(27/12/2025)

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menilai, euforia pembangunan kerap dijadikan tameng untuk menutupi problem tata kelola. Padahal, mekanisme yang bermasalah berpotensi melahirkan praktik tidak sehat yang pada akhirnya merugikan masyarakat.

“Kalau mekanisme sejak awal sudah bermasalah, pembangunan sehebat apa pun hanya menjadi kosmetik kekuasaan,” katanya.

Tak hanya soal pembangunan, Rizwan juga mengkritik keras sikap pemerintah dalam menegakkan disiplin Aparatur Sipil Negara (ASN).

Viral-nya pemecatan ASN karena dugaan perselingkuhan dinilai membuka tabir ketimpangan penegakan sanksi di tubuh birokrasi

READ  Bupati Bogor Diminta Tindak Tegas Kepala Desa Cigombong,Pengerjaan Proyek Jaling diduga Asal Asalan

“Jangan hanya ASN yang jauh dari lingkar kekuasaan yang dikorbankan. Kalau ada ASN yang diduga melakukan pelanggaran serupa dan posisinya dekat dengan pusat kekuasaan/petinggi birokrasi kenapa seolah kebal sanksi?” yang sudah rahasia umum bahkan pergunjingan dimasyarakat atau ini sebuah pesan dari sekretaris daerah kab Bogor kepada Aparatur Sipil Negara di kab Bogor, ujar Rizwan dengan nada keras.

Ia menegaskan, penegakan disiplin yang tebang pilih justru memperkuat stigma bahwa hukum hanya tajam ke bawah dan tumpul ke atas.

“Kalau sanksi hanya berlaku untuk yang lemah, maka itu bukan penegakan disiplin, itu sandiwara moral,” sindirnya.

Menurut Rizwan, refleksi akhir tahun seharusnya menjadi momentum bersih-bersih, bukan sekadar panggung pencitraan.

Ia mendesak Pemerintah Kabupaten Bogor berani membuka kembali persoalan mekanisme pembangunan dan menegakkan aturan secara adil di internal birokrasi.

“Pembangunan fisik tidak akan berarti apa-apa kalau integritas runtuh. Kekuasaan harus berhenti melindungi pelanggaran. Siapa pun pelakunya, dekat atau jauh dari kekuasaan, harus disanksi setegas-tegasnya,” pungkasnya.

Ia menutup dengan peringatan, jika ketidakadilan dan persoalan mekanisme terus dibiarkan, maka pembangunan yang hari ini dipuji bisa berubah menjadi bom waktu bagi kepercayaan publik.

Penulis : Brn

Editor : Red-01

Sumber Berita: SUARARAKYAT.info

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.suararakyat.info untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Drainase Permanen Dibangun, Akses Wisata Kadudampit Kian Siap Hadapi Musim Hujan
Toilet Nyaman dan Bersih, Wajah Baru Pelayanan di RSUD Sekarwangi untuk Pengunjung
Sorotan Publik terhadap Dana Hibah Kesra 2025, Diduga MUI Kabupaten Sukabumi Terima Rp 8 Miliar
Dana Umat Puluhan Miliar di Sukabumi Mengalir ke Mana? Sorotan Keras Praktisi Hukum atas Transparansi BAZNAS
Ironi di Cibadak: Di Dekat Kantor PDAM, Warga Pamuruyan Masih Krisis Air Bersih
Jalan Provinsi di Cikidang Diduga Dikerjakan Asal Jadi, Proyek Rp34 Miliar Disorot Minim Pengawasan dan Transparansi
Dugaan Permainan Oknum dalam Program PTSL di Baros Sukabumi, Puluhan Bidang Tanah Tak Kunjung Tersertifikasi
Sinergitas TNI-Polri Menguat, Forkopimda Kota Bandung Gelar Olahraga Bersama Sambut Hari K3 Sedunia
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 3 Mei 2026 - 04:09 WIB

Drainase Permanen Dibangun, Akses Wisata Kadudampit Kian Siap Hadapi Musim Hujan

Rabu, 29 April 2026 - 10:06 WIB

Toilet Nyaman dan Bersih, Wajah Baru Pelayanan di RSUD Sekarwangi untuk Pengunjung

Rabu, 29 April 2026 - 06:43 WIB

Sorotan Publik terhadap Dana Hibah Kesra 2025, Diduga MUI Kabupaten Sukabumi Terima Rp 8 Miliar

Rabu, 29 April 2026 - 02:01 WIB

Dana Umat Puluhan Miliar di Sukabumi Mengalir ke Mana? Sorotan Keras Praktisi Hukum atas Transparansi BAZNAS

Rabu, 29 April 2026 - 01:40 WIB

Ironi di Cibadak: Di Dekat Kantor PDAM, Warga Pamuruyan Masih Krisis Air Bersih

Berita Terbaru