Dunia Usaha Nilai Rentang Alpha Pengupahan Belum Sejalan dengan Kondisi Riil Industri

- Penulis

Kamis, 18 Desember 2025 - 23:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARARAKYAT.info|| Jakarta – Dunia usaha menilai penetapan rentang nilai alpha (α) sebesar 0,5–0,9 dalam Peraturan Pemerintah tentang Pengupahan belum sepenuhnya sejalan dengan ekspektasi dan kondisi riil pelaku usaha.

Berdasarkan hasil dialog sosial tripartit di Dewan Pengupahan Nasional (Depenas), dunia usaha secara konsisten mengusulkan agar nilai alpha berada pada kisaran 0,1–0,5 dengan pendekatan yang lebih proporsional, dalam artia perlu mempertimbangkan keseimbangan antara kebutuhan hidup layak (KHL) dan kemampuan dunia usaha.

Dunia usaha juga mendorong penerapan alpha yang berbeda antar daerah, berdasarkan rasio upah minimum terhadap KHL, guna menghindari pelebaran disparitas wilayah dan menjaga keberlanjutan usaha.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ketua Umum APINDO sekaligus Wakil Ketua Umum Koordinator Bidang Pembangunan Manusia, Kebudayaan dan Pembangunan Berkelanjutan KADIN Indonesia, Shinta W. Kamdani, mengungkapkan bahwa usulan tersebut didasarkan pada kondisi dunia usaha yang masih menghadapi tekanan signifikan.

READ  Bintara Remaja Polda PBD Tanam Bibit Uwi Ungu untuk Ketahanan Pangan Dukung Asta Cita Presiden

Sejumlah sektor industri tercatat tumbuh di bawah pertumbuhan ekonomi nasional, bahkan mengalami kontraksi, khususnya sektor tekstil, alas kaki, furnitur, karet dan plastik, hingga otomotif.

“Dunia usaha memahami bahwa kebijakan pengupahan memiliki tujuan fundamental untuk melindungi pekerja dan menjaga daya beli masyarakat. Namun demikian, kebijakan tersebut perlu dijalankan secara hati-hati dan proporsional, agar tetap selaras dengan kemampuan dunia usaha serta beragamnya kondisi ketenagakerjaan di setiap daerah,” kata Shinta.(19/12/2025)

Pihaknya juga menambahkan, tantangan struktural ketenagakerjaan Indonesia masih besar, dengan pengangguran mencapai sekitar 7,47 juta orang, setengah menganggur 11,56 juta orang, serta lebih dari 60 persen pekerja berada di sektor informal yang minim perlindungan. Oleh karena itu, kebijakan pengupahan perlu dirancang untuk memperkuat daya tahan dunia usaha agar mampu menciptakan lapangan kerja formal yang berkelanjutan.

Editor : Red-01

Sumber Berita: SUARARAKYAT.info

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.suararakyat.info untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

HDC LED Resmi Masuk Indonesia, Targetkan Kuasai Pasar Display Digital dan Dorong Ekonomi Nasional
Ekonomi Papua Barat Daya Awal 2026 Bergejolak, Deflasi Bulanan, Ekspor dan Penerbangan Turun
Rekam Jejak Lingkungan PT National Sago Prima Disorot: Karhutla, Pemulihan Ekologis hingga Akses Penelitian Jadi Sorotan
APINDO Gandeng Sucor Bantu Masyarakat Aceh Tamiang
Bintara Remaja Polda PBD Tanam Bibit Uwi Ungu untuk Ketahanan Pangan Dukung Asta Cita Presiden
Gerak Cepat Tanggapi Keluhan Warga Soal Kanaikan Tarif Kapal, Pemkab. Meranti Undang Pihak Perusahaan
BRI Gandeng Yamaha, Hadirkan Cicilan Kartu Kredit 0 Persen hingga 24 Bulan
Lahan Emas 400 Meter Persegi di Jantung Pondok Labu Ditawarkan, Lokasi Strategis Tepat di Jalur Bisnis Jakarta Selatan
Berita ini 0 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Sabtu, 28 Maret 2026 - 04:30 WIB

HDC LED Resmi Masuk Indonesia, Targetkan Kuasai Pasar Display Digital dan Dorong Ekonomi Nasional

Senin, 2 Maret 2026 - 14:30 WIB

Ekonomi Papua Barat Daya Awal 2026 Bergejolak, Deflasi Bulanan, Ekspor dan Penerbangan Turun

Rabu, 25 Februari 2026 - 09:28 WIB

Rekam Jejak Lingkungan PT National Sago Prima Disorot: Karhutla, Pemulihan Ekologis hingga Akses Penelitian Jadi Sorotan

Jumat, 13 Februari 2026 - 10:05 WIB

APINDO Gandeng Sucor Bantu Masyarakat Aceh Tamiang

Sabtu, 7 Februari 2026 - 15:09 WIB

Bintara Remaja Polda PBD Tanam Bibit Uwi Ungu untuk Ketahanan Pangan Dukung Asta Cita Presiden

Berita Terbaru