Kota Sorong Papua Barat Daya – Berdasarkan rilis resmi Badan Pusat Statistik (BPS), perkembangan ekonomi Provinsi Papua Barat Daya pada awal tahun 2026 menunjukkan dinamika yang beragam, Sejumlah indikator utama seperti inflasi, nilai tukar petani, perdagangan luar negeri, pariwisata, hingga transportasi udara mengalami perubahan dibandingkan periode sebelumnya.
Pada Februari 2026, Indeks Harga Konsumen (IHK) Papua Barat Daya tercatat sebesar 107,21. Secara bulanan (month-to-month/MtM) terjadi deflasi sebesar 0,57 persen, Namun secara tahunan (year-on-year/YoY), inflasi tercatat sebesar 4,16 persen, Sementara itu, secara tahun kalender (year-to-date) terjadi deflasi sebesar 0,38 persen.
Dari tiga kota IHK di Papua Barat Daya, secara bulanan satu kota mengalami inflasi dan dua kota mengalami deflasi. Meski demikian, secara tahunan seluruh kota IHK mencatatkan inflasi, Senin (2/3/2026).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Di sektor pertanian, Nilai Tukar Petani (NTP) Februari 2026 tercatat sebesar 99,62 atau turun 0,68 persen dibanding Januari 2026, Indeks Konsumsi Rumah Tangga (IKRT) tercatat sebesar 120,05 atau turun 0,80 persen dibanding bulan sebelumnya.
Sementara ini Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian (NTUP) Januari 2026 sebesar 105,39 atau turun 1,32 persen dibanding bulan sebelumnya. Secara regional Sulawesi–Maluku–Papua (Sulampua), Papua Barat Daya berada di peringkat ke-11 dari 14 provinsi.
Pada sektor perdagangan luar negeri, nilai ekspor Papua Barat Daya Januari 2026 tercatat sebesar US$1,72 juta atau turun 30,93 persen dibanding Desember 2025, Komoditas ekspor terbesar adalah ikan dan udang (HS03) dengan nilai US$1,1 juta. Negara tujuan ekspor terbesar adalah Jepang dengan nilai US$0,63 juta atau berkontribusi 36,63 persen terhadap total ekspor.
Sementara itu, impor Papua Barat Daya pada Januari 2026 tercatat sebesar US$0,57 juta dan seluruhnya berasal dari Tiongkok.
Di sektor pariwisata, perjalanan Wisatawan Nusantara (Wisnus) asal Papua Barat Daya pada Januari 2026 mencapai 167.656 perjalanan, sedangkan perjalanan dengan tujuan Papua Barat Daya mencapai 168.869 perjalanan. Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang tercatat sebesar 44,73 persen, turun 17,17 poin dibandingkan Desember 2025 yang mencapai 61,90 persen. Rata-rata lama menginap tamu tercatat 1,53 hari.
Adapun pada sektor transportasi udara, jumlah penerbangan Januari 2026 tercatat sebanyak 1.409 penerbangan atau turun 6,56 persen dibanding Desember 2025. Jumlah penumpang tercatat 109.328 orang atau turun 9,09 persen. Sementara volume barang yang diangkut mencapai 1.746,51 ton atau turun 13,87 persen dibanding bulan sebelumnya.
Secara umum, data BPS menunjukkan bahwa pada awal tahun 2026 terjadi perlambatan pada beberapa sektor, terutama perdagangan luar negeri dan transportasi udara. Namun inflasi tahunan masih terjaga dan aktivitas wisatawan domestik tetap menunjukkan pergerakan yang relatif stabil.
BPS menyampaikan bahwa data ini diharapkan menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah daerah dan pemangku kepentingan dalam menjaga stabilitas ekonomi serta mendorong pertumbuhan yang berkelanjutan di Papua Barat Daya.
Penulis : Leonardo
Editor : Tim Redaksi
Sumber Berita: Suara Rakyat Info














