Cuaca Ekstrem Picu Pergerakan Tanah, Jalur Kiaradua–Bagbagan Putus Total, Truk Terjebak di Badan Jalan

- Penulis

Kamis, 18 Desember 2025 - 00:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARARAKYAT.info||SUKABUMI — Curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah selatan Kabupaten Sukabumi selama dua hari terakhir memicu pergerakan tanah serius yang berujung longsor dan amblasnya badan jalan di jalur strategis Kiaradua–Bagbagan. Peristiwa ini terjadi di ruas jalan Cimapag, Desa Loji, Kecamatan Simpenan, dan menyebabkan akses utama penghubung Palabuhanratu dengan wilayah Jampang dan Surade lumpuh total, Kamis (18/12/2025).

Pantauan di lokasi menunjukkan kondisi jalan mengalami kerusakan parah. Retakan besar memanjang membelah badan jalan, disertai penurunan kontur tanah yang signifikan. Struktur jalan tampak tidak lagi stabil, dengan sebagian aspal menggantung dan sisi tebing di sekitarnya terlihat labil. Situasi ini diperparah oleh hujan yang hingga Kamis pagi masih terus turun dengan intensitas sedang hingga tinggi.

Video yang beredar okeh pengguna jalan Dalam kejadian tersebut, satu unit truk dilaporkan terperosok dan berhenti melintang di tengah ruas jalan yang amblas. Posisi kendaraan yang terjebak tepat di area retakan membuat akses jalan semakin tertutup dan tidak memungkinkan kendaraan lain untuk melintas. Beruntung tidak ada laporan korban jiwa, namun kerugian material serta gangguan mobilitas warga tak terhindarkan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Akibat longsor dan pergerakan tanah ini, kendaraan roda empat dipastikan tidak dapat melintasi jalur Kiaradua–Bagbagan. Bahkan kendaraan roda dua pun sangat tidak disarankan melewati lokasi kejadian mengingat permukaan jalan yang licin, tanah yang terus bergerak, serta potensi longsor susulan yang masih tinggi. Sejumlah pengendara tampak terpaksa berhenti dan memutar balik, sementara warga sekitar berinisiatif membantu mengatur arus lalu lintas secara manual di tengah kondisi cuaca yang tidak bersahabat.

Warga setempat menyebutkan bahwa pergerakan tanah di kawasan tersebut bukan kali pertama terjadi, namun kali ini kondisinya dinilai paling parah dalam beberapa tahun terakhir. Jalur ini diketahui memang rawan bencana, terutama saat musim hujan, karena berada di kontur perbukitan dengan struktur tanah yang relatif labil.

READ  Diduga Intimidasi Pemberitaan , Oknum Wartawan Klaim Backup Dapur MBG di Parungkuda

Sebagai langkah antisipasi, pengguna jalan dari arah Surade, Jampang, maupun Jampangkulon yang hendak menuju Kota Sukabumi melalui Palabuhanratu diimbau untuk sementara waktu menggunakan jalur alternatif via Lengkong. Jalur tersebut dinilai lebih aman meskipun memerlukan waktu tempuh yang lebih panjang.

Selain di jalur Kiaradua–Bagbagan, laporan sementara juga menyebutkan adanya beberapa titik longsor di sepanjang jalur Sabuk Geopark Ciletuh, khususnya di ruas Loji menuju Palabuhanratu. Kondisi ini menunjukkan bahwa dampak hujan berkepanjangan telah meluas dan berpotensi mengganggu akses wisata serta aktivitas ekonomi masyarakat di wilayah selatan Sukabumi.

Masyarakat diminta untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama bagi mereka yang tinggal atau beraktivitas di daerah rawan longsor. Warga juga diimbau untuk mengikuti arahan petugas serta memantau informasi resmi dari pemerintah daerah dan instansi terkait guna menghindari risiko yang tidak diinginkan.

Hingga berita ini diturunkan, akses jalan Kiaradua–Bagbagan masih terputus total dan belum dapat dilalui. Penanganan lebih lanjut masih menunggu langkah teknis dari dinas terkait, mengingat kondisi tanah yang belum stabil dan cuaca yang belum menunjukkan tanda-tanda membaik.

Editor : Red-01

Sumber Berita: SUARARAKYAT.info

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.suararakyat.info untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

BREAKING NEWS: Polres Raja Ampat Bersama Tim Gabungan Evakuasi Jenazah Laki-laki Tanpa Identitas di Perairan Waipun
Hujan Deras dan Drainase Buruk Picu Longsor di Perum Griya Bojongkokosan Asri, Warga Cemas Ancaman Susulan
Desakan FORWACIB Menguat, Dugaan Kejanggalan Kredit Rp2 Miliar Seret Nama Legislator Kota Sukabumi
Kepala Dinas atau Juru Lempar Jawaban?  MIO Sukabumi Raya Soroti Dugaan Mandulnya Pengawasan di Dinas PU Kabupaten Sukabumi
Air Bersih Tak Pernah Mengalir, Warga Sukasirna Desak KPK Turun Periksa Program Hibah MBR dan SL Mandiri PDAM Sukabumi
Kapolsek Kalibunder Pastikan Penanganan Kasus Pria Ditemukan Meninggal di Alfamart Dilakukan Sesuai Prosedur
SIMPUL Sukabumi Gelar Aksi Damai, Soroti Mangkraknya Pembangunan RSB Bebeza dan Transparansi Dana Umat di BAZNAS Kabupaten Sukabumi
Jalan Kabupaten Terabaikan, Warga Jampang Tengah Tandu Pasien 10 Km Demi Akses Layanan Kesehatan
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 26 Mei 2026 - 14:56 WIB

BREAKING NEWS: Polres Raja Ampat Bersama Tim Gabungan Evakuasi Jenazah Laki-laki Tanpa Identitas di Perairan Waipun

Kamis, 14 Mei 2026 - 12:45 WIB

Hujan Deras dan Drainase Buruk Picu Longsor di Perum Griya Bojongkokosan Asri, Warga Cemas Ancaman Susulan

Rabu, 13 Mei 2026 - 10:54 WIB

Desakan FORWACIB Menguat, Dugaan Kejanggalan Kredit Rp2 Miliar Seret Nama Legislator Kota Sukabumi

Senin, 11 Mei 2026 - 14:31 WIB

Kepala Dinas atau Juru Lempar Jawaban?  MIO Sukabumi Raya Soroti Dugaan Mandulnya Pengawasan di Dinas PU Kabupaten Sukabumi

Jumat, 8 Mei 2026 - 08:16 WIB

Air Bersih Tak Pernah Mengalir, Warga Sukasirna Desak KPK Turun Periksa Program Hibah MBR dan SL Mandiri PDAM Sukabumi

Berita Terbaru