Bertemu Penasihat Khusus Presiden Bidang Pertahanan Nasional, Bamsoet Dorong Kemandirian Industri Pertahanan Nasional

- Penulis

Kamis, 13 Februari 2025 - 00:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suararakyat.info.Jakarta- Anggota Komisi III DPR RI dan Wakil Ketua Umum Bidang Hubungan Antar Lembaga Partai Golkar Bambang Soesatyo mengingatkan dalam era globalisasi yang semakin kompleks, kemandirian industri pertahanan nasional tidak hanya menjadi pilihan, melainkan suatu keharusan bagi suatu negara. Kemandirian industri pertahanan nasional berhubungan erat dengan kemampuan suatu bangsa untuk menjaga kedaulatan dan integritas wilayahnya. Berbagai dinamika dan tantangan yang dihadapi, baik dari dalam negeri maupun luar negeri, membuat Indonesia perlu memastikan bahwa industri pertahanan nasional mampu memenuhi kebutuhan keamanan dengan efektif.

“Mewujudkan kemandirian industri pertahanan nasional bukan hanya tentang membangun kekuatan militer, tetapi juga tentang menciptakan investasi strategis yang dapat mendorong pertumbuhan ekonomi, mengurangi ketergantungan impor, dan meningkatkan daya saing global. Dengan sinergi kebijakan keamanan dan ekonomi, serta komitmen kuat dari seluruh pemangku kepentingan, Indonesia dapat membangun industri pertahanan yang mandiri, modern, dan berdaya saing global. Sekaligus mewujudkan visi Indonesia Emas 2045,” ujar Bamsoet usai bertemu Penasihat Khusus Presiden Bidang Pertahanan Nasional Jenderal TNI (Purn) Prof. Dudung Abdurachman, di Jakarta, Rabu (12/2/25).

Ketua MPR RI ke-15 dan Ketua DPR RI ke-20 ini menjelaskan, saat ini Indonesia masih tergantung pada pengadaan alat utama sistem senjata (alutsista) dari negara-negara tertentu. Ketergantungan ini membuat Indonesia rentan di bidang keamanan serta embargo dari negara lain. Semisal, dalam situasi geopolitik yang tidak stabil, ketergantungan terhadap negara lain dapat menghambat akses terhadap perlengkapan militer yang dibutuhkan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Indonesia menempati peringkat 25 besar sebagai negara pengimpor alutsista terbanyak di dunia. Negara-negara utama yang memasok alutsista ke Indonesia antara lain Amerika Serikat, Prancis, Belgia, Turki dan Korea Selatan. Import alutsista Indonesia diantaranya pengadaan tank, kendaraan perang, senjata militer serta amunisi,” kata Bamsoet.

READ  Bamsoet Dukung Rencana OJK Terapkan Exchange-Traded Fund (ETF) Berbasis Aset Kripto

Wakil Ketua Umum KADIN Indonesia dan Ketua Komisi III DPR RI ke-7 ini memaparkan, Indonesia memiliki potensi besar untuk bersaing di pasar global dengan memanfaatkan kekuatan industri pertahanan nasional. PT Dirgantara Indonesia, sebagai satu-satunya produsen pesawat terbang di Asia Tenggara, telah mengekspor pesawat CN235-220 ke berbagai negara seperti Malaysia, Brunei, Thailand, dan Filipina. Keberhasilan ini menunjukkan bahwa produk industri pertahanan Indonesia mampu bersaing di tingkat internasional.

“Untuk memperkuat daya saing, pemerintah perlu meningkatkan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) dan memaksimalkan mekanisme imbal dagang, kandungan lokal dan offset (IDKLO) dalam setiap proyek pertahanan. Hal ini akan mendorong pertumbuhan industri lokal dan mengurangi ketergantungan pada impor,” urai Bamsoet.

Wakil Ketua Umum Pemuda Pancasila dan Wakil Ketua Umum/Kepala Badan Bela Negara FKPPI ini menambahkan,

dalam menghadapi tantangan global, kemandirian industri pertahanan menjadi kunci utama untuk mewujudkan visi Indonesia Emas 2045. Komite Kebijakan Industri Pertahanan (KKIP) telah merumuskan langkah strategis untuk meningkatkan kapasitas pertahanan dalam negeri, termasuk penguasaan 10 teknologi kunci program prioritas alat peralatan pertahanan dan keamanan. dan 17 program prioritas pengadaan alat peralatan pertahanan dan keamanan.

“Selain itu, kolaborasi antara BUMN dan BUMS dalam industri pertahanan perlu diperkuat. Holding industri pertahanan nasional, DEFEND ID, yang terdiri dari PT LEN Industri, PT Pindad, PT PAL Indonesia, PT Dirgantara Indonesia, dan PT Dahana, diharapkan dapat mempercepat pencapaian kemandirian industri pertahanan,” pungkas Bamsoet.

 

(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.suararakyat.info untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kondisi Tak Batasi Ruang Prestasi, Kelompok KKN UIN SATU Desa Jeli Soroti Potensi Difabel Berprestasi
Bank Indonesia Gelar Festival QRISTAL Kasuari 2026, Percepat Digitalisasi Ekonomi di Papua Barat Daya
Harapan Besar untuk Revitalisasi SD 2026, Meranti Dorong Peningkatan Sarana dan Prasarana Pendidikan
Unggahan Akun Facebook Diduga Bernada Provokatif Kembali Jadi Sorotan, Singgung Tokoh Agama dan Kepala Desa di Belantara Raya
Presiden Prabowo Tunjuk Sudaryono Pimpin Badan Gizi Nasional, Perkuat Program Makan Bergizi Gratis
Presiden Prabowo Reshuffle Pejabat Kejaksaan Agung, Lima Jaksa Senior Tempati Jabatan Strategis
Prabowo Lantik 1.177 Perwira Remaja TNI-Polri, Tegaskan Pengabdian Harus Berpihak kepada Rakyat
Rumah Genset TMMD Ke-129 Kodim 1807/Sorsel Rampung 100%, Perkuat Infrastruktur dan Tingkatkan Kesejahteraan Warga
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 23 Juli 2026 - 23:46 WIB

Kondisi Tak Batasi Ruang Prestasi, Kelompok KKN UIN SATU Desa Jeli Soroti Potensi Difabel Berprestasi

Kamis, 23 Juli 2026 - 10:59 WIB

Bank Indonesia Gelar Festival QRISTAL Kasuari 2026, Percepat Digitalisasi Ekonomi di Papua Barat Daya

Kamis, 23 Juli 2026 - 02:36 WIB

Harapan Besar untuk Revitalisasi SD 2026, Meranti Dorong Peningkatan Sarana dan Prasarana Pendidikan

Rabu, 22 Juli 2026 - 10:32 WIB

Unggahan Akun Facebook Diduga Bernada Provokatif Kembali Jadi Sorotan, Singgung Tokoh Agama dan Kepala Desa di Belantara Raya

Rabu, 22 Juli 2026 - 09:58 WIB

Presiden Prabowo Tunjuk Sudaryono Pimpin Badan Gizi Nasional, Perkuat Program Makan Bergizi Gratis

Berita Terbaru