Firman Wijaya Dorong Penguatan Tata Kelola Infrastuktur Aman dan Berkeadilan

- Penulis

Rabu, 3 Desember 2025 - 10:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARARARAKYAT.info|| Jakarta — Staf Khusus Menteri Pekerjaan Umum Bidang Perdata, Tata Usaha Niaga, dan Penataan Barang Milik Negara, Firman Wijaya, mendorong agar Kementerian Pekerjaan Umum terus memperkuat tata kelola pembangunan infrastruktur yang ada.

Pihaknya mengajukan tiga langkah strategis untuk mewujudkan langkah tersebut, yakni optimalisasi penyelesaian sengketa, penguatan sinergi lintas sektor, dan percepatan kolaborasi dalam pembangunan fasilitas sosial seperti pesantren.

Firman menjelaskan bahwa mekanisme litigasi selama ini sering memperlambat penyelesaian sengketa konstruksi karena prosesnya panjang dan terbuka untuk umum.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Karena itu, kami mendorong supaya penggunaan arbitrase khusus konstruksi seperti BADAPSKI yang lebih cepat dan melibatkan arbiter dengan kompetensi teknis. Ini sangat penting demi menjaga keberlanjutan proyek strategis dan memberi kepastian bagi negara,” kata Firman kepada Putraindonews, Rabu (3/12/2025).

Tidak hanya itu, Firman juga menekankan pentingnya melembagakan kolaborasi antara berbagai unsur seperti hukum, sains, dan politik dalam setiap perumusan kebijakan.

Khusus mengenai dukungan pemerintah terhadap pembangunan kembali pondok pesantren pasca tragedi Al-Khoziny, pihaknya mengatakan bahwa negara memiliki dasar hukum kuat melalui UU Pesantren.

“Pemerintah hadir memastikan keselamatan santri. Kesepakatan Bersama Tiga Menteri menjadi instrumen penting untuk mempermudah proses PBG, pendampingan teknis, hingga pembebasan retribusi bagi pesantren,” urainya.

Menurutnya, seluruh langkah ini sejalan dengan arah kebijakan PU 608, yang menempatkan infrastruktur sebagai pendorong utama efisiensi investasi, pengentasan kemiskinan, dan pertumbuhan ekonomi nasional.

READ  Ariandra Satriagung Pradipta, Putra Mojokerto, Terpilih Sebagai Duta Budaya Cilik Jawa Timur 2025

“Telah kita ketahui bersama bahwa peran infrastruktur tidak hanya tentang bangunan, melainkan instrumen keadilan bagi rakyat,” tandasnya.

Momentum Hari Bakti PU

Merefleksikan peringatan Hari Bakti Pekerjaan Umum (PU) ke-80, Firman menyebut saatnya Kementerian PUPR kembali mempertegas komitmennya untuk menghadirkan infrastruktur yang semakin adaptif, inklusif, dan berketahanan menghadapi era baru pembangunan.

“Refleksi delapan dekade pengabdian sektor PU menjadi momentum penting untuk tidak sekadar mengenang kembali sejarah pelayanan pembangunan, tapi juga sebagai titik tolak untuk memperkuat arah pembangunan yang lebih kontekstual,” ujarnya.

Menurut Firman, transformasi sektor pekerjaan umum kini telah memasuki babak baru yang lebih krusial seiring bertambahnya kebutuhan masyarakat disertai dinamika iklim pembangunan yang menuntut efisiensi tata ruang dan infrastruktur modern.

“Karena itu, desain pembangunan yang berorientasi pada penguatan konektivitas nasional, percepatan penyediaan hunian layak, hingga pembangunan infrastruktur dasar lainnya begitu mendesak untuk direalisasikan,” terang Firman.

Firman berharap, PUPR ke depan dapat menargetkan pemanfaatan teknologi konstruksi hijau, percepatan penggunaan digitalisasi layanan, hingga penguatan mitigasi bencana sebagai agenda prioritas strategis.

“Dengan demikian, Hari Bakti PU ke-80 adalah momentum tepat untuk merancang pembangunan infrastruktur yang tangguh, produktif dan berdaya saing global,” pungkasnya.

Pihaknya meyakini bahwa desain dan arah kebijakan baru ini dapat diwujudkan di bawah nakhoda Menteri PUPR Dody Hanggodo yang dikenal memiliki visi pembangunan yang visioner dan adaptif terhadap perubahan zaman.

Editor : Red-SR

Sumber Berita: Suararakyat. info

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.suararakyat.info untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sesat Pikir “Public Trust”, Ketika Penegakan Hukum Tereduksi Menjadi Sekadar Pencitraan
Empat Bulan Buron, Oknum Kiai Cabul Cicantayan Belum Ditangkap: Publik Pertanyakan Nyali dan Keseriusan APH
APMP Jatim Serahkan Dokumen Bukti Tambahan Dugaan Korupsi RSUD Dr Soetomo ke Kejari Surabaya, Minta Proses Hukum Transparan 
Diduga Gelanggang Judi Sabung Ayam di Teporo Kian Terang-terangan, Kepercayaan Publik terhadap Penegak Hukum Dipertaruhkan
May Day 2026 di Pasuruan: Antara Aksi Perjuangan dan Semangat Kebersamaan Buruh
Klarifikasi Resmi: Isu Kematian Hilman Suararakyat Dipastikan Hoaks, Masyarakat Diminta Waspada Penipuan
Diduga Gedung Rakyat Tanpa Wakil: DPRD Kota Pasuruan Disegel Mahasiswa, Mosi Tidak Percaya Menggema di Tengah Kekecewaan
Blokade Jalan Depan Kodim Picu Ketegangan, Long March Mahasiswa Pasuruan Dipaksa Putar Arah
Berita ini 0 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 29 Mei 2026 - 12:10 WIB

Sesat Pikir “Public Trust”, Ketika Penegakan Hukum Tereduksi Menjadi Sekadar Pencitraan

Senin, 25 Mei 2026 - 02:21 WIB

Empat Bulan Buron, Oknum Kiai Cabul Cicantayan Belum Ditangkap: Publik Pertanyakan Nyali dan Keseriusan APH

Rabu, 20 Mei 2026 - 15:04 WIB

APMP Jatim Serahkan Dokumen Bukti Tambahan Dugaan Korupsi RSUD Dr Soetomo ke Kejari Surabaya, Minta Proses Hukum Transparan 

Selasa, 28 April 2026 - 01:40 WIB

Diduga Gelanggang Judi Sabung Ayam di Teporo Kian Terang-terangan, Kepercayaan Publik terhadap Penegak Hukum Dipertaruhkan

Selasa, 28 April 2026 - 00:59 WIB

May Day 2026 di Pasuruan: Antara Aksi Perjuangan dan Semangat Kebersamaan Buruh

Berita Terbaru