Pembangunan Sekolah Kasih Lestari Megah, Diduga Rusak Fasilitas Umum: Warga Tembilahan Geram Janji Perbaikan Tak Kunjung Dipenuhi

- Penulis

Jumat, 21 November 2025 - 05:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARARAKYAT.info||Tembilahan — Di tengah megahnya pembangunan Sekolah Kasih Lestari yang berlokasi di Jalan Trimas, Gang Trimas Sakti No. 81, Tembilahan Kota, Kecamatan Tembilahan, muncul persoalan yang memicu keresahan warga sekitar. Proyek pembangunan sekolah yang menaungi jenjang KB, SD, dan SMP tersebut diduga menyebabkan kerusakan fasilitas umum akibat penumpukan material bangunan yang tidak tertata.Jumat (21/11/2025)

Warga menilai pihak sekolah abai terhadap dampak lingkungan sekitar. Pasir, batu, dan material bangunan lainnya diletakkan begitu saja di bahu jalan hingga menutupi drainase. Kondisi tersebut membuat sejumlah saluran air pecah, buntu, bahkan mati total akibat tumbangnya material bangunan.

Ketika hujan turun, air tidak dapat mengalir sebagaimana mestinya. Genangan pun meluap ke jalan dan mengakibatkan banjir lokal. Warga menyebut fenomena ini baru muncul sejak aktivitas pembangunan Sekolah Kasih Lestari berlangsung.

Seorang warga yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan bahwa dirinya dan warga lainnya telah berulang kali menegur pihak sekolah maupun para pekerja proyek.



“Saya sudah menegur. Warga lain bahkan ada yang sampai bersitegang dengan pemilik proyek karena material mereka merusak jalan dan drainase. Tapi sampai sekarang tidak ada perubahan,” ujarnya.

Keluhan masyarakat juga telah dilaporkan kepada RT dan RW setempat. Setelah laporan disampaikan, pihak Sekolah Kasih Lestari disebut sempat menyatakan kesanggupan untuk memperbaiki drainase dan jalan yang rusak akibat tumpukan material. Namun janji tersebut hanya tinggal janji. Hingga hari ini, belum ada perbaikan maupun tindak lanjut nyata dari pihak sekolah.

Upaya konfirmasi warga melalui pesan WhatsApp terhadap pihak sekolah juga tidak membuahkan hasil. Bukan hanya lambat merespons, pihak sekolah justru melempar tanggung jawab kepada pihak lain tanpa memberikan penjelasan yang jelas.

Kondisi ini semakin memperkuat dugaan warga bahwa pihak Sekolah Kasih Lestari tidak memiliki itikad baik untuk menyelesaikan persoalan yang meresahkan masyarakat sekitar.
Warga mengingatkan bahwa drainase yang rusak tidak bisa dipandang sebelah mata. Dengan memasuki musim hujan pada November dan Desember, masalah ini berpotensi memburuk dan menimbulkan dampak serius bagi warga sekitar, mulai dari banjir, kerusakan jalan, hingga terganggunya aktivitas masyarakat.

READ  Pekerja Tambang Emas Ilegal PETI Diringkus Tim Gabungan di Sungai Kapuas



“Kami hanya ingin hak kami sebagai warga dihormati. Kalau pembangunan mau berjalan, silakan. Tapi jangan korbankan fasilitas umum,” kata seorang warga lainnya.

Masyarakat berharap pihak Sekolah Kasih Lestari segera memenuhi kesepakatan yang telah dibuat bersama warga. Mereka menilai penyelesaian persoalan ini penting dilakukan secepatnya agar tidak menimbulkan gesekan sosial yang lebih besar di lingkungan sekitar.

Sebagai lembaga pendidikan, warga berharap Sekolah Kasih Lestari menunjukkan keteladanan dengan bertanggung jawab atas dampak aktivitas pembangunannya. Warga menilai sekolah seharusnya menjadi contoh dalam menjaga lingkungan dan fasilitas umum, bukan justru menjadi sumber keluhan masyarakat.

Hingga berita ini diterbitkan, fasilitas umum berupa jalan dan drainase yang rusak belum mendapatkan perbaikan, sementara warga terus menunggu komitmen pihak sekolah

(Syw)

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.suararakyat.info untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Renovasi Gereja  Persekutuan Kristen Alkitab Indonesia (GPKAI) Dapat Sentuhan TMMD, Jemaat ERROI Ucap Syukur
Satgas TMMD 128 dan Warga Bersinergi, Pembangunan Rumah di Manokwari Tunjukkan Kemajuan Pesat
Progres Pembangunan Jembatan Garuda Tahap IV Capai 56 Persen di wilayah Kodam XVIII/Kasuari
Pengedar Ganja di Banglas Dibekuk Berkat Layanan 110, Polisi Amankan BB dan Tes Urine Positif
Polimik Ketua TP-PKK Apel OPD, DPRD SBB Akan Panggil Sekda, Kabag Protokoler dan Pemerintah Diminta Klarifikasi 
KPU Sosialisasi Pendidikan Pemilih Pemula di SMA Negeri 15 SBB: Ciptakan Pemilu Berkualitas, Jujur dan Adil
GWN Dorong UMKM Bergerak di CFD Bengkalis 2–3 Mei 2026
Percepatan Pembangunan Jembatan Garuda Tahap IV Capai 45 Persen
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 24 April 2026 - 07:39 WIB

Renovasi Gereja  Persekutuan Kristen Alkitab Indonesia (GPKAI) Dapat Sentuhan TMMD, Jemaat ERROI Ucap Syukur

Jumat, 24 April 2026 - 05:02 WIB

Satgas TMMD 128 dan Warga Bersinergi, Pembangunan Rumah di Manokwari Tunjukkan Kemajuan Pesat

Jumat, 24 April 2026 - 04:19 WIB

Progres Pembangunan Jembatan Garuda Tahap IV Capai 56 Persen di wilayah Kodam XVIII/Kasuari

Rabu, 22 April 2026 - 11:08 WIB

Pengedar Ganja di Banglas Dibekuk Berkat Layanan 110, Polisi Amankan BB dan Tes Urine Positif

Rabu, 22 April 2026 - 10:39 WIB

Polimik Ketua TP-PKK Apel OPD, DPRD SBB Akan Panggil Sekda, Kabag Protokoler dan Pemerintah Diminta Klarifikasi 

Berita Terbaru