SUARARAKYAT.info|| Semarang-Semangat kebersamaan dan tekad untuk menegakkan keadilan kembali menggelora di tubuh Gerakan Jalan Lurus (GJL) GAMAT-RI Gerakan Anti Mafia Tanah Republik Indonesia. Dalam suasana penuh semangat dan persaudaraan, jajaran pengurus serta anggota GJL Kota Semarang menggelar Rapat Kerja dan Koordinasi di kantor baru yang berlokasi di Jalan Trilomba Juang No.1, Unisbank, Kota Semarang.(12/11/2025)
Acara ini dihadiri oleh Ketua GJL Kota Semarang Budi Priyono, SE, Wakil Ketua Sukindar, Pembina Amat Priadi, serta puluhan anggota dan pengurus GJL GAMAT-RI. Meski Ketua Umum GJL GAMAT-RI H. Riyanta, SH, yang juga merupakan anggota Komisi II DPR RI periode 2021–2025, berhalangan hadir secara langsung, beliau menitipkan amanah dan pesan penting kepada seluruh peserta rapat melalui perwakilan yang hadir.

Dalam pesannya, H. Riyanta, SH menegaskan bahwa Gerakan Jalan Lurus telah mendapatkan pengakuan resmi secara hukum berdasarkan Undang-Undang Organisasi Kemasyarakatan. GJL hadir sebagai wadah perjuangan moral dan hukum yang menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila dan UUD 1945, sekaligus menjadi garda terdepan dalam melawan praktik mafia tanah serta ketidakadilan di tengah masyarakat.
“Hari ini kita melakukan rapat koordinasi sesuai arahan Ketua Umum. Alhamdulillah, gerakan ini semakin diminati banyak pihak. Semoga GJL terus menjadi penggerak moral dan sosial yang membawa manfaat bagi rakyat,” ujar Budi Priyono dalam sambutannya.
Budi menambahkan bahwa GJL memiliki semangat nasional dalam menyelesaikan berbagai persoalan yang tidak terselesaikan di ranah hukum maupun sosial, terutama terkait kasus-kasus pertanahan yang selama ini kerap menjadi akar konflik masyarakat.
“GJL ini bukan sekadar ormas, tapi gerakan solusi. Ketika ada persoalan yang tak terselesaikan secara tuntas, kami hadir untuk membantu mencari jalan keluarnya secara lurus, adil, dan sesuai hukum,” tegasnya.
Sementara itu, Amat Priadi selaku Pembina GJL Kota Semarang menekankan pentingnya sinergi antara organisasi dan pemerintah. Ia menyatakan bahwa GJL akan terus berkomitmen mendorong penegakan hukum tanpa pandang bulu.
“Kami akan selalu bersinergi dengan pemerintah untuk memastikan hukum ditegakkan tanpa tebang pilih. Prinsip kami sederhana: yang benar harus dibenarkan, yang salah harus disalahkan. Itulah makna sejati dari Gerakan Jalan Lurus,” ujarnya mantap.
Dalam arahannya kepada seluruh anggota, Budi juga menegaskan agar seluruh kader dan pengurus GJL tetap bekerja secara normatif dan profesional, tanpa melanggar hukum dalam setiap langkah. Ia mengingatkan agar anggota tidak “ider batok” atau bertindak di luar garis kebijakan organisasi, tetapi selalu menjunjung tinggi norma, etika, dan hukum yang berlaku.
Rapat koordinasi ini juga menjadi momentum untuk memperkuat konsolidasi internal menjelang Hari Ulang Tahun GJL Kota Semarang yang ke-3, yang akan diperingati pada 15 Desember 2025 mendatang. Kegiatan tersebut rencananya akan menjadi ajang refleksi dan evaluasi terhadap perjalanan organisasi dalam tiga tahun terakhir, sekaligus memperkokoh komitmen GJL dalam memperjuangkan keadilan sosial dan menegakkan kebenaran.
“Alhamdulillah acara hari ini berjalan dengan baik. Intinya adalah mempererat silaturahmi, memperkaya wawasan, dan menyatukan langkah menuju GJL yang lebih kuat dan bermanfaat bagi masyarakat,” tutur Sukindar, Wakil Ketua GJL Kota Semarang, menutup kegiatan dengan penuh optimisme.
Dengan semangat kebersamaan dan tekad yang bulat, Gerakan Jalan Lurus GAMAT-RI Kota Semarang berkomitmen untuk terus menjadi bagian dari solusi bangsa menjaga nilai-nilai moral, menegakkan hukum, dan melawan segala bentuk mafia tanah yang merugikan rakyat kecil.
“Tetap semangat, luruskan niat, dan tegakkan kebenaran!” GJL, Gerakan Jalan Lurus.
(Skd)
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT














