Diduga Ada Penyelewengan Dana Program Makan Bergizi Gratis, Dapur MBG Yayasan Kawah Insan Cendikia Tuai Sorotan

- Penulis

Selasa, 28 Oktober 2025 - 09:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARARAKYAT.info||Tembilahan, Riau — Dugaan penyimpangan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali mencuat ke permukaan. Kali ini, sorotan publik tertuju pada Yayasan Kawah Insan Cendikia yang menaungi dapur MBG beralamat di Jalan Tanjung Harapan, Gang Tanjung Uban, Kelurahan Sungai Beringin, Kecamatan Tembilahan.Selasa (28/10/2025)

Program yang semestinya memberikan menu bergizi seimbang bagi para penerima manfaat justru dinilai tidak sesuai dengan anggaran yang telah ditetapkan. Berdasarkan informasi dan hasil pantauan lapangan, menu yang disajikan pada salah satu hari pembagian terdiri dari nasi putih, telur bulat, potongan tempe, sayur kacang, serta pisang. Menu tersebut disebut-sebut jauh di bawah nilai standar anggaran sebesar Rp10.000 per porsi.

“Benar pak, ini menu MBG yang kami terima semalam,” ujar salah satu penerima manfaat di salah satu sekolah saat dikonfirmasi wartawan sambil menunjukkan foto menu tersebut. Pernyataan itu diperkuat dengan konfirmasi kepada pihak dapur MBG di Lorong Tanjung Uban. Seorang pengelola berinisial “R” turut membenarkan, “Benar, ini menu semalam.”

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menu Makan MBG

Ironisnya, saat tim mendatangi dapur produksi MBG di Lorong Tanjung Uban, kondisi higienis tempat tersebut juga dinilai memprihatinkan. Terlihat banyak lalat beterbangan di area pengolahan makanan. Ketika ditanyakan mengenai hal itu, saudara “R” hanya menanggapi santai, “Biasalah pak, lagi produksi.”

Padahal, dapur MBG di bawah naungan yayasan ini diketahui mengelola konsumsi untuk enam sekolah dengan total sekitar 2.900 penerima manfaat. Dengan tanggung jawab sebesar itu, semestinya pengelola dapur menerapkan standar kebersihan yang ketat dan memastikan kualitas gizi serta keamanan makanan terjaga.

READ  Bayang-Bayang Siswa Fiktif di Balik Dana BOS, MIS Miftahul Anwar Garut Disorot Soal Selisih Data Puluhan Murid

Kasus ini menambah daftar panjang dugaan persoalan di lingkungan Yayasan Kawah Insan Cendikia. Sebelumnya, dapur MBG yang berlokasi di Jalan Kembang juga sempat menjadi sorotan publik setelah insiden keracunan massal menimpa sejumlah penerima makanan. Kala itu, penyebabnya diduga karena kontaminasi bakteri E. coli, namun hingga kini belum ada kejelasan terkait hasil penyelidikan kasus tersebut.

Publik kini menanti langkah tegas dari pihak pengawasan program MBG dan instansi terkait untuk memastikan tidak terjadi praktik penyelewengan dana maupun kelalaian dalam standar higienitas. Mengingat anggaran sebesar Rp10.000 per porsi bersumber dari dana publik, setiap rupiah yang dialokasikan harus benar-benar sampai kepada penerima manfaat.

Jika terbukti ada unsur korupsi, masyarakat mendesak aparat penegak hukum (APH) segera turun tangan dan menindak tegas pihak-pihak yang terlibat. Program makan bergizi yang sejatinya untuk meningkatkan kualitas gizi anak bangsa tidak boleh dinodai oleh kepentingan pribadi maupun perilaku culas yang merugikan publik.

CATATAN REDAKSI:

Sebagai media yang menjunjung tinggi prinsip independensi dan keberimbangan, redaksi membuka ruang hak jawab bagi semua pihak yang berkepentingan terhadap pemberitaan ini sesuai dengan ketentuan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers dan Kode Etik Jurnalistik.

(Syahwani)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.suararakyat.info untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

POLSEK BENGKALIS KAWAL KETAHANAN PANGAN, TANAMAN JAGUNG PIPIL DI DESA KETAM PUTIH DIPREDIKSI PANEN AKHIR JUNI
Jelang Libur Panjang, HKA Rampungkan Pemeliharaan Aspal Tol Kayu Agung – Palembang Untuk Jaga Kenyamanan Pengguna Jalan
KM Dorolonda Raih Pujian Penumpang Soal Kebersihan Kabin dan Toilet: “Kapalnya Bersih, Rasanya Nyaman Sampai Tujuan”
Dugaan Pelanggaran Etik dan Intimidasi Warnai Penanganan Kredit BRI di Meranti, Desakan Audit Internal Menguat
Calung Mekar Budaya Cianjur Tetap Bertahan di Tengah Modernisasi, Warga Kampung Tarengtong Jaga Warisan Seni Buhun Jawa Barat
Sinergitas Pemdes Kuala Alam Bersama Polsek Bengkalis Dalam Menyukseskan Program Ketahanan Pangan.
PANEN RAYA JAGUNG PIPIL DESA SENGGORO, POLRI HADIR SEBAGAI PEMRAKARSA KEMANDIRINAN EKONOMI LOKAL*
PASCA-BANJIR, BHABINKAMTIBMAS POLSEK BENGKALIS KAWAL PEMULIHAN TANAMAN JAGUNG PIPIL DI DESA KETAM PUTIH*
Berita ini 0 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Minggu, 31 Mei 2026 - 03:15 WIB

POLSEK BENGKALIS KAWAL KETAHANAN PANGAN, TANAMAN JAGUNG PIPIL DI DESA KETAM PUTIH DIPREDIKSI PANEN AKHIR JUNI

Selasa, 26 Mei 2026 - 12:27 WIB

Jelang Libur Panjang, HKA Rampungkan Pemeliharaan Aspal Tol Kayu Agung – Palembang Untuk Jaga Kenyamanan Pengguna Jalan

Minggu, 24 Mei 2026 - 19:57 WIB

KM Dorolonda Raih Pujian Penumpang Soal Kebersihan Kabin dan Toilet: “Kapalnya Bersih, Rasanya Nyaman Sampai Tujuan”

Minggu, 24 Mei 2026 - 11:58 WIB

Dugaan Pelanggaran Etik dan Intimidasi Warnai Penanganan Kredit BRI di Meranti, Desakan Audit Internal Menguat

Minggu, 24 Mei 2026 - 00:23 WIB

Calung Mekar Budaya Cianjur Tetap Bertahan di Tengah Modernisasi, Warga Kampung Tarengtong Jaga Warisan Seni Buhun Jawa Barat

Berita Terbaru