Harga Bubur di Kawasan Al. Ajim Cigombong Picu Keluhan Warga: Rp15 Ribu untuk Seporsi Bubur, Terlalu Mahal

- Penulis

Sabtu, 25 Oktober 2025 - 06:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARARAKYAT.info|| Bogor- Harga seporsi bubur ayam di kawasan Al. Ajim, Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor, belakangan ini menjadi sorotan warga. Pasalnya, beberapa pelanggan mengeluhkan tarif yang dinilai terlalu tinggi untuk ukuran makanan rakyat yang biasanya dijual dengan harga terjangkau.

Bubur yang dikenal dengan nama Bubur Cianjur itu kini dibanderol seharga Rp15.000 per porsi, termasuk tambahan ampela. Meskipun disebut-sebut menggunakan bahan yang lebih lengkap, sejumlah warga merasa harga tersebut tidak sebanding dengan standar harga bubur ayam di kawasan sekitar.

“Biasanya bubur ayam di sini paling mahal Rp10 ribu, itu pun sudah lengkap pakai suwiran ayam dan kerupuk. Tapi di tempat itu sampai Rp15 ribu. Katanya karena ada ampela, tapi tetap terasa mahal,” ujar Bambang, salah satu warga Cigombong, kepada wartawan, Jumat (24/10/2025).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Beberapa pelanggan lain juga menyampaikan keluhan serupa. Mereka mengaku terkejut dengan kenaikan harga yang cukup signifikan dibandingkan warung bubur di sekitar wilayah Pasar Cigombong dan Cicurug. “Kami tidak mempermasalahkan kalau harganya sebanding dengan porsi atau rasa, tapi ini porsinya biasa saja,” tutur N, warga lain yang sempat membeli bubur tersebut.

READ  Jalan Kabupaten Terabaikan, Warga Jampang Tengah Tandu Pasien 10 Km Demi Akses Layanan Kesehatan

Meski begitu, pihak penjual memiliki alasan tersendiri. Salah satu pedagang di sekitar lokasi mengatakan bahwa kenaikan harga bahan baku menjadi penyebab utama. “Sekarang harga beras, ayam, sama minyak naik semua. Kami juga tidak bisa jual murah seperti dulu. Kalau enggak naik, kami malah rugi,” ujarnya singkat.

Di sisi lain, fenomena ini memunculkan perdebatan kecil di kalangan warga sekitar. Sebagian menganggap wajar jika harga menyesuaikan dengan kondisi ekonomi dan kualitas bahan, sementara lainnya menilai pedagang seharusnya tetap menjaga harga agar tetap terjangkau bagi masyarakat kecil.

Hingga kini, belum ada penjelasan resmi dari pihak pemerintah desa atau lembaga perlindungan konsumen terkait standar harga kuliner di kawasan tersebut. Namun, keluhan masyarakat menunjukkan pentingnya transparansi harga dan keseimbangan antara keuntungan pedagang dengan kemampuan beli masyarakat.

Bubur ayam, yang selama ini dikenal sebagai sarapan murah meriah bagi banyak warga Bogor, kini justru menjadi topik pembicaraan karena kenaikan harga yang dinilai di luar kebiasaan. Warga berharap para pedagang dapat kembali menyesuaikan harga agar tetap bersahabat bagi semua kalangan.

Kontributor: Aten

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.suararakyat.info untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tolak Moratorium Dapur MBG, Relawan SPPG Mutiara Pelabuhanratu 1 Desak BGN Tinjau Ulang Kebijakan
Dessy Ratnasari Apresiasi PAUDQU Al-Kahfi Kebonpedes, Tekankan Peran Orang Tua dalam Pendidikan Al-Qur’an Sejak Dini
Akademisi dan Pemerintah Bersinergi, Penguatan Komunikasi Strategis Jadi Kunci Percepatan Pembangunan Desa di Sukabumi
Isu Dugaan Penyimpangan Korupsi Dana Parkir Di Dishub Kota Sukabumi, LSM An-Nahl Siapkan Laporan
Forum RT dan RW Sekota Sukabumi Desak DPRD Komitmen Wali Kota Harus Dibuktikan
Bangunan Masjid Cisayar Rp 3.6 M Diduga Jadi Sarang Hantu,Inspektorat dan Kejari Jangan Tutup Mata Periksa Dinas Perkim
Dapur SPPG Margaluyu Disidak BGN, Dugaan Pelanggaran SOP Terbongkar: Program Gizi Jangan Dijadikan Ladang Bisnis!
DPRD Sukabumi Sikat HGU Bermasalah, Iwan Ridwan: Tak Ada Toleransi untuk Izin Mati
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 23 Juni 2026 - 13:43 WIB

Tolak Moratorium Dapur MBG, Relawan SPPG Mutiara Pelabuhanratu 1 Desak BGN Tinjau Ulang Kebijakan

Minggu, 21 Juni 2026 - 23:09 WIB

Dessy Ratnasari Apresiasi PAUDQU Al-Kahfi Kebonpedes, Tekankan Peran Orang Tua dalam Pendidikan Al-Qur’an Sejak Dini

Selasa, 2 Juni 2026 - 14:40 WIB

Akademisi dan Pemerintah Bersinergi, Penguatan Komunikasi Strategis Jadi Kunci Percepatan Pembangunan Desa di Sukabumi

Selasa, 26 Mei 2026 - 23:28 WIB

Isu Dugaan Penyimpangan Korupsi Dana Parkir Di Dishub Kota Sukabumi, LSM An-Nahl Siapkan Laporan

Rabu, 20 Mei 2026 - 13:44 WIB

Forum RT dan RW Sekota Sukabumi Desak DPRD Komitmen Wali Kota Harus Dibuktikan

Berita Terbaru

Berita Daerah

DPC ASWIN Kepulauan Meranti Resmi Daftarkan Kepengurusan ke Kesbangpol

Selasa, 23 Jun 2026 - 08:17 WIB