SUARARAKYAT.info||Sukabumi-Semangat gotong royong warga kembali terlihat nyata di Desa Kertaraharja, Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi. Selama empat hari terakhir, pemerintah desa bersama Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM), perangkat RW dan RT, serta tokoh masyarakat setempat bahu-membahu melaksanakan kegiatan pelebaran jalan di Kampung Padasuka. Jalan sepanjang kurang lebih 100 meter dengan lebar 3 meter tersebut menjadi akses vital bagi warga, anak sekolah, serta ratusan karyawan yang setiap hari melintas menuju Pabrik GSI (Glostar Indonesia)
Kepala Desa Kertaraharja, Yati, saat ditemui di lokasi kegiatan pada Senin (16/10/2025), menjelaskan bahwa kegiatan gotong royong seperti ini sudah menjadi budaya yang mengakar di tengah masyarakat desanya. Ia menyebutkan, kerja bersama masyarakat bukan hal baru dan telah berhasil dilaksanakan di beberapa titik pembangunan sebelumnya.
“Gotong royong untuk kemajuan pembangunan di desa kami sudah berjalan lama dan terbukti berhasil. Sebelumnya kami sudah melaksanakan pelebaran jalan di Kampung Cirumput yang tembus ke jalan kabupaten, dan kini di Kampung Padasuka yang tembus langsung ke jalan provinsi,” ujar Kades Yati dengan penuh semangat.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Yati menambahkan, selama ini pemerintah desa dan masyarakat terus berupaya semaksimal mungkin untuk memperbaiki infrastruktur jalan yang menjadi urat nadi aktivitas ekonomi dan sosial warga. Namun, dengan keterbatasan anggaran desa, mereka sangat berharap adanya dukungan dari pihak-pihak eksternal, terutama dari perusahaan besar yang beroperasi di sekitar wilayah tersebut.
“Kami berharap ada bantuan CSR dari pabrik-pabrik terdekat, khususnya dari Pabrik GSI. Karena hampir setiap hari para karyawan GSI, dari pagi hingga sore, melewati jalan ini. Tentu bantuan dari GSI akan sangat berarti agar pelebaran jalan ini bisa selesai lebih cepat dan hasilnya lebih maksimal,” terang Yati.

Menurutnya, kegiatan pelebaran jalan ini murni hasil gotong royong masyarakat tanpa ada bayaran. Beberapa perusahaan lokal kecil juga turut membantu sekadar menyediakan material dan perlengkapan seadanya. Meskipun dilakukan dengan keterbatasan, semangat warga tak surut sedikit pun.
Tokoh masyarakat setempat, H. Eman, mengungkapkan bahwa kegiatan kerja bakti di Kampung Padasuka RT 03 RW 06 telah berlangsung selama empat hari terakhir. Seluruh kegiatan didukung penuh oleh swadaya masyarakat. Ia menyebutkan, dana yang terkumpul dari hasil donatur lokal mencapai sekitar Rp20 juta, belum termasuk tanah yang dihibahkan oleh warga secara sukarela untuk pelebaran jalan.
“Ini murni hasil partisipasi warga. Ada yang menyumbang uang, ada yang menghibahkan tanahnya, dan banyak juga yang menyumbang tenaga. Tidak ada yang dibayar. Semua dilakukan demi kepentingan bersama,” kata H. Eman.
Ia menambahkan, keberadaan jalan ini sangat penting karena lokasinya berdekatan dengan Pabrik GSI dan menjadi jalur utama aktivitas warga serta kendaraan perusahaan. “Mudah-mudahan dengan adanya pelebaran jalan ini, tingkat kemacetan bisa berkurang, apalagi di jam-jam sibuk saat karyawan berangkat dan pulang kerja,” ujarnya.
H. Eman juga mengapresiasi warga yang rela merelakan sebagian tanahnya untuk digunakan dalam proyek pelebaran ini. “Kami sangat berterima kasih kepada warga yang dengan ikhlas menyerahkan tanahnya tanpa imbalan. Ini bukti nyata bahwa semangat gotong royong dan kepedulian sosial masih sangat kuat di masyarakat kita,” tambahnya.
Dengan kebersamaan dan kekompakan yang sudah terbangun, masyarakat Desa Kertaraharja berharap pihak Pabrik GSI dapat menyalurkan program Corporate Social Responsibility (CSR) untuk membantu penyelesaian pembangunan jalan tersebut. Dukungan dari pihak industri dinilai sangat penting agar kualitas jalan bisa lebih baik dan memiliki daya tahan jangka panjang.
“Kalau ada bantuan CSR dari GSI, kami yakin jalan ini bisa segera rampung dan manfaatnya dirasakan lebih luas, bukan hanya oleh warga tapi juga oleh perusahaan itu sendiri,” tutup Kades Yati.
Gotong royong di Kertaraharja ini menjadi contoh nyata bahwa kolaborasi antara masyarakat, pemerintah desa, dan pihak swasta dapat menjadi solusi efektif dalam membangun infrastruktur desa yang berkelanjutan.
(Ade G)














