Kebakaran Hanguskan 34 Ruangan SMA Negeri 1 Tebing Tinggi, Tidak Ada Korban Jiwa

- Penulis

Selasa, 30 September 2025 - 12:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MERANTI – Kebakaran hebat melanda SMA Negeri 1 di Jalan Pembangunan I, Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Kepulauan Meranti, pada Selasa (30/9) sekitar pukul 17.00 WIB. Api dengan cepat membesar akibat tiupan angin kencang, sehingga meludeskan sebagian besar bangunan sekolah.

Berdasarkan keterangan yang dihimpun, api pertama kali terlihat di bagian depan gedung berbentuk lingkaran. Dalam waktu singkat, kobaran api merambat ke ruangan lain. Sebanyak 34 ruangan sekolah hangus terbakar, termasuk ruang kelas, ruang kepala sekolah, laboratorium, ruang Dapodik, ruang multimedia, ruang komputer, ruang bahasa, dan gudang alat peraga.

Bangunan sekolah terdiri dari dua lantai. Di lantai satu terdapat 17 kelas, sementara di lantai dua juga terdapat 17 kelas. Dari hasil evaluasi, sebagian ruangan di lantai satu masih bisa diselamatkan, sementara seluruh ruangan di lantai dua hangus terbakar. Hanya satu sisi bangunan sebelah utara yang dapat dipertahankan dari amukan api.

Beruntung, saat kejadian sekolah dalam kondisi kosong sehingga tidak ada korban jiwa. Namun, kerugian material diperkirakan cukup besar mengingat banyak fasilitas pendidikan yang ikut terbakar.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Upaya pemadaman dilakukan oleh tiga regu pemadam kebakaran yang diturunkan ke lokasi. Armada yang dikerahkan antara lain satu unit mobil damkar dari BNPD Meranti, satu unit mobil tangki dari Dinas Perkim, serta didukung aparat kepolisian dan TNI. Setelah bekerja keras selama satu setengah jam, api akhirnya berhasil dipadamkan.

READ  Kecelakaan Lalin di Tempuling: Satu Orang Meninggal Dunia, Beberapa Korban Luka

Meski demikian, proses pemadaman sempat terkendala. Laporan kebakaran diterima cukup lambat sehingga armada baru tiba beberapa saat setelah api membesar. Selain itu, akses jalan menuju lokasi juga terhambat karena kondisi lalu lintas padat.

Kapasitas air mobil pemadam yang hanya 3.000 liter per unit dinilai tidak mencukupi untuk menjangkau luasnya area kebakaran. Hal ini membuat tim gabungan harus bekerja ekstra untuk mengendalikan api agar tidak merembet ke permukiman warga sekitar.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak sekolah masih melakukan pendataan terhadap kerugian akibat musibah kebakaran tersebut. Kepala sekolah dan jajaran guru tampak sibuk menyelamatkan berkas-berkas penting yang masih bisa diselamatkan dari ruangan lantai bawah.

Pihak berwenang menyatakan akan melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengetahui penyebab pasti kebakaran. Sementara itu, masyarakat sekitar bersama para siswa berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah untuk memulihkan kembali kegiatan belajar mengajar yang terganggu akibat musibah ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.suararakyat.info untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kios di Ongkrak Diduga Jual Telur Infertil, Warga Keluhkan Bau Menyengat dan Soroti Aturan Pemerintah
Santri 13 Tahun Meninggal Dunia Usai Terjatuh dari Lantai Dua Pesantren, Diduga Panik Saat Ketahuan Merokok
Banjir Bandang Terjang Ciapus Banjaran, Diduga Satu Korban Meninggal Dunia dan Satu Masih Dalam Pencarian
Saat Jamaah Salat Magrib, Motor Hilang Digondol Maling di Parungkuda
Dua Pemotor Tewas diduga Terlindas Damkar Usai Hindari Truk Parkir di Rawa Palangan Cikarang Barat
Kepala Dapur SPPG Sukakersa Minta Maaf, Klarifikasi Menu Sambal untuk Balita dalam Program MBG
14 DPO Diburu Polisi, Polda Ungkap Rangkaian Kasus Berdarah di Distrik Bamusbama
Menunggu di Ujung Ketidakpastian: Laporan Dugaan Kekerasan Anak di Sukabumi Berjalan Lambat
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 21 April 2026 - 02:50 WIB

Kios di Ongkrak Diduga Jual Telur Infertil, Warga Keluhkan Bau Menyengat dan Soroti Aturan Pemerintah

Minggu, 19 April 2026 - 15:59 WIB

Santri 13 Tahun Meninggal Dunia Usai Terjatuh dari Lantai Dua Pesantren, Diduga Panik Saat Ketahuan Merokok

Rabu, 15 April 2026 - 13:36 WIB

Banjir Bandang Terjang Ciapus Banjaran, Diduga Satu Korban Meninggal Dunia dan Satu Masih Dalam Pencarian

Rabu, 15 April 2026 - 09:31 WIB

Saat Jamaah Salat Magrib, Motor Hilang Digondol Maling di Parungkuda

Senin, 13 April 2026 - 16:33 WIB

Dua Pemotor Tewas diduga Terlindas Damkar Usai Hindari Truk Parkir di Rawa Palangan Cikarang Barat

Berita Terbaru

TNI

Kodaeral XIV Hadiri Peringatan Hari Kartini di Sorong

Selasa, 21 Apr 2026 - 14:51 WIB