Seorang Wartawan Karawang Diduga Jadi Korban Pengeroyokan Oleh Oknum Ormas, Publik Desak Polisi Bertindak Tegas

- Penulis

Selasa, 16 September 2025 - 13:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARARAKYAT.info|| Karawang-Suasana Karawang mendadak geger setelah seorang wartawan, Arief Rachman (Ar), menjadi dugaan korban pengeroyokan yang diduga dilakukan oleh oknum organisasi masyarakat (ormas). Insiden tersebut terjadi pada Sabtu (13/9/2025) malam di sebuah warung di Dusun Peundeuy 1. Peristiwa ini bukan hanya menyisakan luka bagi korban, tetapi juga menimbulkan pertanyaan besar di kalangan warga: apakah Karawang masih aman untuk ditinggali, bahkan bagi mereka yang hanya menjalankan tugas profesinya?

Kronologi Kejadian

Menurut keterangan Alf, rekan korban, malam itu Arief sedang menelusuri informasi terkait dugaan peredaran obat keras golongan G yang belakangan meresahkan masyarakat sekitar. Dalam proses pengumpulan data tersebut, tiba-tiba sekelompok orang datang dan melakukan pengeroyokan. Arief mengalami luka di bagian kepala, tangan, dan kaki akibat penganiayaan itu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Melihat Arief babak belur sungguh menyedihkan. Wartawan seharusnya dilindungi, bukan diintimidasi apalagi diperlakukan seperti ini,” ujar Alf dengan nada kecewa.

Arief tidak tinggal diam. Ia langsung melaporkan kejadian tersebut ke Polres Karawang dengan nomor laporan resmi STPL/B/1064/IX/2025. Selain itu, ia juga menjalani visum di RSUD Karawang untuk memperkuat bukti hukum. Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian masih melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi serta mengumpulkan keterangan guna menindaklanjuti kasus ini.

Namun, lambannya proses hukum kerap menjadi kekhawatiran warga. Mereka berharap aparat kepolisian benar-benar serius menangani kasus ini, agar tidak menimbulkan kesan bahwa aksi kekerasan terhadap wartawan bisa dianggap hal biasa.

Kasus pengeroyokan ini menimbulkan keresahan luas. Bagi banyak warga, jika seorang wartawan yang sedang menjalankan tugas mencari informasi saja bisa menjadi korban kekerasan, maka bagaimana dengan warga biasa yang tidak memiliki perlindungan profesi?

READ  FABEM Maluku Desak Polisi Ungkap Pelaku Penyerangan Pedagang Petasan di Depan RST Ambon

Sejumlah warga menilai insiden ini adalah sinyal bahaya yang harus segera ditangani. “Kami jadi bertanya-tanya, apakah Karawang masih aman? Kalau wartawan bisa diserang seperti ini, lalu bagaimana nasib orang kecil?” ujar salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya.

Desakan pada Aparat

Masyarakat menuntut aparat kepolisian agar bersikap tegas, mengusut tuntas kasus pengeroyokan ini, dan memberikan jaminan keamanan bagi semua pihak. Penegakan hukum yang adil tidak hanya demi keadilan bagi Arief sebagai korban, tetapi juga sebagai pesan kuat bahwa Karawang adalah kota yang tidak bisa ditakut-takuti oleh kekerasan maupun intimidasi.

Warga juga berharap aparat berani menindak tegas jaringan peredaran obat keras yang menjadi latar belakang liputan Arief. Pasalnya, maraknya peredaran obat ilegal dinilai sebagai ancaman nyata bagi generasi muda Karawang.

Simbol Kebebasan Pers

Kasus ini pada akhirnya bukan hanya soal penganiayaan terhadap seorang wartawan, tetapi juga menyangkut kebebasan pers di daerah. Wartawan adalah ujung tombak informasi publik, dan ketika mereka mendapat serangan fisik, publik pun kehilangan hak untuk tahu.

Maka, insiden pengeroyokan Arief Rachman menjadi momentum bagi semua pihak pemerintah daerah, aparat keamanan, hingga organisasi masyarakat sipil untuk bersatu memastikan Karawang tetap menjadi daerah yang aman, demokratis, dan menjunjung tinggi kebebasan berekspresi.

(Tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.suararakyat.info untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kios di Ongkrak Diduga Jual Telur Infertil, Warga Keluhkan Bau Menyengat dan Soroti Aturan Pemerintah
Santri 13 Tahun Meninggal Dunia Usai Terjatuh dari Lantai Dua Pesantren, Diduga Panik Saat Ketahuan Merokok
Banjir Bandang Terjang Ciapus Banjaran, Diduga Satu Korban Meninggal Dunia dan Satu Masih Dalam Pencarian
Saat Jamaah Salat Magrib, Motor Hilang Digondol Maling di Parungkuda
Dua Pemotor Tewas diduga Terlindas Damkar Usai Hindari Truk Parkir di Rawa Palangan Cikarang Barat
Kepala Dapur SPPG Sukakersa Minta Maaf, Klarifikasi Menu Sambal untuk Balita dalam Program MBG
14 DPO Diburu Polisi, Polda Ungkap Rangkaian Kasus Berdarah di Distrik Bamusbama
Menunggu di Ujung Ketidakpastian: Laporan Dugaan Kekerasan Anak di Sukabumi Berjalan Lambat
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 21 April 2026 - 02:50 WIB

Kios di Ongkrak Diduga Jual Telur Infertil, Warga Keluhkan Bau Menyengat dan Soroti Aturan Pemerintah

Minggu, 19 April 2026 - 15:59 WIB

Santri 13 Tahun Meninggal Dunia Usai Terjatuh dari Lantai Dua Pesantren, Diduga Panik Saat Ketahuan Merokok

Rabu, 15 April 2026 - 13:36 WIB

Banjir Bandang Terjang Ciapus Banjaran, Diduga Satu Korban Meninggal Dunia dan Satu Masih Dalam Pencarian

Rabu, 15 April 2026 - 09:31 WIB

Saat Jamaah Salat Magrib, Motor Hilang Digondol Maling di Parungkuda

Senin, 13 April 2026 - 16:33 WIB

Dua Pemotor Tewas diduga Terlindas Damkar Usai Hindari Truk Parkir di Rawa Palangan Cikarang Barat

Berita Terbaru