SUARARAKYAT.info|| Ambon, Maluku — Forum Alumni Badan Eksekutif Mahasiswa (FABEM) Maluku mengecam keras insiden penyerangan brutal yang menimpa seorang pedagang petasan di depan Rumah Sakit Tentara (RST) Ambon. Korban bernama Sawa Bahta, 50 tahun, mengalami luka tusuk serius setelah diserang oleh orang tak dikenal (OTK) dan kini menjalani perawatan intensif di ruang gawat darurat RST.
Ketua DPW FABEM Maluku, Brian Lewerissa, menyampaikan kecaman tegas serta keprihatinan mendalam atas tindakan kekerasan yang dinilai tidak manusiawi tersebut. Menurutnya, aksi tersebut bukan hanya melukai korban, tetapi juga menimbulkan rasa takut di tengah masyarakat, terutama para pedagang kecil yang menggantungkan hidup di lokasi-lokasi publik.
“Pelaku harus segera ditangkap. Kami tidak ingin kekerasan seperti ini dibiarkan begitu saja sampai menjadi ancaman bagi keamanan masyarakat,” ujar Brian dalam pernyataannya. Ia menegaskan bahwa FABEM Maluku berdiri bersama korban serta mendukung sepenuhnya proses penegakan hukum.Kamis (11/12/2025)
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
FABEM mendesak aparat kepolisian untuk bekerja cepat dan profesional dalam mengusut kasus ini. Mereka menyebut bahwa langkah cepat aparat sangat dibutuhkan untuk mencegah munculnya ketakutan dan potensi kejadian serupa. “Kami meminta agar penyelidikan dilakukan secara menyeluruh. Tidak ada toleransi bagi tindakan kriminal seperti ini. Pelaku harus dihukum seberat-beratnya sesuai hukum yang berlaku,” tambah Brian.
Sementara itu, kepolisian setempat masih melakukan penyelidikan intensif. Sejumlah saksi di sekitar lokasi kejadian telah dimintai keterangan, dan polisi tengah menelusuri berbagai petunjuk yang dapat mengarah pada identitas pelaku.
Pihak keamanan juga mengimbau masyarakat untuk ikut membantu proses penyelidikan dengan memberikan informasi jika mengetahui sesuatu terkait insiden tersebut. “Partisipasi masyarakat sangat penting agar pelaku dapat segera diamankan,” ujar salah satu petugas yang enggan disebutkan namanya.
Selain mengecam serangan tersebut, FABEM Maluku juga meminta pemerintah daerah, aparat keamanan, serta pihak terkait lainnya untuk meningkatkan pengawasan di titik-titik rawan kejahatan, terutama menjelang masa ramai aktivitas ekonomi menjelang perayaan tertentu.
“Keamanan dan keselamatan masyarakat adalah prioritas. Tidak boleh ada ruang bagi tindakan kriminal yang mengancam pedagang kecil maupun masyarakat umum. Kami berharap kasus ini cepat terungkap dan pelaku mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum,” tegas Brian Lewerissa mengakhiri pernyataannya.
Kasus penyerangan ini menjadi perhatian publik di Ambon, terutama karena terjadi di area fasilitas kesehatan dan dilakukan secara brutal. Masyarakat kini menanti langkah cepat aparat dalam menuntaskan kasus tersebut.
Sumber: Brian Lawerisa (Ketua FABEM)
Editor : Red-SR
Sumber Berita: Suararakyat. info














