Dugaan Pengelolaan Lahan Sitaan Tanpa Legitimasi Tertulis, Publik Pertanyakan Transparansi PT Agrinas Palma Nusantara

- Penulis

Jumat, 5 September 2025 - 06:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARARAKYAT.info||Indragiri Hilir – Polemik pengelolaan lahan sitaan kembali mencuat di Kabupaten Indragiri Hilir, Provinsi Riau. Kali ini, sorotan publik tertuju pada lahan perkebunan kelapa sawit seluas 154 hektar yang sebelumnya dimiliki oleh PT Setia Agrido Mandiri di Desa Rambaian, Kecamatan Gaung Anak Serka. Lahan tersebut diketahui merupakan aset sitaan negara yang seharusnya dikelola demi kesejahteraan masyarakat. Namun, dugaan praktik tanpa legalitas resmi kini menyeruak dan menimbulkan tanda tanya besar.jumat (5/9/2025)

Informasi yang dihimpun menyebutkan, pengelolaan lahan itu diduga dilakukan di bawah kendali PT Agrinas Palma Nusantara. Perusahaan tersebut dikabarkan memperbolehkan adanya kemitraan dengan kelompok tani ataupun koperasi, namun tanpa melalui prosedur Kerja Sama Operasi (KSO) yang sah dan tertulis sebagaimana mestinya.

Dalam perbincangan awak media bersama Kolonel (Purn) Kukuh, selaku Manajer KSO Agrinas Riau, disebutkan bahwa kemitraan bisa dilakukan meski hanya melalui lisan, tanpa perlu ada dokumen KSO tertulis. Pernyataan ini sontak menuai kejanggalan, sebab praktik pengelolaan aset negara semestinya dilandasi legalitas hukum yang kuat, bukan sekadar kesepakatan lisan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Jika benar pengelolaan lahan sitaan cukup berdasarkan ucapan tanpa KSO tertulis, maka sangat wajar publik bertanya: ke mana hasil dari pengelolaan sawit itu mengalir? Apakah masuk ke kas negara, ke kantong pribadi, atau hanya berhenti di pihak Agrinas?” demikian sorotan yang berkembang di kalangan masyarakat dan awak media.

READ  Dukung Ketahanan Pangan Nasional, Rutan Rengat Bersama CV Rosadia Petaho Panen Kangkung dan Ikan Air Tawar 

Keresahan masyarakat semakin memuncak karena tujuan utama pemerintah menyita aset semacam ini adalah untuk memastikan adanya manfaat nyata bagi rakyat sekitar. Namun, praktik yang diduga berlangsung justru memperlihatkan gejala monopoli baru oleh segelintir pihak. Alih-alih mensejahterakan rakyat, pengelolaan yang tidak transparan justru berpotensi merugikan masyarakat sekitar.

Pihak media dan masyarakat mendesak PT Agrinas Palma Nusantara untuk memberikan klarifikasi resmi terkait tudingan ini. Kejelasan mengenai status KSO, mekanisme bagi hasil, serta prosedur kemitraan sangat penting untuk memastikan tidak ada praktik gelap dalam pengelolaan lahan sitaan.

Lebih jauh, masyarakat juga meminta Presiden Prabowo Subianto turun tangan menyikapi persoalan ini. Jika benar terdapat praktik manipulasi dan monopoli yang merugikan rakyat, pemerintah diminta mengambil langkah tegas agar pengelolaan aset negara tidak hanya berpindah tangan dari koruptor lama ke penguasa baru, melainkan benar-benar memberi manfaat bagi warga sekitar.

“Hari ini rakyat menagih bukti nyata, bukan lagi janji. Jangan sampai lahan yang disita demi hukum, justru kembali dikuasai oleh pihak-pihak yang jauh dari kepentingan rakyat,” ujar salah seorang tokoh masyarakat setempat.

Hingga berita ini diterbitkan, PT Agrinas Palma Nusantara belum memberikan keterangan resmi terkait tuduhan kurangnya transparansi dan dugaan pengelolaan tanpa legalitas tertulis tersebut. Publik kini menunggu kejelasan dan keberpihakan pemerintah dalam menyelesaikan persoalan ini.

(Syahwani)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.suararakyat.info untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Koarmada III Gelar Kauseri Agama, Perkuat Mental dan Spiritualitas Prajurit
Pelayanan KP2KP Selatpanjang Tuai Respons Positif di Hari Terakhir Pelaporan SPT
Tahap Akhir Pembangunan Jembatan Garuda Capai 87% wilayah Kodim Sorong
Hampir selesai, Masyarakat Senang Pembangunan Jembatan Garuda Tahap IV TA. 2026 Wilayah Kodim 1802/Sorong Capai 80%
​Cara BRI BO Fatmawati Cetak Insan BRILiaN yang Tanggap Kondisi Darurat
Mama-Mama Papua Turun Tangan, Dapur Umum Satgas TMMD Ke-128 Kodim 1801/Manokwari Makin Solid
SATGAS TMMD KE-128 KODIM 1801/MANOKWARI LAKSANAKAN PEMASANGAN DINDING RUMAH PROGRAM RTLH
Satgas TMMD Ke-128 Kodim 1801/Manokwari Laksanakan Rehabilitasi 5 Unit MCK Umum di Kampung Tanah Rubuh
Berita ini 1 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 30 April 2026 - 09:33 WIB

Koarmada III Gelar Kauseri Agama, Perkuat Mental dan Spiritualitas Prajurit

Kamis, 30 April 2026 - 05:10 WIB

Pelayanan KP2KP Selatpanjang Tuai Respons Positif di Hari Terakhir Pelaporan SPT

Rabu, 29 April 2026 - 14:35 WIB

Tahap Akhir Pembangunan Jembatan Garuda Capai 87% wilayah Kodim Sorong

Rabu, 29 April 2026 - 14:33 WIB

Hampir selesai, Masyarakat Senang Pembangunan Jembatan Garuda Tahap IV TA. 2026 Wilayah Kodim 1802/Sorong Capai 80%

Rabu, 29 April 2026 - 09:55 WIB

​Cara BRI BO Fatmawati Cetak Insan BRILiaN yang Tanggap Kondisi Darurat

Berita Terbaru

Uncategorized

Polres Kediri ungkap 5 Kasus curanmor, dan kembalikan ke pemilik

Kamis, 30 Apr 2026 - 09:19 WIB

Uncategorized

Kapolres Kediri Resmikan Renovasi Jembatan Merah Putih Presisi

Kamis, 30 Apr 2026 - 09:09 WIB

Uncategorized

Menyongsong Hari Bhayangkara ke-80, Polres Kediri Gelar Lomba TPTKP

Kamis, 30 Apr 2026 - 09:05 WIB