Jusuf Kalla Ingatkan DPR: Hati-Hati Berbicara, Jangan Sakiti Rakyat

- Penulis

Sabtu, 30 Agustus 2025 - 04:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARARAKYAT.info|| Jakarta – Mantan Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla (JK), menyoroti akar permasalahan dari gelombang demonstrasi yang meluas di sejumlah kota belakangan ini. Menurut JK, sumber keresahan publik justru berawal dari sikap sebagian anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI yang mengeluarkan pernyataan sembrono dan cenderung merendahkan masyarakat.

“Jangan bicara asal-asal dan jangan menghina masyarakat. Ini semua yang menjadi penyebab daripada masalah,” ujar JK dalam keterangan resmi melalui sebuah video, Jumat (29/8/2025).

JK menilai, wakil rakyat seharusnya berhati-hati dalam menanggapi kritik publik. Jika komentar yang keluar justru menyinggung perasaan masyarakat, maka hal itu bisa menjadi pemicu gejolak sosial yang lebih besar.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

JK meminta agar para pejabat, terutama anggota DPR, belajar dari peristiwa kerusuhan yang terjadi beberapa hari terakhir. Ia menekankan pentingnya sikap menahan diri dalam menyampaikan pernyataan maupun menghadapi kritik publik.

“Bagi para pejabat, para anggota DPR, untuk menahan diri. Ini harus menjadi pelajaran yang besar,” tegasnya.

Di sisi lain, JK juga mengingatkan masyarakat agar tidak meluapkan kemarahan secara berlebihan. Ia memahami keresahan publik, khususnya kalangan pengemudi ojek online, setelah rekan mereka, Affan Kurniawan (21), tewas terlindas kendaraan taktis Brimob saat aksi di Jakarta.

Namun, JK mengingatkan bahwa aksi protes yang dilakukan dengan cara merusak justru akan memperburuk keadaan.

“Kalau kota bergejolak seperti ini, maka kehidupan ekonomi akan berhenti. Pendapatan masyarakat bisa menurun, dan akhirnya berpengaruh pada nafkah keluarga masing-masing,” jelas JK.

READ  Boyolali Tuan Rumah Hari Desa 2026, Mendes Yandri: Desa Harus Jadi Pusat Inovasi dan Kemandirian Bangsa

Gelombang protes yang berlangsung sejak Senin (25/8/2025) berawal dari kontroversi seputar gaji dan tunjangan jumbo anggota DPR. Publik menilai sikap wakil rakyat tidak sensitif terhadap kondisi masyarakat yang masih kesulitan secara ekonomi.

Pernyataan sejumlah anggota DPR yang dianggap merendahkan justru memperburuk keadaan. Salah satunya datang dari anggota Fraksi Nasdem, Nafa Urbach, yang mendukung pemberian tunjangan rumah Rp 50 juta per bulan dengan alasan agar bisa mengontrak rumah di sekitar Senayan. Ia bahkan menyinggung pengalamannya yang tinggal di Bintaro dan sering terjebak macet saat menuju kompleks DPR.

Ucapan tersebut menuai kemarahan publik, terutama di tengah isu kesejahteraan rakyat yang masih timpang. Bagi banyak pihak, pernyataan itu menunjukkan rendahnya empati wakil rakyat terhadap kondisi masyarakat luas.

Jusuf Kalla menegaskan, menjaga ketertiban bukan hanya tanggung jawab aparat, tetapi juga masyarakat. Jika situasi terus bergejolak, maka dampaknya akan dirasakan semua pihak.

“Masyarakat harus menjaga lingkungan masing-masing. Kalau tidak, masalah ini akan berakibat banyak dan kita semua akan terkena dampaknya,” tuturnya.

Pesan JK ini menjadi pengingat keras bagi DPR agar lebih peka dan berhati-hati dalam berbicara. Sebab, di tengah kondisi sosial-ekonomi yang rapuh, satu kalimat bisa memantik api yang sulit dipadamkan.

(Syd)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.suararakyat.info untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Disdik Inhil Pastikan SPMB 2026 Berjalan Transparan dan Gratis, Pendaftaran Tetap Dibantu Sekolah Jika Terkendala Sistem
173 Jemaah Haji Asal Inhil Tiba di Tanah Air, Disambut Langsung Wakil Bupati Yuliantini di Embarkasi Batam
Pimpinan Media Pewarta se-Nusantara: Kritik Harus Mengedepankan Adab dan Etika
DPP ASWIN Gelar Forum Zoom Nasional Investigasi, Dorong Jurnalisme Berkualitas
Dugaan Aliran BBM Puluhan Ribu Liter ke Perusahaan Ebi Mencuat, Warga Minta Transparansi dan Penegakan Hukum Jangan Tutup Mata
Yakub F Ismail : Saat BBM Nonsubsidi Naik di Tengah Rupiah Melemah
Dirjen Imigrasi Tegaskan Reformasi Total, Ajak Jajaran Bangun Kembali Kepercayaan Publik
SENGKARUT MBG: INVESTOR DESAK BGN TEGAKKAN PKS ATAU KEMBALIKAN DANA RP 218 MILIAR
Berita ini 0 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 16 Juni 2026 - 11:32 WIB

Disdik Inhil Pastikan SPMB 2026 Berjalan Transparan dan Gratis, Pendaftaran Tetap Dibantu Sekolah Jika Terkendala Sistem

Selasa, 16 Juni 2026 - 01:54 WIB

173 Jemaah Haji Asal Inhil Tiba di Tanah Air, Disambut Langsung Wakil Bupati Yuliantini di Embarkasi Batam

Senin, 15 Juni 2026 - 23:33 WIB

Pimpinan Media Pewarta se-Nusantara: Kritik Harus Mengedepankan Adab dan Etika

Minggu, 14 Juni 2026 - 13:58 WIB

DPP ASWIN Gelar Forum Zoom Nasional Investigasi, Dorong Jurnalisme Berkualitas

Jumat, 12 Juni 2026 - 23:36 WIB

Dugaan Aliran BBM Puluhan Ribu Liter ke Perusahaan Ebi Mencuat, Warga Minta Transparansi dan Penegakan Hukum Jangan Tutup Mata

Berita Terbaru