SUARARAKYAT.info|| Boyolali— Kabupaten Boyolali resmi ditetapkan sebagai tuan rumah puncak peringatan Hari Desa Tahun 2026. Penetapan ini menegaskan komitmen pemerintah dalam menempatkan desa sebagai aktor utama pembangunan nasional, khususnya dalam penguatan pelayanan publik, ketahanan pangan, serta pengembangan ekonomi lokal yang berkelanjutan.
Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDT) Yandri Susanto menegaskan bahwa Hari Desa merupakan momentum strategis untuk mengangkat peran desa sebagai pusat inovasi dan kemandirian bangsa.Selasa (23/12/2025)
“Hari Desa bukan hanya seremoni, tetapi ruang konsolidasi nasional bagi desa-desa di Indonesia. Desa harus menjadi pusat pelayanan publik yang kuat, basis ketahanan pangan nasional, serta motor penggerak ekonomi rakyat,” ujar Mendes Yandri dalam keterangannya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurut Yandri, dipilihnya Boyolali sebagai lokasi puncak Hari Desa 2026 bukan tanpa alasan. Daerah ini dinilai berhasil menunjukkan praktik baik pembangunan desa, mulai dari pengelolaan potensi pertanian dan peternakan, penguatan BUM Desa, hingga partisipasi aktif masyarakat dalam mendorong kemandirian ekonomi desa.
“Boyolali adalah contoh nyata bagaimana desa bisa tumbuh dengan kekuatan sendiri, berbasis potensi lokal dan gotong royong. Ini yang ingin kita tampilkan dan tularkan ke desa-desa lain di seluruh Indonesia,” tegasnya.
Hari Desa 2026 di Boyolali direncanakan akan diisi dengan berbagai agenda strategis, seperti pameran inovasi desa, forum berbagi praktik baik antar-desa, dialog kebijakan pembangunan perdesaan, serta pagelaran budaya nusantara. Kegiatan ini diharapkan menjadi ruang pembelajaran bersama bagi pemerintah desa, pendamping desa, koperasi, akademisi, dan masyarakat luas.
Mendes Yandri juga menekankan bahwa desa memiliki peran penting dalam menghadapi tantangan global, seperti krisis pangan, perubahan iklim, dan ketimpangan ekonomi.
“Desa adalah benteng terakhir ketahanan bangsa. Jika desa kuat, maka Indonesia akan kuat. Karena itu, pembangunan desa harus terus diperkuat secara berkelanjutan dan berkeadilan,” tambahnya.
Lebih jauh, peringatan Hari Desa menjadi pengingat akan pentingnya nilai gotong royong sebagai identitas bangsa yang lahir dari desa. Melalui kolaborasi antar-pemangku kepentingan, desa diharapkan mampu melahirkan solusi konkret yang berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Dengan Boyolali sebagai tuan rumah, puncak Hari Desa 2026 diharapkan menjadi tonggak penting dalam memperkuat arah pembangunan perdesaan Indonesia, sekaligus menegaskan pesan bahwa membangun Indonesia harus dimulai dari desa.
Editor : Red-01
Sumber Berita: SUARARAKYAT.info














