Big Bos Rokok Ilegal Feloz Diduga Arif Budiman, Bayar Upeti Agar Bisnis Tetap Mulus

- Penulis

Senin, 18 Agustus 2025 - 10:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARARAKYAT.info||Sumatera Barat – Peredaran rokok ilegal merek Feloz semakin menggurita di berbagai wilayah Sumatera Barat dan Riau. Meski sebelumnya aparat Bea Cukai sempat melakukan penggerebekan di Payakumbuh, nyatanya rokok tanpa izin resmi tersebut kini justru semakin leluasa beredar dengan berbagai varian baru yang marak di pasaran.senin (18/8/2025)

Informasi yang dihimpun menyebutkan bahwa aktor besar di balik bisnis ini bukan sekadar pemain kecil. Sosok berinisial Arif Budiman diduga kuat menjadi pengendali utama jaringan distribusi rokok ilegal Feloz. Ia disebut memiliki pengaruh besar hingga berani “mengamankan” bisnisnya melalui pembayaran upeti kepada oknum tertentu, agar distribusi rokoknya tetap mulus tanpa hambatan hukum.

Keterlibatan nama Budi asal Payakumbuh sebagai big bos Feloz juga dibenarkan oleh salah seorang pengusaha rokok ilegal asal Pekanbaru bermarga Naga.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Untuk merek Feloz bukan kami bang, Budi Payakumbuh itu bos besarnya,” ujarnya blak-blakan.

Modus Operandi: Pita Palsu hingga Bekas

Modus yang digunakan jaringan Feloz bervariasi, mulai dari salah tempel pita cukai, penggunaan pita cukai palsu, hingga memanfaatkan pita cukai bekas. Praktik semacam ini jelas merugikan negara karena penerimaan cukai hilang miliaran rupiah, sekaligus merusak iklim usaha rokok legal yang selama ini taat aturan.

Bahaya Kesehatan Mengintai Konsumen

Tak hanya merugikan negara, rokok Feloz juga menimbulkan ancaman serius bagi kesehatan masyarakat. Seorang konsumen, Y (31), mengaku mengalami gangguan kesehatan setelah mencoba varian mentol Feloz.

“Awalnya saya tertarik karena harganya murah dan ada rasa mentol. Tapi setelah dicoba, malah batuk parah, mual, tenggorokan kering. Padahal kata teman enak, ternyata tidak bagi saya,” keluhnya.

READ  Diduga Pasok Barang Ilegal Pemilik PT WLD ,Saat di Konfirmasi Langsung Lakukan Blokir Nomor Wartawan.Ada Apa,!!

Bahkan dari laporan lapangan, sejumlah konsumen disebut mengalami batuk berdarah hingga gangguan pernapasan serius akibat mengonsumsi rokok ilegal tersebut. Diduga, rokok Feloz mengandung campuran bahan kimia yang tidak jelas dan berbahaya.

Magnet bagi Perokok Pemula

Harga murah menjadi daya tarik utama Feloz. Namun inilah yang justru menjerumuskan banyak remaja dan pemula untuk mencoba merokok, sehingga angka perokok baru meningkat tajam. Belakangan, harga di pasaran pun merangkak naik hingga Rp18-20 ribu per bungkus, sebuah indikasi bahwa jaringan distribusinya semakin kokoh dan luas.

Peredaran di Kuansing dan Wilayah Lain

Selain di Payakumbuh dan Pekanbaru, peredaran rokok ilegal Feloz juga diketahui masuk ke wilayah Teluk Kuantan, Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Riau. Di daerah tersebut, rokok tanpa cukai ini dengan mudah ditemukan di warung-warung kecil, menunjukkan lemahnya pengawasan aparat di tingkat daerah.

Tuntutan Masyarakat

Masyarakat berharap aparat penegak hukum, khususnya Direktorat Bea dan Cukai, tidak hanya berhenti pada razia seremonial, melainkan benar-benar menindak tegas mafia rokok ilegal ini. Jika benar ada nama Arif Budiman atau Budi di balik peredaran Feloz, maka ini menjadi ujian besar bagi transparansi hukum di negeri ini.

Penegakan hukum yang tegas tanpa kompromi diharapkan mampu memutus mata rantai bisnis hitam rokok ilegal, menghentikan praktik suap dan upeti, serta melindungi masyarakat dari bahaya kesehatan dan kerugian negara yang kian membengkak.

Hingga berita ini diterbitkan, big bos yang diduga tersebut belum terkonfirmasi wartawan, dan akan menggali informasi lanjutan dengan akurat

(Athia)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.suararakyat.info untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Abrasi Sungai Terjang Kuala Enok, Belasan Bangunan Rusak dan Fasilitas Umum Ambruk, Kerugian Capai Ratusan Juta Rupiah
Wabup Yuliantini Buka Ngobrol Pintar Bersama Dewan Pendidikan, Perkuat Sinergi Majukan Pendidikan Inhil
Ekspose Percepatan Pembangunan dan Manajemen Talenta ASN, Bupati Inhil Dorong Pengembangan Karier Berbasis Kompetensi
Pelamar Kerja Laporkan Dugaan Ketidaktransparanan Rekrutmen PT Bina Mitra Artha ke Dinas Tenaga Kerja Meranti
DPC ASWIN Meranti dan Prokopim Perkuat Sinergi Melalui Konsolidasi dan Silaturahmi Jurnalistik
Menyambut 1448 Hijriah, Bupati Herman Ajak Masyarakat Inhil Perkuat Muhasabah dan Spiritualitas
Bupati Inhil Melalui Staf Ahli Sambut Kepulangan Jamaah Haji Kloter 11, Harapkan Kemabruran Haji Membawa Manfaat Bagi Sesama
Pemkab Meranti Bantah Framing Pemberitaan Temuan BPK, Sebut Proses TPTGR Sedang Berjalan
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 17 Juni 2026 - 23:29 WIB

Abrasi Sungai Terjang Kuala Enok, Belasan Bangunan Rusak dan Fasilitas Umum Ambruk, Kerugian Capai Ratusan Juta Rupiah

Rabu, 17 Juni 2026 - 23:22 WIB

Wabup Yuliantini Buka Ngobrol Pintar Bersama Dewan Pendidikan, Perkuat Sinergi Majukan Pendidikan Inhil

Rabu, 17 Juni 2026 - 23:18 WIB

Ekspose Percepatan Pembangunan dan Manajemen Talenta ASN, Bupati Inhil Dorong Pengembangan Karier Berbasis Kompetensi

Rabu, 17 Juni 2026 - 05:55 WIB

Pelamar Kerja Laporkan Dugaan Ketidaktransparanan Rekrutmen PT Bina Mitra Artha ke Dinas Tenaga Kerja Meranti

Selasa, 16 Juni 2026 - 10:28 WIB

DPC ASWIN Meranti dan Prokopim Perkuat Sinergi Melalui Konsolidasi dan Silaturahmi Jurnalistik

Berita Terbaru