Prof Dr Sutan Nasomal SH MH Pakar Hukum Internasional, Ekonom Mengklaim Dibalik HUT RI 80 Rakyat Menderita Miskin Melarat Ironis Dimana Presiden Hadir

- Penulis

Kamis, 14 Agustus 2025 - 07:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARARAKYAT.info||Bogor- Inilah potret kehidupan Rakyat di Indonesia sekarang ini dimana mana dari Sabangeureike “, ujar Prof Dr Sutan Nasomal SH MH Pakar Hukum Internasional, Ekonom menjawab materi pertanyaan para pemimpin redaksi media cetak dan onlen di kantornya Markas Pusat Partai Oposisi Merdeka di Jakarta 14/8/2025.Yang mana dikatakannya,

Sebuah Kisah Pilu Andri bersama keluarga dari Surade Kabupaten Sukabumi tidur di emperan toko selama 4 tahun dekat lampu merah ciawi Bogor.

Bersama istri yang sangat sabar menerima kehidupan pahit yang di jalani bersama suami yang hanya bisa bekerja sebagai pemulung dengan penghasilan sangat minim. Tidur bersama anak anaknya yang balita berusia 4 tahun dan berusia 2 bulan di emperan toko beralaskan kardus. Ibu eli asal Cikajang Garut memiliki anak dua bernama ikbal usia 4 tahun dan refan usia dua bulan. Masih bayi yang ikut tidur di emperan toko

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Andri yang dulu bekerja sebagai buruh kuli di perkebunan atau ladang kini sudah tidak ada lagi Karena sulitnya lapangan pekerjaan di Surade.

Andri terpaksa merantau ke Bogor Ciawi dengan pekerjaan sebagai pemulung selama 4 tahun lebih. Sangat sulit pekerjaan di kampung walau mencari upah 30.000 atau 50.000 perhari.

Hidup dalam kemiskinan dan tak mampu mengontrak rumah petakan. Dengan penghasilan setiap hari hanya Rp 30.000 bersama keluarga bertahan hidup apa adanya.

Selama berumah tangga belum pernah mendapatkan sumbangan apapun dari pemerintah.

Setiap setahun sekali andri pulang ke Cikajang Garut karena ibadah ramadhan (bulan puasa) bersama anak istri.

Lahan perkebunan Masyarakat banyak berganti menjadi perkebunan Kelapa Sawit di pegang perusahaan. Maka Masyarakat di daerah tidak mendapatkan pekerjaan selama di Surade Kab Sukabumi.

Prof DR KH Sutan Nasomal SH,MH pemerhati Masyarakat miskin sangat prihatin dengan keadaan saat ini. 80 Tahun Indonesia Merdeka Masyarakat kelaparan dan bertambah miskin makin banyak. Perkebunan Masyarakat menjadi tempat mencari nafkah selama ratusan tahun di banyak daerah dari sebelum INDONESIA ini ada. Mensejahterakan Masyarakat kampung dan mencukupi kehidupan masyarakat. Kini lahan perkebunan berganti menjadi ribuan hektar kelapa sawit dan tidak lagi memberikan pekerjaan untuk Masyarakat dulu bercocok tanam dan menjaga hutan raya.

READ  Pakar Hukum Internasional Desak Presiden Prabowo Usut Dugaan Penyerobotan Lahan Warga oleh PT Berau Coal

Prof Dr KH Sutan Nasomal SH,MH meminta Presiden RI Jendral Haji Prabowo Subiyanto dan Negara Indonesia untuk memperhatikan Masyarakat di daerah yang kehilangan lahan pekerjaan dan tambah sulit karena perkebunan sawit tidak mampu menyerap Masyarakat yang tidak memiliki pekerjaan. Perkebunan pedesaan dan persawahan telah berganti alih fungsi. Sangat banyak Masyarakat pedesaan terpaksa menjadi pemulung dan hidup terlunta lunta tidak memiliki penghasilan.

Prof DR KH Sutan Nasomal SH,MH kepada media menyampaikan kepada media. Ada jutaan keluarga miskin yang semakin miskin meninggalkan desa. Bahkan pengangguran yang jumlahnya puluhan juta. Negara harus menolong Masyarakat pedesaan agar bisa memiliki penghasilan untuk bisa hidup di negara Indonesia dan tanah airnya.

Andri sebagai pemulung bercerita kondisi anak anak yang sering sakit. Kalau anak anak sakit biasanya di bawa pulang ke kampung karena tidak ada keluarga di bogor dan tidak ada biaya.

Prof KH DR Sutan Nasomal SH,MH mengatakan. Semoga para petinggi di negara Indonesia baik Bupati Walikota Gubernur mau turun langsung menolong Masyarakat pedesaan dan buka lapangan pekerjaan. Jangan ada lagi merampas tanah Masyarakat.

Kekuatan Sabar yang luar biasa yang Masyarakat berikan kepada Negara Indonesia ada atas akhirnya

Narasumber : Prof DR KH Sutan Nasomal SH,MH Pakar Hukum Internasional, Ekonom juga Presiden Partai Oposisi Merdeka serta Jenderal Kompii dan Pendiri/Pengasuh Ponpes ASS SAQWA PLUS Jakarta

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.suararakyat.info untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Skandal Laptop Siluman BGN: Menguak Korupsi Ratusan Miliar Berkedok Transformasi Digital, Peruri Terlibat
DPR Kota Sorong Dorong Penyelesaian Internal Terkait Pemalangan Kantor Distrik Sorong Barat
Babinsa Koramil 1802-02/Sorong Barat Monitoring Pembangunan Jembatan Garuda Tahap IV
Pangdam XVIII/Kasuari Hadiri Rapat Kerja Pemprov Papua Barat : Perkuat Sinergi dan Stabilitas Daerah
Percepatan Konstruksi Jembatan Garuda Tahap IV, Kodim 1802/Sorong Perkuat Struktur Dasar
Bamsoet Raih Penghargaan Wartawan Parlemen Awards 2026 Kategori Legislator Penggerak Profesionalisme Institusi dan Aparat Penegak Hukum
Korupsi APBD Kabupaten Sorong Terbongkar, Kerugian Negara Capai Rp54 Miliar
Dugaan Minim nyaTransparansi Proyek Kopdes Merah Putih, Publik Pertanyakan Penggunaan Anggaran Negara di Lapangan
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 18 April 2026 - 23:51 WIB

Skandal Laptop Siluman BGN: Menguak Korupsi Ratusan Miliar Berkedok Transformasi Digital, Peruri Terlibat

Sabtu, 18 April 2026 - 07:59 WIB

DPR Kota Sorong Dorong Penyelesaian Internal Terkait Pemalangan Kantor Distrik Sorong Barat

Sabtu, 18 April 2026 - 03:45 WIB

Babinsa Koramil 1802-02/Sorong Barat Monitoring Pembangunan Jembatan Garuda Tahap IV

Jumat, 17 April 2026 - 13:03 WIB

Pangdam XVIII/Kasuari Hadiri Rapat Kerja Pemprov Papua Barat : Perkuat Sinergi dan Stabilitas Daerah

Jumat, 17 April 2026 - 03:22 WIB

Percepatan Konstruksi Jembatan Garuda Tahap IV, Kodim 1802/Sorong Perkuat Struktur Dasar

Berita Terbaru