Kuncinya Pada Pemerintah Untuk Membuat Regulasi Keberpihakan Bagi Para Pekerja

- Penulis

Rabu, 6 Agustus 2025 - 09:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suararakyat.info.Jakarta-Berdasarkan data Badan Statistik (BPS) per Februari 2025 didapat 7,28 juta pengangguran, ironisnya lebih dari 1 juta orang merupakan lulusan perguruan tinggi/sarjana.Tak pelak pemerintah tengah mendorong penyelarasan antara pendidikan dan kebutuhan dunia industri/ konsep link and match tentu kuncinya regulasi ada di pemerintah untuk mengendalikan pengangguran terdidik.

Alhasil pemerintah sangat sadar akan pengangguran tidak bisa diselesaikan dengan kebijakan tunggal.Oleh karenanya strategi lintas sektor dan berkelanjutan program menjadi kunci untuk menghadapi tantangan ketenagakerjaan di era Presiden Prabowo Subianto.Padahal kondisi terkini pertumbuhan ekonomi sedang berjalan membaik bahkan trenya positif terlihat dari pendapat perkapita masyarakat mengalami peningkatan tapi lapangan pekerjaan sulit didapat.

Menurut Prof Sumaryoto sebetulnya pertumbuhan ekonomi diukur dari kenaikan pendapatan per kapita, sementara kenaikan pendapatan banyak faktor/sumbernya.Apalagi dikaitkan dengan teknologi digital, jadi banyak perusahaan tumbuh tapi tidak dengan menambah lapangan pekerjaan justru malah mengurangi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Mengejar pertumbuhan/profit yang tinggi tapi mengorbankan karyawan, dengan menggunakan teknologi digital dirasa lebih efisien dan murah gejala sekarang seperti itu,”ujar Prof Sumaryoto Rektor Unindra kepada suararakyat.info, di Jakarta, Rabu (06/08/2025).

READ  Mahasiswa Unilak Klaim Dihalangi Teliti Limbah di PT NSP Meranti, Dugaan Pelanggaran Hak Akademik dan Akses Data Mencuat

Untuk mengantisipasi hal ini tambah Prof Sumaryoto pemerintah harus mengendalikan.Sebab Kalau tidak dengan caranya perusahan untuk mendapatkan profit yang tinggi tanpa memperhatikan faktor kemanusian.

“Jangan lupa bahwa manusia tetap dibutuhkan apalagi yang bersangkutan ikut berperan memajukan perusahaan, jadi jangan serta merta karena perusahaan menggunakan teknologi digital kemudian diberhentikan/PHK dengan alasan profit, disinilah peran pemerintah untuk mengendalikan, tidak boleh dunia industri/usaha dilepas sendiri, kalau bicara perusahaan/individu, bicara kepentingan orientasinya profit sementara ekses yang terkait dengan PHK tidak dipikirkan itu masalahnya,”urainya.

Dikatakan Prof Sumaryoto dalam menangani kurangnya lapangan pekerjaan bagi sarjana pemerintah harus mengendalikan banyak perusahaan yang tumbuh tapi tidak selaras dengan kebutuhan tenaga kerja.

“Jadi kemajuan teknologi ini perlu dikendalikan/melindungi para pekerja. Jadi perusahaan jangan hanya memperhatikan aspek upah saja. Ini yang namanya fenomena desrupsi ( desruption ) dan ini terjadi di seluruh dunia,”tandasnya.

 

(s handoko)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.suararakyat.info untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Di Balik Haru Perpisahan Siswa Kelas VI, Kondisi Bangunan MI Tanjungsari Jadi Sorotan Publik
SDN Sukakersa Parakansalak Gelar Perpisahan Siswa Kelas 6 dan Kenaikan Kelas, Sinarakan Sinergi Sekolah dan Masyarakat
Raih Gelar Doktor Internasional Anda, Program D.S.P.P. Resmi Dibuka di Jakarta!
Revitalisasi SMP Islam Ciherang Sukabumi Senilai Rp1,5 Miliar Disorot, Dugaan Penggunaan Besi Bekas dan Lemahnya Pengawasan Jadi Sorotan
Cegah Kenakalan Remaja Sejak Dini, Pemdes Cisarua Gelar Sosialisasi di SDN Nyamplung Nagrak
PKBM Bintang Mandiri Tersandung Dugaan Penggelembungan Data, Disdik Sukabumi Saling Lempar Bola 
Lulusan Siap Kerja dan Mandiri, Unindra Perkuat Keterampilan Praktis di Tengah Tingginya Pengangguran Produktif
Kodam Kasuari Sapa Generasi Muda Papua Barat Lewat Sosialisasi Penerimaan Catar Akademi TNI TA 2026
Berita ini 0 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Minggu, 28 Juni 2026 - 13:23 WIB

Di Balik Haru Perpisahan Siswa Kelas VI, Kondisi Bangunan MI Tanjungsari Jadi Sorotan Publik

Minggu, 28 Juni 2026 - 11:09 WIB

SDN Sukakersa Parakansalak Gelar Perpisahan Siswa Kelas 6 dan Kenaikan Kelas, Sinarakan Sinergi Sekolah dan Masyarakat

Senin, 15 Juni 2026 - 23:37 WIB

Raih Gelar Doktor Internasional Anda, Program D.S.P.P. Resmi Dibuka di Jakarta!

Kamis, 21 Mei 2026 - 14:09 WIB

Revitalisasi SMP Islam Ciherang Sukabumi Senilai Rp1,5 Miliar Disorot, Dugaan Penggunaan Besi Bekas dan Lemahnya Pengawasan Jadi Sorotan

Jumat, 24 April 2026 - 02:38 WIB

Cegah Kenakalan Remaja Sejak Dini, Pemdes Cisarua Gelar Sosialisasi di SDN Nyamplung Nagrak

Berita Terbaru

Berita Daerah

Kafilah Kabupaten SBB Raih Peringkat Tujuh di MTQ XXXI Provinsi Maluku

Selasa, 30 Jun 2026 - 02:22 WIB