Suararakyat.info.Jakarta-Pemerintah Indonesia terus menunjukkan komitmennya dalam menjaga stabilitas harga dan pasokan pangan nasional. Melalui langkah konkret dan terukur, pemerintah resmi meluncurkan distribusi 1,3 juta ton beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) ke seluruh pelosok negeri. Program ini dikemas dalam bentuk Gerakan Pangan Murah (GPM) yang digelar secara serentak di lebih dari 5.000 titik di berbagai provinsi, kabupaten, dan kota di Indonesia.
Gerakan ini merupakan hasil sinergi berbagai pihak, yakni Kementerian Pertanian, Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Pangan, Perum Bulog, PT Pos Indonesia, ID Food, dan PT Pupuk Indonesia Holding Company (PIHC). Tujuannya jelas: memastikan ketersediaan dan keterjangkauan harga beras bagi seluruh lapisan masyarakat.
Menteri Pertanian menyatakan bahwa langkah ini merupakan respon cepat pemerintah atas dinamika harga beras di pasar yang sempat menunjukkan tren naik beberapa waktu terakhir. “Kita tidak ingin masyarakat terbebani. Pemerintah hadir untuk menjamin pasokan aman dan harga terjangkau. Penyaluran 1,3 juta ton beras SPHP ini adalah bentuk nyata dari komitmen tersebut,” ujar Menteri Arman Sulaeman dalam konferensi pers di Jakarta.(19/7/2025)
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Beras SPHP yang disalurkan merupakan beras kualitas medium yang dibeli pemerintah dari cadangan pangan nasional dan disubsidi agar harganya tetap terjangkau oleh masyarakat. Dalam pelaksanaannya, Gerakan Pangan Murah juga menjual beragam komoditas pokok lain seperti minyak goreng, gula, telur, dan cabai dengan harga yang lebih rendah dari harga pasar.
Direktur Utama Perum Bulog menyampaikan bahwa pihaknya telah menyiapkan jaringan distribusi yang luas untuk menjamin beras SPHP bisa menjangkau seluruh wilayah, termasuk daerah terpencil dan rawan pangan. “Dengan dukungan PT Pos Indonesia dan ID Food, kita memastikan bahwa distribusi ini tepat sasaran dan tepat waktu,” ungkapnya.
Gerakan ini juga mendapat sambutan positif dari masyarakat. Antrean panjang terlihat di sejumlah titik distribusi di Jawa Barat, Kalimantan, hingga Nusa Tenggara. Warga mengaku sangat terbantu dengan adanya GPM, khususnya di tengah situasi ekonomi yang masih dalam tahap pemulihan pasca pandemi dan kenaikan harga sejumlah komoditas global.
Selain itu, Kementerian Pertanian juga menyebutkan bahwa program ini bukan hanya bersifat jangka pendek, melainkan bagian dari strategi jangka menengah untuk membangun ketahanan pangan nasional. Kolaborasi lintas sektor dan integrasi data pangan nasional menjadi kunci agar distribusi tepat sasaran dan tidak terjadi penimbunan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.
Gerakan Pangan Murah akan terus dilaksanakan secara berkala sesuai kebutuhan dan kondisi lapangan. Pemerintah mengimbau masyarakat untuk tidak panik membeli, karena pasokan beras dan komoditas pokok lainnya dalam kondisi aman.
Melalui langkah-langkah strategis ini, diharapkan inflasi pangan dapat ditekan, daya beli masyarakat tetap terjaga, dan stabilitas sosial ekonomi dapat dipertahankan. Pemerintah menegaskan bahwa mereka tidak akan tinggal diam dalam menghadapi persoalan pangan dan terus mengupayakan kebijakan yang berpihak kepada rakyat.
(Swd)














