Kepala BPS: Industri Unggulan Dongkrak Ekspor Jabar Naik, Neraca Dagang Menguat Tajam

- Penulis

Kamis, 3 Juli 2025 - 11:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suararakyat.info.Bandung-adan Pusat Statistik (BPS ) Jabar mencatat pada Bulan Mei 2025 ekspor Jawa Barat mencapai 3,33 milyar USD atau naik 20,54 persen dibandingkan April 2025.

Namun secara year on year turun 0,41 persen jika dibandingkan Mei 2024. Secara kumulatif ekspor Jabar Januari-Mei 2025 sebesar 15,40 milyar USD naik 2,80 persen dbandingkan periode yang sama 2024 yang hanya sebesar 14,98 milyar USD.

“Sektor industri masih mendominasi nilai ekspor Jabar sebesar 98,61 persen diikuti sektor migas sebesar 0,76 persen dan sektor pertanian sebesar 0,62 persen. Sementara menurut golongan barang yang terbesar adalah Kendaraan dan bagiannya mencapai 3,27 milyar USD, mesin dan perlengkapan elektrik senilai 2,50 milyar USD dan mesin dan peralatan mekanis senilai 1,18 milyar USD,” ujar Kepala BPS Jabar Darwis Sitorus.(3/7/2025)

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut negara tujuan ekspor, sepanjang Januari-Mei 2025 yang terbesar adalah Amerika Serikat dengan nilai 2,46 milyar USD, Filipina 1,40 milyar USD dan Jepang 1,15 milyar USD.

Berbeda dengan ekspor, dibandingkan April 2025 Jawa Barat mengalami penurunan impor pada Mei 2025 sebesar 0,82 persen dengan nilai impor mencapai 1,03 milyar. Penurunan juga terjadi secara year on year sebesar 7,14 persen dibandingkan Mei 2024. Dan secara akumulasi Januari-Mei 2025 nilai impor mencapai 5,01 milyar USD atau turun 2,09 persen dibandingkan periode yang sama 2024 yang mencapai 5,12 milya USD.

READ  Ketika Negara Absen: Balita Sakit Naik Motor, Potret Buram Akses Kesehatan di Sukabumi

“Dilihat dari struktur penggunaannya, impor terbesar adalah bahan baku/penolong sebesar 79,94 persen, barang modal sebesar 11,33 persen dan barang konsumsi sebesar 8,73 persen,” tambahnya.

Sementara dari golongan barang, impor terbesar sepanjang Januari-Mei 2025 adalah mesin dan perlengkapan elektrik senilai 666 juta USD, mesin dan peralatan mekanis senilai 435 juta USD, serta plastik dan barang dari plastik senilai 370 juta USD.

Negara sumber impor terbesar masih berasal dari Tiongkok snilai 1.594 juta USD, Jepang 673 juta USD dan Korea Selatan 612 juta USD.

“Kenaikan ekspor dan turunnya impor ini menyebabkan neraca perdagangan Jawa Barat surplus sebesar 10,39 milyar USD. Jika dirinci menurut negara, kita surplus dengan Amerika Serikat, Filipina, Thailand dan Vietnam. Akan tetapi kita mengalami defisit dengan Tiongkok dan Taiwan.”, pungkas Darwis.

(Prangga)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.suararakyat.info untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Toilet Nyaman dan Bersih, Wajah Baru Pelayanan di RSUD Sekarwangi untuk Pengunjung
Sorotan Publik terhadap Dana Hibah Kesra 2025, Diduga MUI Kabupaten Sukabumi Terima Rp 8 Miliar
Dana Umat Puluhan Miliar di Sukabumi Mengalir ke Mana? Sorotan Keras Praktisi Hukum atas Transparansi BAZNAS
Ironi di Cibadak: Di Dekat Kantor PDAM, Warga Pamuruyan Masih Krisis Air Bersih
Jalan Provinsi di Cikidang Diduga Dikerjakan Asal Jadi, Proyek Rp34 Miliar Disorot Minim Pengawasan dan Transparansi
Dugaan Permainan Oknum dalam Program PTSL di Baros Sukabumi, Puluhan Bidang Tanah Tak Kunjung Tersertifikasi
Sinergitas TNI-Polri Menguat, Forkopimda Kota Bandung Gelar Olahraga Bersama Sambut Hari K3 Sedunia
Lima Tahun Terlantar Tanpa Penanganan, Noval Warga Parakansalak Diduga Alami Gangguan Jiwa di Tengah Pusat Pemerintahan, Pemdes dan Puskesmas Disorot 
Berita ini 0 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 29 April 2026 - 10:06 WIB

Toilet Nyaman dan Bersih, Wajah Baru Pelayanan di RSUD Sekarwangi untuk Pengunjung

Rabu, 29 April 2026 - 06:43 WIB

Sorotan Publik terhadap Dana Hibah Kesra 2025, Diduga MUI Kabupaten Sukabumi Terima Rp 8 Miliar

Rabu, 29 April 2026 - 02:01 WIB

Dana Umat Puluhan Miliar di Sukabumi Mengalir ke Mana? Sorotan Keras Praktisi Hukum atas Transparansi BAZNAS

Rabu, 29 April 2026 - 01:40 WIB

Ironi di Cibadak: Di Dekat Kantor PDAM, Warga Pamuruyan Masih Krisis Air Bersih

Selasa, 28 April 2026 - 15:15 WIB

Jalan Provinsi di Cikidang Diduga Dikerjakan Asal Jadi, Proyek Rp34 Miliar Disorot Minim Pengawasan dan Transparansi

Berita Terbaru