Ketika Negara Absen: Balita Sakit Naik Motor, Potret Buram Akses Kesehatan di Sukabumi

- Penulis

Jumat, 23 Mei 2025 - 15:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suararakyat.info.Sukabumi– Di tengah semarak program-program kesehatan yang sering digaungkan pemerintah, kenyataan pahit justru menampar seorang ayah bernama abah ajat, warga Kampung Babakan Baru, Desa Banyumurni, Kecamatan Cibitung, Kabupaten Sukabumi. Video dirinya membonceng balita sakit di atas sepeda motor menuju rumah sakit viral di berbagai grup WhatsApp, menggugah simpati sekaligus kemarahan publik. Bukan karena sensasi, tetapi karena fakta memilukan: akses kesehatan dasar masih menjadi kemewahan bagi sebagian rakyat Indonesia.

Anaknya yang baru berusia 21 bulan tengah sakit dan sempat dibawa ke Puskesmas Cibitung. Namun, karena kondisi si kecil memerlukan penanganan lebih serius, pihak puskesmas merujuknya ke RSUD Jampang Kulon. Di titik itulah perjuangan abah ajat sebagai seorang ayah diuji.

“Kuduna abah ti imah teh mawa anak make ambulan, kusabab titah mayar 200 rebu kapaksa dibawa dina motor.soalna anak abah iye step.” Ujarnya (Bahasa sunda-Red) dalam rekaman video yang berdurasi singkat

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam kondisi panik dan tanpa pilihan, ia sempat pulang ke rumah hanya untuk berganti pakaian dan menenangkan diri. Tak ada ambulans yang segera disediakan. Tak ada jaminan transportasi dari pemerintah desa. Yang ada hanyalah satu sepeda motor tua dan tekad kuat seorang ayah membawa anaknya agar bisa tetap hidup.

READ  HUT Karang Taruna Kp.Cisarandi RT 01,RW 01,Dua Desa Parakansalak Dan Lebaksari Gelar Acara Santunan Anak Yatim

Yang lebih menyayat, mengabarkan bahwa mereka diminta membayar biaya administrasi ambulans sebesar Rp 200 ribu. Bagi sebagian orang, angka itu mungkin receh. Tapi bagi keluarga yang sedang berjibaku dengan kecemasan dan kesempitan ekonomi, itu adalah angka yang bisa menentukan antara menunggu atau segera bertindak.(23/5/2025)

Peristiwa ini menelanjangi banyak hal: ketidaksiapan layanan kesehatan primer, miskinnya sistem rujukan darurat, hingga tidak adanya kebijakan operasional yang peka terhadap warga miskin. Ironisnya, di waktu yang sama, para pejabat sering berseloroh soal ‘ngopi bareng rakyat’ atau menggelar seremoni mewah atas nama pelayanan publik.

Abah Ajat bukan satu-satunya. Ia hanya menjadi simbol dari sistem yang abai. Jika hari ini publik tergerak karena sebuah video viral, berapa banyak warga lainnya yang sunyi dalam perjuangannya?

Pemerintah daerah dan pusat perlu menjawab ini, bukan dengan klarifikasi dangkal atau empati dadakan, melainkan dengan langkah nyata dan sistemik. Karena ketika rakyat kecil harus memilih antara nyawa dan ongkos, maka jelas negara sedang gagal hadir.

 

(Hilman)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.suararakyat.info untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Warga Sukabumi Apresiasi Polda Jabar Ungkap Dugaan Korupsi Jembatan Cipamuruyan, Hilman: Bukti Penegakan Hukum Berjalan
Pilkades PAW Cibolang Masuki Tahap Akhir, DPMD Tekankan Musyawarah dan Netralitas
Demo 2626 Soroti Gaji ke-13 dan Tukin ASN yang Belum Cair, Desakan Hak Angket terhadap Wali Kota Menguat
Anggaran Ratusan Juta, Pekerjaan Diduga Hanya Puluhan Juta: Proyek SAB Sukabumi TA 2026 Diterpa Sorotan, Transparansi Disperkim Dipertanyakan
Aksi Damai 10 Ribu Relawan SPPG se- Sukabumi, Kritik Narasi Sepihak terhadap Program MBG
Ketua DPD Tani Merdeka Sukabumi Tegaskan MBG Penopang Petani, Serukan Aksi Damai Bermartabat
Tolak Moratorium Dapur MBG, Relawan SPPG Mutiara Pelabuhanratu 1 Desak BGN Tinjau Ulang Kebijakan
Dessy Ratnasari Apresiasi PAUDQU Al-Kahfi Kebonpedes, Tekankan Peran Orang Tua dalam Pendidikan Al-Qur’an Sejak Dini
Berita ini 0 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 30 Juni 2026 - 09:32 WIB

Warga Sukabumi Apresiasi Polda Jabar Ungkap Dugaan Korupsi Jembatan Cipamuruyan, Hilman: Bukti Penegakan Hukum Berjalan

Senin, 29 Juni 2026 - 14:35 WIB

Pilkades PAW Cibolang Masuki Tahap Akhir, DPMD Tekankan Musyawarah dan Netralitas

Sabtu, 27 Juni 2026 - 02:54 WIB

Demo 2626 Soroti Gaji ke-13 dan Tukin ASN yang Belum Cair, Desakan Hak Angket terhadap Wali Kota Menguat

Jumat, 26 Juni 2026 - 06:31 WIB

Anggaran Ratusan Juta, Pekerjaan Diduga Hanya Puluhan Juta: Proyek SAB Sukabumi TA 2026 Diterpa Sorotan, Transparansi Disperkim Dipertanyakan

Rabu, 24 Juni 2026 - 07:02 WIB

Aksi Damai 10 Ribu Relawan SPPG se- Sukabumi, Kritik Narasi Sepihak terhadap Program MBG

Berita Terbaru