Tragedi Kemanusiaan dan Perusakan Alam: Investigasi GAKORPAN-PPWI Ungkap Dugaan Kejahatan Lingkungan dan Penggusuran Brutal di Sumatera Utara hingga Raja Ampat

- Penulis

Sabtu, 14 Juni 2025 - 05:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suararakyat.info.Jakarta– Dalam momentum penting bagi keadilan dan lingkungan hidup, sejumlah tokoh nasional dari berbagai organisasi sipil dan media mengungkapkan hasil investigasi mendalam terkait tragedi kemanusiaan di Sumatera Utara serta kerusakan parah kawasan konservasi di Raja Ampat, Papua Barat.(14/6/2025)

Dr. Bernard BBBI Siagian, SH.MAKP, Ketua DPP GAKORPAN, bersama Bunda Farida Sebayang dari PPWI dan aktivis kemanusiaan Bunda Nelly Pardede dari Gerakan Pejuang 45 Sampali, menegaskan perlunya penegakan hukum tanpa kompromi terhadap mafia tanah, pengusaha hitam, dan aktor oligarki yang mengorbankan rakyat demi pembangunan mercusuar hunian mewah.

Tragedi Sumatera Utara: Rakyat Digusur Demi Properti Eksklusif

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Investigasi GAKORPAN dan PPWI menemukan bahwa penggusuran masyarakat adat dan Melayu di kawasan Sampali, Mandoge, Bulu Cina hingga Gudang Asap, Deli Serdang, berlangsung secara brutal dan tanpa penghormatan terhadap hak asasi manusia. Warga yang telah menghuni dan mengelola lahan tersebut selama lebih dari 65 tahun dipaksa angkat kaki oleh kekuatan modal yang berkolusi dengan kekuasaan.

“Bangsa ini dibangun oleh rakyat, bukan untuk dipaksa bertekuk lutut oleh kekuatan kapitalis yang menyaru dalam bentuk pembangunan,” tegas Bunda Nelly Pardede. Ia menyatakan, rakyat tak akan tinggal diam menghadapi kejahatan kemanusiaan yang terorganisir ini.

Lompat ke Raja Ampat: Tambang di Kawasan Lindung, Dugaan Skandal Anak Pejabat

Dari Sumatera Utara, laporan investigasi bergeser ke wilayah timur Indonesia Raja Ampat. Di sini, GAKORPAN menemukan bahwa lima perusahaan tambang nikel, salah satunya dikaitkan dengan Ananda Andre Tohpaty, diduga telah melakukan eksploitasi di kawasan hutan lindung yang mestinya dijaga ketat. Ironisnya, dalam proses pengurusan izin, disebut-sebut terjadi pertemuan antara Andre bersama ibunya, seorang pejabat tinggi di Kementerian LHK, dengan mantan Presiden Joko Widodo.

READ  Dewan Pers Sambut Positif Usulan JMSI soal Perluasan Perlindungan HAM bagi Pekerja Pers

Hasilnya, empat dari lima perusahaan tersebut kini terbukti melakukan pelanggaran berat terhadap SOP lingkungan dan regulasi pertambangan. Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto langsung mencabut izin empat perusahaan tersebut, dan satu sisanya masih dalam pengawasan ketat (WASKAT).

“Ini langkah penting yang menunjukkan keberanian pemerintah saat ini dalam melawan perusakan lingkungan yang terstruktur dan mungkin disokong elite,” ujar Rusman Pinem, Ketua Tim Investigasi DPP GAKORPAN.

Kontroversi Gambar dan Disinformasi Digital

Di tengah pengungkapan kasus, beredar pula gambar dan video kapal pengangkut tambang nikel berlogo “JKW” dan “Dewi Irina” yang memperlihatkan seolah-olah kerusakan terjadi di kawasan Piaynemo. Gambar-gambar ini, yang diketahui merupakan hasil rekayasa kecerdasan buatan (AI), memicu polemik dan menyulut sentimen publik.

Pemerintah mengimbau masyarakat untuk cermat dalam menerima informasi visual. “Disinformasi, fitnah, dan kebencian (DFK) saat ini menjadi alat adu domba digital. Masyarakat perlu waspada terhadap manipulasi data yang bisa mengguncang stabilitas nasional,” tegas Bunda Farida.

Seruan Nasional: Lawan Oligarki, Wujudkan ASTACITA

Dengan latar tragedi penggusuran dan kehancuran lingkungan, para tokoh sipil dan aktivis menyerukan pentingnya menyukseskan Program ASTACITA delapan cita-cita strategis nasional yang menjadi pondasi menuju Indonesia Emas 2045.

“Sudah waktunya Indonesia bangkit. Pemerintahan Prabowo harus menegaskan posisinya sebagai garda terdepan pemberantasan korupsi dan penjagaan sumber daya alam. Stop penjajahan gaya baru oleh oligarki dan mafia tanah,” tegas Dr. Bernard Siagian.

 

(Dr.Bernard Ketua Gakporkan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.suararakyat.info untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Heboh Dugaan Kasus Pelecehan Seksual di FHUI, Ketum DePA-RI: Jadikan Kampus Sebagai Ruang yang Aman dan Inklusif   
Skandal Laptop Siluman BGN: Menguak Korupsi Ratusan Miliar Berkedok Transformasi Digital, Peruri Terlibat
DPR Kota Sorong Dorong Penyelesaian Internal Terkait Pemalangan Kantor Distrik Sorong Barat
Babinsa Koramil 1802-02/Sorong Barat Monitoring Pembangunan Jembatan Garuda Tahap IV
Pangdam XVIII/Kasuari Hadiri Rapat Kerja Pemprov Papua Barat : Perkuat Sinergi dan Stabilitas Daerah
Percepatan Konstruksi Jembatan Garuda Tahap IV, Kodim 1802/Sorong Perkuat Struktur Dasar
Bamsoet Raih Penghargaan Wartawan Parlemen Awards 2026 Kategori Legislator Penggerak Profesionalisme Institusi dan Aparat Penegak Hukum
Korupsi APBD Kabupaten Sorong Terbongkar, Kerugian Negara Capai Rp54 Miliar
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 19 April 2026 - 22:36 WIB

Heboh Dugaan Kasus Pelecehan Seksual di FHUI, Ketum DePA-RI: Jadikan Kampus Sebagai Ruang yang Aman dan Inklusif   

Sabtu, 18 April 2026 - 23:51 WIB

Skandal Laptop Siluman BGN: Menguak Korupsi Ratusan Miliar Berkedok Transformasi Digital, Peruri Terlibat

Sabtu, 18 April 2026 - 07:59 WIB

DPR Kota Sorong Dorong Penyelesaian Internal Terkait Pemalangan Kantor Distrik Sorong Barat

Sabtu, 18 April 2026 - 03:45 WIB

Babinsa Koramil 1802-02/Sorong Barat Monitoring Pembangunan Jembatan Garuda Tahap IV

Jumat, 17 April 2026 - 13:03 WIB

Pangdam XVIII/Kasuari Hadiri Rapat Kerja Pemprov Papua Barat : Perkuat Sinergi dan Stabilitas Daerah

Berita Terbaru