Suararakyat.info.Jakarta- Kementerian Sosial Republik Indonesia mencatatkan langkah progresif dalam pengelolaan aset negara dengan berhasil melelang satu unit mobil mewah Rolls-Royce seharga Rp2,5 miliar. Lelang ini dilakukan secara resmi melalui koordinasi dengan Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) dan telah melalui tiga tahapan sebelum akhirnya mencapai keberhasilan.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf, yang akrab disapa Gus Ipul, menyambut gembira hasil lelang tersebut. Menurutnya, dana hasil penjualan kendaraan mewah itu akan dikonversi secara konkret menjadi bantuan sosial dalam bentuk yang lebih bermakna yaitu rumah layak huni bagi keluarga miskin.
“Alhamdulillah, proses lelang ini berjalan dengan baik. Rolls-Royce ini bukan lagi simbol kemewahan, tapi sudah kita ubah menjadi simbol keadilan sosial. Hasil lelangnya akan digunakan untuk membangun rumah bagi masyarakat miskin,” ungkap Gus Ipul dalam keterangannya.(12/6/2025)
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Mobil mewah yang dilelang merupakan salah satu aset negara yang sebelumnya tidak dimanfaatkan secara optimal. Kini, berkat sinergi antara Kemensos dan KPKNL, aset tersebut berhasil dikembalikan fungsinya untuk mendukung agenda perlindungan sosial pemerintah.
Proses lelang sendiri tidak langsung terjadi dalam satu tahap. Tiga kali tahapan lelang dilakukan guna mendapatkan nilai terbaik dan memastikan transparansi serta akuntabilitas di setiap prosesnya. Hasil akhirnya membuktikan efektivitas mekanisme tersebut, dengan angka penjualan mencapai Rp2,5 miliar.
Dana hasil lelang akan dialokasikan langsung ke dalam program-program bantuan sosial yang dikelola oleh Kemensos, khususnya pembangunan hunian bagi keluarga prasejahtera yang selama ini belum memiliki tempat tinggal yang layak.
Langkah ini juga menjadi simbol perubahan paradigma dalam tata kelola aset negara: dari simbol-simbol kemewahan yang eksklusif, menjadi instrumen nyata pemerataan kesejahteraan. Kementerian Sosial berharap, langkah ini dapat menjadi contoh bagi kementerian dan lembaga lainnya dalam mengoptimalkan aset untuk kepentingan rakyat banyak.
(Hs)














