Meracik Rasa dan Makna di Hari Raya: Resep Khas Iduladha yang Menyatukan Lidah dan Tradisi

- Penulis

Kamis, 5 Juni 2025 - 02:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suararakyat.info.Jakarta— Iduladha tidak hanya tentang penyembelihan hewan kurban, melainkan juga perayaan rasa, kebersamaan, dan nilai pengorbanan. Di dapur-dapur rumah dan halaman musholla, aroma daging yang terbakar di atas bara arang menjadi saksi bahwa kuliner telah menjadi bagian tak terpisahkan dari cara umat Islam memperingati hari besar ini.

Dari Sabang sampai Merauke, setiap daerah punya kekhasan dalam mengolah daging kurban. Namun ada satu benang merah yang menyatukan cita rasa, tradisi, dan filosofi. Di Sumatera Utara, khususnya kawasan Deli Serdang, resep-resep turun-temurun kembali hadir ke meja makan. Salah satu yang paling dinanti adalah Gulai Kambing Kampung, Sate Maranggi Deli, dan Sop Tulang Sapi Rempah hidangan khas yang diracik dengan sabar dan cinta.(5/6/2025)

1. Gulai Kambing Kampung Deli: Warisan Leluhur yang Terus Hidup

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Gulai kambing bukan sekadar masakan, ia adalah warisan. Di desa-desa sekitar Percut Sei Tuan dan Tanjung Morawa, gulai kambing biasanya dimasak dalam kuali besar, menggunakan kayu bakar, dan dimasak bersama oleh para lelaki dewasa.

Bahan-bahan:

1 kg daging kambing kampung, potong sesuai selera

1 liter santan kental

3 lembar daun salam, 2 batang serai, 2 lembar daun jeruk

2 ruas lengkuas, geprek

1 sdm air asam jawa

Bumbu halus:

8 siung bawang merah

5 siung bawang putih

5 butir kemiri

1 ruas jahe

2 sdm ketumbar sangrai

1 sdt jintan dan adas manis

Cabai merah besar secukupnya (sesuaikan tingkat pedas)

Cara memasak:

1. Tumis bumbu halus hingga harum, masukkan rempah-rempah dan daging kambing.
2. Aduk hingga daging berubah warna, lalu tuang santan secara perlahan.
3. Masak di atas api kecil selama 1,5 jam agar empuk dan bumbu meresap.
4. Tambahkan air asam, koreksi rasa, dan sajikan hangat dengan nasi putih atau lontong.

Gulai ini bukan hanya lezat, tetapi juga dipercaya menghangatkan badan. Masyarakat menyebutnya sebagai “pengikat perut dan hati” karena biasanya disantap beramai-ramai usai salat Id dan penyembelihan hewan kurban.

2. Sate Maranggi Deli: Tradisi yang Berasimilasi

Meskipun berasal dari Jawa Barat, gaya sate maranggi telah diadaptasi oleh warga Deli Serdang. Bedanya, bumbu kecap digantikan oleh sambal andaliman khas Batak dan kadang diselingi dengan potongan nenas sebagai pelunak daging.

Bahan:

500 gram daging sapi kurban, potong dadu besar

2 sdm air nenas (opsional)

READ  Cilok Saus Kacang Kenyal Gurih, Jajanan Rakyat yang Naik Kelas dan Bikin Ketagihan

1 sdm minyak goreng

Bumbu halus:

5 siung bawang putih

4 siung bawang merah

2 sdm ketumbar

1 ruas jahe

Garam dan gula merah secukupnya

Pelengkap:

Sambal andaliman atau sambal kecap pedas

Cara membuat:

1. Marinasi daging dengan bumbu halus dan air nenas, diamkan minimal 2 jam.

2. Tusuk daging, lalu panggang di atas bara api hingga matang dan mengeluarkan aroma khas.

3. Sajikan dengan sambal andaliman dan irisan bawang merah mentah.

Tradisi bakar sate dilakukan oleh pemuda dan remaja, sekaligus menjadi ajang silaturahmi antar generasi. “Kami ngumpul di pos ronda, bakar sate sambil main gitar. Itu tradisi Iduladha kami dari kecil,” ujar Budi Santoso, salah satu pemuda dari Desa Bandar Klippa.

3. Sop Tulang Sapi Rempah: Hangatkan Jiwa, Eratkan Persaudaraan

Tak semua bagian daging bisa dijadikan sate. Tulang dan urat biasanya dikumpulkan untuk dibuat sop. Kuahnya bening, tetapi aromanya kuat dan dalam. Resep ini banyak digunakan oleh ibu-ibu di kampung untuk menjamu tamu yang datang bersilaturahmi.

Bahan:

1 kg tulang sapi dengan sumsum

2 liter air

1 batang kayu manis, 5 butir cengkeh, 3 butir kapulaga

3 siung bawang putih dan 4 bawang merah (iris, goreng)

2 sdm bawang goreng untuk taburan

Daun bawang, seledri, tomat, kentang

Cara memasak:

1. Rebus tulang sapi hingga mendidih dan buang buihnya.
2. Masukkan rempah, kentang, dan irisan bawang, rebus hingga empuk dan kuah harum.
3. Sajikan dengan taburan bawang goreng dan sambal cabai rawit.

Makna yang Lebih Dalam dari Sekadar Hidangan

Dosen Antropologi Kuliner Universitas Sumatera Utara, Fajar Silalahi, menjelaskan bahwa “hidangan kurban adalah upaya merekatkan nilai sosial yang mulai renggang. Di saat krisis ekonomi atau konflik sosial, dapur kurban menjadi tempat netral dan hangat untuk memperkuat solidaritas.”

Sementara itu, dalam jurnal “Food, Faith, and Festivity in Contemporary Muslim Societies” (Hasan & Mutmainnah, 2021), dijelaskan bahwa makanan dalam Iduladha tidak hanya merepresentasikan rasa syukur, tetapi juga distribusi keadilan karena daging kurban wajib diberikan kepada yang membutuhkan.

Iduladha bukan hanya tentang menyembelih hewan, tetapi juga menyembelih ego, merayakan empati, dan membagi rasa dalam setiap piring gulai, sate, dan sop. Dari tangan yang memotong daging hingga tangan yang menyalakan bara, semuanya adalah bagian dari ibadah sosial yang lezat.

(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.suararakyat.info untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Resep Cendil Ubi Ungu Kenyal dan Manis Legit, Sajian Kolak Sederhana yang Hemat untuk Menu Jelang Ramadan
Cilok Saus Kacang Kenyal Gurih, Jajanan Rakyat yang Naik Kelas dan Bikin Ketagihan
Gurih Tradisi di Piring Nusantara: Gulai Daun Singkong, Warisan Rasa yang Tak Lekang Zaman
Roti Panggang Alpukat Telur, Camilan Sehat Favorit yang Kian Digemari Masyarakat Urban
Gurih Renyah Warisan Sungai Siak: Kerupuk Ikan Rasau Jadi Primadona Kuliner Lokal di Riau
Gulai Ikan Kakap, Sajian Tradisional Berbumbu Kaya yang Menggugah Selera
Ranginang Kriuk Khas Nusantara, Camilan Tradisional yang Kembali Naik Daun dan Banyak Diburu Warga
Polres Sukabumi Kota Berhasil Meringkus 4 Pelaku Kasus Curanmor Beserta Sejumlah BB
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 18 Februari 2026 - 23:57 WIB

Resep Cendil Ubi Ungu Kenyal dan Manis Legit, Sajian Kolak Sederhana yang Hemat untuk Menu Jelang Ramadan

Sabtu, 7 Februari 2026 - 06:36 WIB

Cilok Saus Kacang Kenyal Gurih, Jajanan Rakyat yang Naik Kelas dan Bikin Ketagihan

Jumat, 16 Januari 2026 - 13:49 WIB

Gurih Tradisi di Piring Nusantara: Gulai Daun Singkong, Warisan Rasa yang Tak Lekang Zaman

Senin, 12 Januari 2026 - 02:45 WIB

Roti Panggang Alpukat Telur, Camilan Sehat Favorit yang Kian Digemari Masyarakat Urban

Selasa, 30 Desember 2025 - 11:58 WIB

Gurih Renyah Warisan Sungai Siak: Kerupuk Ikan Rasau Jadi Primadona Kuliner Lokal di Riau

Berita Terbaru