Wajah Tambang Ilegal di Kuansing: Ilham dan Herry Diduga Kendalikan Operasi PETI di Tiga Kecamatan

- Penulis

Rabu, 4 Juni 2025 - 01:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suararakyat.info.kuansing Riau-raktik pertambangan emas tanpa izin (PETI) di Kabupaten Kuantan Singingi, Provinsi Riau, kian mengkhawatirkan. Aktivitas ilegal ini terus berlangsung bahkan semakin meluas, meskipun sudah kerap diberitakan dan menjadi sorotan publik. Dugaan keterlibatan dua nama yang tidak asing lagi di wilayah ini, Ilham dan Herry, kembali mencuat ke permukaan. Kali ini keduanya disebut sebagai aktor utama atau “BigBos” yang mengendalikan operasi PETI di sejumlah lokasi berbeda.

Informasi yang diperoleh dari narasumber terpercaya menyebutkan bahwa kegiatan PETI yang mereka jalankan tidak hanya terjadi di satu tempat. Setidaknya ada tiga lokasi utama yang saat ini diduga kuat menjadi pusat aktivitas tambang ilegal yang dikendalikan oleh keduanya. Ketiga titik tersebut antara lain berada di aliran Sungai Bawang, Kecamatan Benai; kawasan Geringging Baru (A1), Kecamatan Sentajo Raya; serta sekitar Desa Koto Baru, Kecamatan Singingi Hilir, tepatnya sekitar 300 meter ke arah belakang dari rumah makan Ojolali.

Kegiatan tambang emas tanpa izin ini tidak hanya berlangsung secara diam-diam. Operasional di lapangan dilaporkan melibatkan sejumlah alat berat dan unit mesin dompeng, dengan pengawasan ketat dari orang-orang kepercayaan kedua tokoh yang disebut. Ironisnya, meskipun keberadaan PETI di lokasi-lokasi tersebut sudah diketahui publik, tindakan konkret dari pihak aparat penegak hukum (APH) maupun dinas terkait masih belum terlihat jelas.

“Sudah beberapa kali diberitakan, tapi belum ada upaya serius untuk menghentikan aktivitas mereka. Justru lokasi tambang ilegal malah terus bertambah,” ujar salah satu warga yang meminta namanya tidak disebutkan.(3/6/2025)

Lebih lanjut, sumber tersebut menilai bahwa lemahnya penegakan hukum terhadap aktivitas PETI di Kuantan Singingi menjadi salah satu penyebab utama semakin parahnya kerusakan lingkungan di wilayah ini. Aktivitas tambang ilegal secara langsung berdampak pada rusaknya daerah aliran sungai (DAS), meningkatnya pencemaran air, serta potensi hilangnya sumber kehidupan masyarakat yang bergantung pada sungai dan hutan.

Kondisi ini memunculkan kekhawatiran yang mendalam dari masyarakat sipil dan pemerhati lingkungan. Selain soal kerusakan alam, ketiadaan tindakan tegas dari APH juga memunculkan dugaan kuat adanya pembiaran atau bahkan keterlibatan oknum tertentu dalam membekingi aktivitas ilegal ini.

Hingga berita ini diturunkan, awak media masih berupaya mengonfirmasi pihak-pihak terkait, baik dari kalangan pemerintah daerah, dinas lingkungan hidup, maupun kepolisian setempat. Publik menanti jawaban pasti: sampai kapan kejahatan terhadap lingkungan ini akan dibiarkan?

 

(Athia)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.suararakyat.info untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

1.900 Personel Siap Amankan Kunjungan Gibran Rakabuming Raka di Papua Barat Daya
Jelang Kunjungan Wapres Gibran Di Sorong, Pemprov Papua Barat Daya Matangkan Seluruh Persiapan
Heboh Dugaan Kasus Pelecehan Seksual di FHUI, Ketum DePA-RI: Jadikan Kampus Sebagai Ruang yang Aman dan Inklusif   
Skandal Laptop Siluman BGN: Menguak Korupsi Ratusan Miliar Berkedok Transformasi Digital, Peruri Terlibat
DPR Kota Sorong Dorong Penyelesaian Internal Terkait Pemalangan Kantor Distrik Sorong Barat
Babinsa Koramil 1802-02/Sorong Barat Monitoring Pembangunan Jembatan Garuda Tahap IV
Pangdam XVIII/Kasuari Hadiri Rapat Kerja Pemprov Papua Barat : Perkuat Sinergi dan Stabilitas Daerah
Percepatan Konstruksi Jembatan Garuda Tahap IV, Kodim 1802/Sorong Perkuat Struktur Dasar
Berita ini 0 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Senin, 20 April 2026 - 10:03 WIB

1.900 Personel Siap Amankan Kunjungan Gibran Rakabuming Raka di Papua Barat Daya

Senin, 20 April 2026 - 04:25 WIB

Jelang Kunjungan Wapres Gibran Di Sorong, Pemprov Papua Barat Daya Matangkan Seluruh Persiapan

Minggu, 19 April 2026 - 22:36 WIB

Heboh Dugaan Kasus Pelecehan Seksual di FHUI, Ketum DePA-RI: Jadikan Kampus Sebagai Ruang yang Aman dan Inklusif   

Sabtu, 18 April 2026 - 23:51 WIB

Skandal Laptop Siluman BGN: Menguak Korupsi Ratusan Miliar Berkedok Transformasi Digital, Peruri Terlibat

Sabtu, 18 April 2026 - 07:59 WIB

DPR Kota Sorong Dorong Penyelesaian Internal Terkait Pemalangan Kantor Distrik Sorong Barat

Berita Terbaru