Farhan Tegaskan,Spiritualitas dan Keadilan Sosial Jadi Kompas Kepemimpinan di Bandung

- Penulis

Minggu, 1 Juni 2025 - 09:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suararakyat.info.Bandung-Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengajak masyarakat untuk memahami kembali esensi Pancasila sebagai dasar negara yang lahir dari spiritualisme dan nilai moral luhur.

Menurutnya, Pancasila bukan sekadar norma hukum, melainkan ruh yang harus mewarnai setiap langkah kepemimpinan dan kehidupan berbangsa.

Hal itu disampaikan Farhan dalam dialog Peringatan Hari Lahir Pancasila bersama Majelis Luhur Kepercayaan Kota Bandung yang digelar di Pendopo Kota Bandung, Sabtu (31/5/2025).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Farhan mengungkapkan pengalaman kontemplatif dan refleksi pribadinya terkait makna spiritual dalam kepemimpinan.

Menurutnya, seorang pemimpin tidak boleh hanya bergantung pada hukum positif dan aturan administratif tanpa jiwa dan moralitas.

“Kalau hanya mengandalkan hukum positif tanpa memperhatikan nilai spiritual, saya bisa saja menjadi seperti para penguasa otoriter yang mengkultuskan diri mereka sendiri, seperti Kim Il-Sung, Kim Jong-Il, dan Kim Jong-Un di Korea Utara,” katanya.

Baginya, kekuasaan tanpa landasan spiritual akan membunuh jiwa sebuah bangsa dan menjauhkan nilai-nilai kemanusiaan.

Oleh karena itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat dan aparat pemerintahan untuk menggali kembali akar spiritualisme Pancasila yang dilahirkan oleh Bung Karno.

Farhan menceritakan kisah spiritual Bung Karno yang diyakini menemukan lima sila Pancasila saat melakukan kontemplasi di hutan Arjasari, Banjaran.

“Saya sendiri ingin mendorong perbaikan dan pelestarian tempat-tempat bersejarah ini, termasuk makam tokoh yang menginspirasi perjuangan sosial,” ucapnya.

READ  Walikota Ayep Zaki Pimpin Prosesi Pelantikan dan Pengambilan Sumpah 21 PNS Eselon II dan Pejabat Fungsional. Ini Pesannya

Farhan menggarisbawahi pentingnya keadilan sosial sebagai puncak dari nilai-nilai Pancasila.

Ia menjelaskan, keadilan yang dimaksud bukan sekadar keadilan formal yang tertulis dalam hukum, tetapi juga keadilan yang dirasakan oleh rakyat secara nyata.

“Keadilan itu adalah rarasaan, yang tidak bisa diukur dengan indeks semata. Kita sering melihat ketimpangan dalam penegakan hukum yang membuat rasa keadilan masyarakat terluka, seperti kasus korupsi yang hukumannya jauh lebih ringan dibandingkan pelaku kejahatan kecil,” ujarnya.

Ia juga memperkenalkan konsep keadilan sebagai equilibrium atau keseimbangan, bukan sekadar equal atau kesamaan rata.

“Equal berarti sama rata, tapi itu belum tentu adil. Equilibrium memberikan kesempatan yang sama sesuai dengan kebutuhan dan kondisi masing-masing individu. Ini yang harus kita pahami sebagai spirit keadilan sosial,” ujarnya.

Dalam konteks kebhinekaan, Farhan mengapresiasi praktik toleransi yang berjalan di Kota Bandung. Kebebasan beribadah dijamin tetapi juga diimbangi dengan hak masyarakat untuk menyampaikan pendapat, bahkan dalam bentuk demo.

Pemerintah bertugas menjaga agar tidak terjadi gesekan fisik antar kelompok. Ia mencontohkan penanganan konflik antara kelompok pendukung sepak bola Bobotoh dan Jakmania yang sejak 2018 relatif kondusif.

Selain itu, Farhan mengajak seluruh warga Bandung untuk mewujudkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari dengan semangat gotong royong dan persatuan.

“Kita tidak hanya menghafal Pancasila, tapi harus menghidupkan nilai-nilainya melalui tindakan nyata

(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.suararakyat.info untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kesbangpol Papua Barat Daya Dorong Penguatan Kelembagaan Adat dan Percepatan Perdasus Pengendalian Penduduk
Bupati Inhil: Bujang Dara 2026 Harus Jadi Duta Pariwisata, Budaya, dan Inspirasi Generasi Muda
Ketua BKMT Inhil Hadiri Syukuran Jamaah Haji, Suasana Penuh Kebersamaan
Enam Desa di Pelangiran Jadi Percontohan Reforma Agraria, Bupati Herman Pastikan Lahan untuk Rakyat Kecil
Mahasiswa Sorong Desak Evaluasi Kebijakan Pemerintah, Tolak MBG, Soroti Harga BBM dan Pemborosan APBN
DPC ASWIN Meranti dan Prokopim Perkuat Sinergi Melalui Konsolidasi dan Silaturahmi Jurnalistik
Sekda Tantawi Jauhari Ajak ASN Hadiri Doa Akhir Tahun Hijriah, Tekankan Percepatan APBD 2027
Belasan Siswa MA Sabilal Muhtadin Ujian di Teras Tanpa Alas, Pengakuan Siswi dan Keterangan Guru Berbeda, Hak Anak Jadi Sorotan Publik
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 20 Juni 2026 - 06:23 WIB

Kesbangpol Papua Barat Daya Dorong Penguatan Kelembagaan Adat dan Percepatan Perdasus Pengendalian Penduduk

Sabtu, 20 Juni 2026 - 02:12 WIB

Bupati Inhil: Bujang Dara 2026 Harus Jadi Duta Pariwisata, Budaya, dan Inspirasi Generasi Muda

Sabtu, 20 Juni 2026 - 02:07 WIB

Ketua BKMT Inhil Hadiri Syukuran Jamaah Haji, Suasana Penuh Kebersamaan

Kamis, 18 Juni 2026 - 23:46 WIB

Enam Desa di Pelangiran Jadi Percontohan Reforma Agraria, Bupati Herman Pastikan Lahan untuk Rakyat Kecil

Kamis, 18 Juni 2026 - 10:19 WIB

Mahasiswa Sorong Desak Evaluasi Kebijakan Pemerintah, Tolak MBG, Soroti Harga BBM dan Pemborosan APBN

Berita Terbaru