Ribuan Ikan Mati di Sepanjang Aliran Sungai Singingi  Singingi Hilir.Diduga Adanya Limbah Pabrik

- Penulis

Sabtu, 24 Mei 2025 - 23:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suararakyat.info.Kuansing-Diduga berasal dari Pabrik Kelapa Sawit (PKS) PT. Sawit Inti Makmur (SIM) mengakibatkan ribuan ikan mati di aliran sungai singingi – singingi hilir yang diketahui di wilayah Desa Kebun Lado, Kecamatan Singingi Kabupaten Kuansing, Provinsi Riau. sabtu 24/5/2025 sekitar pukul 07.00 wib.

Dugaan limbah pabrik milik PT. SIM, setelah warga setempat menyusuri hulu sungai guna mencari sumber limbah yang masuk ke sungai itu. ditemukan dari anak sungai yang keberadaan nya tidak jauh dari PKS milik PT (SIM) yang mengalir ke sungai tersebut” Lapor E kepada awak media, sabtu (24/05/2025)sore.

Dia mengungkapkan aliran air dari anak sungai tersebut telah tercemar dan berubah warna menjadi hitam.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Ini saya kirimkan foto dan vidionya, air nya sudah berubah warna karena limbah itu, dan mengalir langsung ke sungai singingi” Ucapnya sambil mengirimkan foto dan vidio yang dimaksud.

Diketahui dibeberapa media yang diterbitkan, pihak DLH kuansing telah melakukan pengecekan di lapangan, bahkan telah mengambil sampel air sungai yang tercemar dan bukti-bukti lainya.

READ  Pernah Dipimpin Dadan Hindayana, Kampus Ini Diduga Tersangkut Kasus Dana Hibah Pemda Halmahera Barat

“Sudah di cek dilapangan, sample sudah di ambil, langkah cepat dari Pemerintah ialah menghentikan operasional pabrik untuk sementara “ungkap Delfides Gusti

Sementara itu, Pabrik Kelapa Sawit milik PT. SIM itu diketahui belum memiliki izin kelayakan dalam pembuangan limbah. Pabrik yang masih seumur jagung tersebut juga masih dalam tahap uji coba dalam beroperasi.

Sementara itu, warga masyarakat setempat ( E ) berharap agar pabrik yang tidak mengikuti aturan atau melanggar aturan agar segera ditutup, karena sangat berdampak buruk dan merugikan masyarakat setempat.

“Kalau melanggar aturan tolong diberikan sanksi tegas, kalau seperti ini jelas sudah merugikan masyarakat banyak, tadi pun saya lihat masih ada buah masuk, itu tolong diawasi jangan kecolongan produksi di malam hari” pungkasnya.

 

(Athia/Tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.suararakyat.info untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Distribusi BBM Nelayan Inhil Dalam Sorotan, Kabid Perikanan Tegaskan Tak Ada Extra dan Barcode untuk Kapal 5 GT ke Atas
Yuliantini Minta Data Kemiskinan Diperkuat, Program Harus Tepat Sasaran hingga Tingkat RT
DPP ASWIN Resmi Sahkan Kepengurusan DPC Kabupaten Kepulauan Meranti Periode 2026–2031
Tingkatkan Sinergitas, Kodaeral XIV Sorong Menerima Kunjungan Kerja SKK Migas Perwakilan Pamalu dan KKKS Petronas Bobara
Aksi Ormas Berujung Laporan: Wali Kota Sukabumi Disorot dari Data hingga Dugaan Penistaan
Ketidaksesuaian Foto dan Narasi Berita, Pemkab Meranti Klarifikasi Temuan Belanja Suku Cadang
POLISI CINTA PETANI: PERSONIL POLSEK BENGKALIS TURUN KE PERKEBUNAN MERAWAT HINGGA PANEN TANAMAN JAGUNG PIPIL BUMDES DARA SEMBILAN*
Dukung Swasembada Pangan, Polsek Bengkalis Gelar Aksi Penanaman Jagung Pipil Serentak di Desa Kuala Alam*
Berita ini 0 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Senin, 15 Juni 2026 - 07:52 WIB

Distribusi BBM Nelayan Inhil Dalam Sorotan, Kabid Perikanan Tegaskan Tak Ada Extra dan Barcode untuk Kapal 5 GT ke Atas

Minggu, 14 Juni 2026 - 15:07 WIB

Yuliantini Minta Data Kemiskinan Diperkuat, Program Harus Tepat Sasaran hingga Tingkat RT

Minggu, 14 Juni 2026 - 02:14 WIB

DPP ASWIN Resmi Sahkan Kepengurusan DPC Kabupaten Kepulauan Meranti Periode 2026–2031

Sabtu, 13 Juni 2026 - 00:48 WIB

Tingkatkan Sinergitas, Kodaeral XIV Sorong Menerima Kunjungan Kerja SKK Migas Perwakilan Pamalu dan KKKS Petronas Bobara

Jumat, 12 Juni 2026 - 23:19 WIB

Aksi Ormas Berujung Laporan: Wali Kota Sukabumi Disorot dari Data hingga Dugaan Penistaan

Berita Terbaru