Kapolres Lhokseumawe Bahas Isu Kamtibmas Bersama Guru Besar Ekonomi Prof. Dr. Apridar

- Penulis

Rabu, 14 Mei 2025 - 09:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suararakyat.info.Lhokseumawe -Kapolres Lhokseumawe AKBP Dr. Ahzan, S.H., S.I.K., M.S.M., M.H., menerima kunjungan silaturahmi sekaligus berdiskusi seputar isu-isu strategis kamtibmas dengan Guru Besar Ilmu Ekonomi Universitas Syiah Kuala dan Ketua Dewan Pakar ICMI Orwil Aceh, Prof. Dr. Apridar, S.E., M.Si., di ruang kerja Kapolres, Rabu (14/5/2025).

Dalam pertemuan tersebut, keduanya membahas berbagai tantangan keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah hukum Polres Lhokseumawe serta peran penting akademisi dalam memberikan pandangan dan solusi ilmiah terhadap dinamika sosial yang berkembang.

Kapolres menegaskan pentingnya membangun sinergi antara kepolisian dan kalangan intelektual demi menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif. “Pemikiran kritis dan objektif dari para akademisi sangat kami butuhkan untuk memperkuat pendekatan preventif dan edukatif dalam menjaga kamtibmas,” ujar Kapolres.

Sementara itu, Prof. Apridar mengapresiasi keterbukaan Polres Lhokseumawe dalam menerima masukan dari berbagai kalangan, termasuk dari dunia akademik. Ia mengatakan, pertemuan ini merupakan bagian dari ikhtiar bersama untuk mendukung pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.

“Kapolres ini sahabat lama saya. Dalam diskusi tadi, kita berbincang banyak tentang kondisi Lhokseumawe dan Aceh Utara, termasuk bagaimana peran keamanan mendukung pembangunan. Media juga memiliki peran strategis dalam menciptakan opini publik yang sehat dan mendukung stabilitas,” ungkap Prof. Apridar.

Ia juga menyampaikan apresiasi terhadap kinerja Polres Lhokseumawe dalam memberikan perlindungan dan pengayoman kepada masyarakat. Menurutnya, kenyamanan dan rasa aman yang telah dirasakan masyarakat merupakan modal besar yang harus dijaga dan ditingkatkan secara berkelanjutan.
Sebagai seorang ekonom, Profesor Apridar menekankan bahwa pembangunan berkelanjutan harus inklusif. “Masyarakat tidak bisa hanya disuruh menjaga keamanan, tetapi juga harus diberikan akses ekonomi yang memadai,” tegasnya.

Prof Apridar mendukung langkah Kapolres yang tidak hanya fokus pada penindakan, tetapi juga pada pencegahan melalui pendekatan kesejahteraan. “Ini sejalan dengan konsep prosperity policing, di mana kepolisian tidak hanya menjaga hukum, tetapi juga membantu menciptakan lingkungan yang kondusif untuk ekonomi tumbuh,” tambahnya.

Kapolres Lhokseumawe telah membuktikan bahwa polisi tidak hanya bertugas menangkap penjahat, tetapi juga menjadi katalisator pembangunan. Dengan dukungan dari para ahli seperti Profesor Apridar, konsep pembangunan berkelanjutan berbasis keamanan bukan lagi sekadar wacana, tetapi sebuah aksi nyata.

Masyarakat Lhokseumawe dan Aceh Utara pun semakin yakin bahwa dengan kepemimpinan yang visioner dan kolaborasi yang solid, masa depan yang aman dan sejahtera bukanlah impian belaka, tetapi suatu keniscayaan yang sedang diwujudkan hari ini.

Diskusi ini diharapkan menjadi langkah awal bagi kerja sama lebih luas antara Polres Lhokseumawe dan komunitas intelektual di Aceh, khususnya dalam program edukasi, pembinaan generasi muda, serta kegiatan sosial kemasyarakatan lainnya demi menciptakan suasana yang aman, damai, dan produktif.

Sumber: khaidar

READ  Exploring Bandung's Natural Wonders: From Volcanic Landscapes to Majestic Waterfall

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.suararakyat.info untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Koarmada III Gelar Kauseri Agama, Perkuat Mental dan Spiritualitas Prajurit
Pelayanan KP2KP Selatpanjang Tuai Respons Positif di Hari Terakhir Pelaporan SPT
Tahap Akhir Pembangunan Jembatan Garuda Capai 87% wilayah Kodim Sorong
Hampir selesai, Masyarakat Senang Pembangunan Jembatan Garuda Tahap IV TA. 2026 Wilayah Kodim 1802/Sorong Capai 80%
Media Center Diduga Mati Suri, Kejari Kabupaten  Sukabumi Dituding Tutup Akses Informasi Publik
Made Hiroki Laporkan Dugaan KDRT ke Polisi, Minta Publik Tidak Berspekulasi
Data Korban Insiden Stasiun Bekasi Timur Beredar di Media Sosial, Belum Terverifikasi Resmi dan masih menunggu awak media masih menunggu rilis resmi dari pihak terkait untuk memastikan validitas data korban dalam insiden tersebut
BRI Perkuat Pembiayaan Perumahan, Salurkan KPP Rp258,9 Miliar di Papua
Berita ini 0 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 30 April 2026 - 09:33 WIB

Koarmada III Gelar Kauseri Agama, Perkuat Mental dan Spiritualitas Prajurit

Kamis, 30 April 2026 - 05:10 WIB

Pelayanan KP2KP Selatpanjang Tuai Respons Positif di Hari Terakhir Pelaporan SPT

Rabu, 29 April 2026 - 14:35 WIB

Tahap Akhir Pembangunan Jembatan Garuda Capai 87% wilayah Kodim Sorong

Rabu, 29 April 2026 - 14:33 WIB

Hampir selesai, Masyarakat Senang Pembangunan Jembatan Garuda Tahap IV TA. 2026 Wilayah Kodim 1802/Sorong Capai 80%

Rabu, 29 April 2026 - 05:30 WIB

Media Center Diduga Mati Suri, Kejari Kabupaten  Sukabumi Dituding Tutup Akses Informasi Publik

Berita Terbaru

Uncategorized

Polres Kediri ungkap 5 Kasus curanmor, dan kembalikan ke pemilik

Kamis, 30 Apr 2026 - 09:19 WIB

Uncategorized

Kapolres Kediri Resmikan Renovasi Jembatan Merah Putih Presisi

Kamis, 30 Apr 2026 - 09:09 WIB

Uncategorized

Menyongsong Hari Bhayangkara ke-80, Polres Kediri Gelar Lomba TPTKP

Kamis, 30 Apr 2026 - 09:05 WIB