Kurikulum Berdampak Harus Ada Kemanfaatan Untuk Masyarakat

- Penulis

Jumat, 9 Mei 2025 - 06:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suararakyat.info.Jakarta-Kementerian Diktisaintek meluncurkan program Kampus Berdampak sebagai penerus Kampus Merdeka pada April 2025.

Diketahui Kampus berdampak mempunyai kurikulum dan program yang sama, namun demikian pelaksanaannya diatur oleh internal kampus masing- masing.

Menurut Prof Sumaryoto arah dan kebijakan kurikulum berdampak Kemendiktisaintek adalah untuk melengkapi, meluruskan sekaligus mempertegas peran perguruan tinggi dimasyarakat secara umum harus memberikan kemanfaatan.

“Kurikulum Berdampak terkait dengan program-progam pemerintah yang sekarang sedang berlaku dari mulai 8 misi Presiden, 8 program hasil terbaik cepat dan 17 program prioritas, ini terjawab dengan program Kurikulum Berdampak,”ujar Prof Sumaryoto Rektor Unindra Kepada SUARARAKYAT.INFO, di Jakarta, Jumat (09/05/2025).

Prof Sumaryoto menyebut Kurikulum Berdampak muaranya adalah pembangunan berkelanjutan terutama yang terkait dengan SDM karena SDM yang unggul akan memberikan kontribusi yang stategik dan dominan dalam melaksanakan program berkelanjutan menuju Indonesia Emas 2045.

Disinggung mengenai Kampus untuk meninggalkan rutinitas lama/administratif dalam Kurikulum Berdampak menurutnya harus hati-hati sebab nanti kalau mengkonversi manual dengan digital pada sebuah kegiatan dilembaga kementerian atau pendidikan adalah sebuah keniscayaan namun tidak boleh tergesa-gesa/terburu-buru tapi harus memverifikasi dan memilah-milah mana yang prioritas mana yang bukan karena apa?

“Imbasnya nanti pada pemutusan hubungan kerja kalau tugas dan fungsinya tergantikan oleh komputer/sistem digital untuk itu harus hati-hati, diperhitungkan secara cermat dan mengantisipasi dampak dan resikonya pengangguran ini yang tidak mudah,”ungkapnya.

Lebih lanjut Prof Sumaryoto menyatakan jika pengangguran terjadi akan muncul masalah-masalah derivatif seperti kemiskinan, masalah sosial yang lain ini yang harus pikirkan.

“Sebetulnya kampus sudah siap dengan Kurikulum Berdampak bahkan sejak Covid, pergerakan era industri 4.O menuju 5.O sebetulnya sedang berjalan,”imbuhnya.

Era digital tambah Prof Sumaryoto adalah sebuah keniscayaan tapi tidak semua orang suka makanya sistem manual pun harus tetap disiapkan. Sebagai contoh dalam proses belajar mengajar di kampus.

“Sekarang yang berlaku hybrid mengkombain luring dan daring, kenapa ada luring karena tidak semua bisa didaringkan.Apalagi terkait dengan kewenangan dosen seperti nilai dan mengevaluasi tidak semua menggunakan teknologi digital,”tandasnya.

(s handoko)

READ  Satgas Anti Preman KDM: Gagasan Berani untuk Jawa Barat yang Lebih Aman

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.suararakyat.info untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Harapan Besar untuk Revitalisasi SD 2026, Meranti Dorong Peningkatan Sarana dan Prasarana Pendidikan
Revitalisasi Sekolah Didanai APBN, IWO Sukabumi Serukan Pengawasan Ketat Demi Cegah Penyimpangan
Ketua Dewan Pendidikan: Polemik SPMB Tak Akan Selesai Jika Sekolah Negeri Masih Dianggap Satu-satunya Pilihan
Pidato Kepala MI Tanjungsari Tuai Polemik, Dugaan Pertahankan Jabatan dan Transparansi Dana Hibah RKB Jadi Sorotan, Kemenag Sukabumi Diminta Tidak Tutup Mata
Di Balik Haru Perpisahan Siswa Kelas VI, Kondisi Bangunan MI Tanjungsari Jadi Sorotan Publik
SDN Sukakersa Parakansalak Gelar Perpisahan Siswa Kelas 6 dan Kenaikan Kelas, Sinarakan Sinergi Sekolah dan Masyarakat
Raih Gelar Doktor Internasional Anda, Program D.S.P.P. Resmi Dibuka di Jakarta!
Revitalisasi SMP Islam Ciherang Sukabumi Senilai Rp1,5 Miliar Disorot, Dugaan Penggunaan Besi Bekas dan Lemahnya Pengawasan Jadi Sorotan
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 23 Juli 2026 - 02:36 WIB

Harapan Besar untuk Revitalisasi SD 2026, Meranti Dorong Peningkatan Sarana dan Prasarana Pendidikan

Selasa, 7 Juli 2026 - 23:30 WIB

Revitalisasi Sekolah Didanai APBN, IWO Sukabumi Serukan Pengawasan Ketat Demi Cegah Penyimpangan

Jumat, 3 Juli 2026 - 06:13 WIB

Ketua Dewan Pendidikan: Polemik SPMB Tak Akan Selesai Jika Sekolah Negeri Masih Dianggap Satu-satunya Pilihan

Rabu, 1 Juli 2026 - 08:59 WIB

Pidato Kepala MI Tanjungsari Tuai Polemik, Dugaan Pertahankan Jabatan dan Transparansi Dana Hibah RKB Jadi Sorotan, Kemenag Sukabumi Diminta Tidak Tutup Mata

Minggu, 28 Juni 2026 - 13:23 WIB

Di Balik Haru Perpisahan Siswa Kelas VI, Kondisi Bangunan MI Tanjungsari Jadi Sorotan Publik

Berita Terbaru