Prabowo Tegaskan Keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis Meski Dihantam Isu Keracunan

- Penulis

Senin, 5 Mei 2025 - 23:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suararakyat.info.Jakarta– Presiden terpilih Prabowo Subianto akhirnya angkat bicara terkait insiden keracunan makanan yang terjadi dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Dalam Sidang Paripurna Kabinet yang digelar pada Senin, 5 Mei 2025, Prabowo menegaskan bahwa insiden tersebut tidak mencerminkan kegagalan program secara keseluruhan.

Menurut Prabowo, dari total 3,4 juta siswa yang menjadi penerima manfaat MBG, hanya sekitar 200 siswa yang dilaporkan mengalami gejala keracunan atau gangguan pencernaan ringan. Angka tersebut, kata dia, setara dengan 0,005 persen dari total penerima. Dengan kata lain, tingkat keberhasilan program ini mencapai 99,99 persen.

“Jadi bisa dikatakan yang keracunan atau yang perutnya nggak enak berjumlah 200 orang. Itu 200 dari 3 koma sekian juta, kalau tidak salah adalah 0,005. Berarti keberhasilannya adalah 99,99 persen. Di mana ada usaha manusia di bidang pekerjaan apapun, kalau 99,99 persen keberhasilannya, oke dong?” ujar Prabowo dalam pernyataannya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pernyataan ini disampaikan menyusul meningkatnya sorotan publik terhadap keamanan makanan dalam program MBG. Program yang menjadi salah satu prioritas kebijakan sosial Prabowo tersebut bertujuan untuk meningkatkan gizi anak-anak sekolah, terutama di daerah terpencil dan kelompok kurang mampu.

Prabowo menekankan bahwa pemerintah tetap akan mengevaluasi dan memperbaiki rantai distribusi serta pengawasan kualitas makanan agar kejadian serupa tidak terulang. Namun ia mengimbau masyarakat untuk melihat capaian program secara menyeluruh dan tidak hanya terfokus pada insiden minor.

READ  Rencana Pengambilalihan Kapal ARLINE 02 oleh PT WBE Terbongkar, Dokumen Crew Ditahan

“Ini bukan berarti kita mengabaikan yang 0,005 persen itu, tentu akan kita perbaiki. Tapi jangan juga dibalik jadi seolah-olah seluruh program ini gagal. Jangan biarkan segelintir masalah menutupi manfaat besar yang dirasakan jutaan anak Indonesia,” tambahnya.

Program MBG sendiri direncanakan akan diperluas hingga menjangkau 80 juta anak secara bertahap. Pemerintah mengklaim bahwa selain memperbaiki gizi, program ini juga berdampak positif terhadap peningkatan kehadiran siswa di sekolah serta membantu perekonomian lokal lewat penyediaan bahan pangan dari petani dan UMKM.

Menteri Kesehatan dan Menteri Pendidikan juga dilaporkan telah menurunkan tim investigasi ke daerah-daerah yang mengalami kasus keracunan. Hasil awal investigasi menunjukkan bahwa mayoritas kasus disebabkan oleh kesalahan teknis dalam penyimpanan atau distribusi makanan, bukan karena standar bahan baku yang digunakan.

Pemerintah memastikan bahwa sanksi akan diberikan kepada pihak yang lalai, serta akan memperkuat pelatihan dan prosedur pengawasan terhadap penyedia makanan di lapangan.

 

(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.suararakyat.info untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Hak Siswa Dipertanyakan, Dugaan Penahanan PIP dan Denda Tunggakan Mencuat di MA Sabilal Muhtadin
Muswil I MUI Papua Barat Daya Dipalang Adat, MMP Tuntut Keterlibatan Muslim Asli Papua
APINDO Minta Kajian Komprehensif Sebelum Konvensi ILO tentang Pekerja Platform Diratifikasi
Otonomi Daerah di Persimpangan Jalan, Dr. Fachrul Razi Beberkan Masalah Pokok dan Solusi Strategis di Kuliah Umum UICI
Hadapi Ancaman El Nino, Menko Polkam Arahkan Desk Karhutla Tingkatkan Kesiapsiagaan dan Pencegahan
Nama Calon Tersangka Sudah Dikantongi Polda Papua Barat Daya, Kasus Korupsi Inspektorat Tinggal Tunggu Audit BPK
Mahasiswa Sorong Desak Evaluasi Kebijakan Pemerintah, Tolak MBG, Soroti Harga BBM dan Pemborosan APBN
UICI dan Dr. Fachrul Razi Bahas Otonomi Daerah dalam Bingkai Wawasan Nusantara
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 20 Juni 2026 - 08:03 WIB

Hak Siswa Dipertanyakan, Dugaan Penahanan PIP dan Denda Tunggakan Mencuat di MA Sabilal Muhtadin

Jumat, 19 Juni 2026 - 12:44 WIB

Muswil I MUI Papua Barat Daya Dipalang Adat, MMP Tuntut Keterlibatan Muslim Asli Papua

Jumat, 19 Juni 2026 - 02:32 WIB

APINDO Minta Kajian Komprehensif Sebelum Konvensi ILO tentang Pekerja Platform Diratifikasi

Jumat, 19 Juni 2026 - 00:06 WIB

Otonomi Daerah di Persimpangan Jalan, Dr. Fachrul Razi Beberkan Masalah Pokok dan Solusi Strategis di Kuliah Umum UICI

Kamis, 18 Juni 2026 - 23:57 WIB

Hadapi Ancaman El Nino, Menko Polkam Arahkan Desk Karhutla Tingkatkan Kesiapsiagaan dan Pencegahan

Berita Terbaru