SUARARAKYAT.info || KEDIRI – Wujud nyata sinergitas Tiga Pilar di tingkat kewilayahan ditunjukkan secara kompak oleh jajaran TNI, Polri, dan Pemerintah Desa. Masih dalam suasana semarak peringatan Hari Bhayangkara ke-80, pada Jumat (3/7/2026) pagi, jajaran Forkopimcam menggelar kegiatan sambang wilayah bersama dengan mengunjungi salah satu destinasi yang sarat akan nilai religi dan jejak sejarah, Goa Ngrancang Kencono.
Goa yang terletak tersembunyi di tebing lereng Gunung Wilis, tak jauh dari pemukiman penduduk lingkungan RT 4 RW 17 Dusun Geneng, Desa Tarokan, Kecamatan Tarokan, Kabupaten Kediri ini menjadi fokus perhatian karena nilai historis, karomah spiritual, serta keagungan potensi alamnya yang menyimpan sejuta misteri.
Kegiatan sambang dan peninjauan lokasi wisata ini dipimpin langsung oleh Kapolsek Tarokan AKP Priyo Hadistyo, S.H. Bersama dengan jajaran personel Polsek Tarokan, hadir pula jajaran dari Koramil 0809/05 Grogol, serta Kepala Desa Tarokan Supadi yang didampingi oleh seluruh jajaran perangkat Desa Tarokan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kehadiran Tiga Pilar di lokasi ini bukan hanya sekadar patroli keamanan wilayah (kamtibmas), melainkan juga bentuk dukungan nyata terhadap pengembangan destinasi wisata minat khusus di wilayah lereng Wilis yang sarat dengan nilai-nilai luhur.
”Sebagai bagian dari wujud pengabdian di momen Hari Bhayangkara ke-80 ini, kami ingin menegaskan kembali komitmen Polri Untuk Masyarakat. Polsek Tarokan bersama Koramil Grogol dan Pak Kades beserta perangkat desa sengaja turun langsung ke Goa Ngrancang Kencono. Sinergitas Tiga Pilar ini tidak hanya untuk menjaga kamtibmas, tetapi juga mengawal bagaimana potensi lokal seperti ini bisa maju dan membawa manfaat ekonomi bagi warga dengan tetap mengedepankan aspek keselamatan,” ujar AKP Priyo Hadistyo.
Aura sakral dan nuansa mistis yang berwibawa kental terasa ketika menginjakkan kaki di kawasan ini. Goa Ngrancangan—begitu biasa masyarakat setempat menyebutnya—masih terbalut natural alam liar pegunungan yang seolah menjaga kesucian tempat tersebut. Jalan setapak serta medan terjal dan curam menjadi satu-satunya akses berharga untuk bisa sampai ke lokasi.
Bagian depan Goa Ngrancangan berukuran panjang sekitar 6 meter lebih dengan tinggi kurang lebih 2 meter. Pintu masuknya tertutup rindang pepohonan sehingga tak begitu kentara letaknya apabila dipandang dari kejauhan, seolah menyembunyikan keheningan di dalamnya. Keunikan lain dari goa yang tingginya kurang dari dua meter itu adalah kerap meneteskan air dari bagian atas. Semua titik yang sering mengeluarkan air tersebut membuat dinding tebingnya berubah menjadi hijau eksotis karena ditumbuhi lumut alami.
Menurut keterangan masyarakat setempat, banyak pengunjung dari luar daerah yang memanfaatkan Goa Ngrancangan sebagai tempat bertapa, ritual “ngalap berkah”, serta meditasi spiritual untuk mendekatkan diri dan berserah kepada Tuhan Yang Maha Esa. Keberadaan anglo tempat membakar arang, taburan kembang setaman, wadah dupa, alas tikar, serta aroma wewangian kemenyan yang pekat ditemukan di dalam gua, menjadi jejak paling nyata dari aktivitas keagamaan dan pencarian ketenangan batin tersebut.
Namun di balik keindahan dan keheningan spiritualnya, tempat ini menyimpan mitos dan pantangan yang kuat. Salah satu tokoh warga setempat mengungkapkan bahwa Goa Ngrancangan merupakan tempat yang terlarang bagi sejoli yang sedang memadu kasih.
”Goa Ngrancangan ini merupakan tempat terlarang bagi pasangan kekasih yang berpacaran. Mitosnya, apabila tempat ini dikunjungi untuk berpacaran, bisa menimbulkan hubungan dengan pacar akan berakhir kandas alias putus,” ungkap salah satu warga dekat lokasi goa.
Konon, kesakralan dan wingitnya tempat ini berkaitan erat dengan sejarah masa lalu, di mana goa ini merupakan tempat peraduan dan persinggahan suci Dewi Songgo Langit yang juga dipanggil Dewi Sekartaji, putri tersohor dari Kerajaan Jenggala saat masa pengembaraan dan laku prihatinnya.
Menanggapi hal tersebut, Mbah Jaerah selaku Juru Kunci Goa Ngrancang Kencono memberikan peringatan keras kepada setiap pengunjung. Ia menegaskan bahwa situs keramat yang diselimuti tabir gaib ini tidak boleh disepelekan.
”Gua Ngrancangan bukan tempat sembarangan, ini tempat sakral, tempat keramat. Mitos yang berkembang menyebutkan barangsiapa yang datang ke sini dengan membawa niat buruk, hati yang kotor, atau punya tujuan tertentu yang tidak baik, bakal kuwalat dan mendapatkan celaka,” tegas Mbah Jaerah dengan nada berwibawa.
Ia juga mengingatkan kondisi fisik bagian dalam goa yang menyerupai labirin berbahaya.
”Bagi yang ingin masuk, harus ekstra hati-hati. Di depan memang sangat sempit hingga kita harus merangkak, tapi semakin ke dalam ruangannya semakin lebar dan besar. Masalahnya, di dalam terdapat beberapa jalur persimpangan yang membingungkan. Jika sampai tersesat, bisa dipastikan tidak akan bisa kembali menemukan pintu keluar,” jelasnya.
Mbah Jaerah juga menceritakan kisah mistis nyata sebagai bukti tuah dan kesakralan situs tersebut, di mana dulu pernah ada orang yang nekat mencuri 5 buah batu berbentuk tugu kecil dari dalam goa dan dibawa pulang. Tanpa diduga, atas izin sang penunggu gaib, batu-batu tersebut justru kembali dengan sendirinya ke dalam goa tanpa ada yang memindahkan secara fisik.
Lebih lanjut, ia membenarkan bahwa pada hari-hari sakral yang sarat akan energi spiritual, seperti malam Jumat Legi atau Selasa Kliwon, banyak peziarah luar kota yang datang bertirakat, bermunajat, dan melakukan riyadhoh demi kelancaran karier maupun keinginan naik pangkat.
Melihat besarnya potensi wisata sejarah, alam, dan budaya spiritual ini, Kepala Desa Tarokan, Supadi, menyatakan kesiapan pemerintah desa untuk mengelolanya secara serius. Pihak pemerintah desa bersama juru kunci, kepala dusun, dan tokoh masyarakat berkomitmen akan terus bersinergi dengan Polsek Tarokan dan Koramil Grogol demi mewujudkan kawasan wisata Goa Ngrancang Kencono yang aman, tertib, dan tetap terjaga kelestarian adat serta kesakralan budayanya demi mendongkrak ekonomi warga sekitar.
Penulis : Ags
Editor : Red
Sumber Berita : suararakyat.info














