SUARARAKYAT || Bandung – Semangat persatuan, toleransi, dan kebersamaan mewarnai pelaksanaan Doa Bersama Lintas Agama dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026 yang berlangsung di Aula Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Jawa Barat, Jalan Soekarno-Hatta Nomor 748, Kota Bandung, Kamis (25/6/2026).
Kegiatan yang mengusung tema “80 Tahun Mengabdi, Polri untuk Masyarakat” tersebut dihadiri sekitar 200 peserta dari berbagai unsur pemerintahan, TNI-Polri, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta organisasi kemasyarakatan dan keagamaan di Jawa Barat. Acara ini menjadi momentum penting dalam memperkuat nilai-nilai kebangsaan, toleransi antarumat beragama, serta sinergitas antar lembaga dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
Komandan Pangkalan TNI AL (Lanal) Bandung dalam kesempatan tersebut diwakili oleh Pasintel Lanal Bandung Mayor Laut (E) Saripudin yang turut menghadiri undangan sebagai bentuk dukungan TNI AL terhadap upaya mempererat hubungan lintas sektor dan lintas agama dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kegiatan doa bersama lintas agama ini diselenggarakan sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026. Selain menjadi sarana refleksi atas pengabdian Polri selama delapan dekade kepada bangsa dan negara, kegiatan tersebut juga bertujuan memperkuat silaturahmi, meningkatkan toleransi antarumat beragama, serta memohon perlindungan, keselamatan, dan kelancaran dalam pelaksanaan tugas Kepolisian Negara Republik Indonesia.
Sejumlah pejabat dan tokoh penting turut hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Gubernur Jawa Barat yang diwakili Wakil Gubernur Jawa Barat, Ketua DPRD Provinsi Jawa Barat yang diwakili Anggota Komisi I DPRD Jabar, Pangdam III/Siliwangi yang diwakili Irdam III/Siliwangi, Kabinda Jawa Barat, Kapolda Jawa Barat yang diwakili Wakapolda Jawa Barat, para Pejabat Utama Polda Jabar, Kepala BNPB Jawa Barat, Danlanal Bandung yang diwakili Pasintel Lanal Bandung, perwakilan Lanud Husein Sastranegara dan Lanud Sulaeman, Kakanwil Kementerian Agama Provinsi Jawa Barat, serta para pimpinan organisasi keagamaan dan tokoh lintas agama.
Turut hadir pula Ketua MUI Provinsi Jawa Barat, Ketua PWNU Jawa Barat, Ketua PW Muhammadiyah Jawa Barat, Ketua PW Persis Jawa Barat, Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Jawa Barat, Ketua Forum Ulama Umat Indonesia (FUUI), Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Jawa Barat, Ketua PP Polri, serta perwakilan tokoh agama Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, dan Konghucu.
Rangkaian kegiatan dimulai sejak pukul 15.00 WIB dengan kedatangan para peserta dan tamu undangan yang kemudian menempati tempat yang telah disiapkan panitia. Selanjutnya dilakukan berbagai persiapan teknis sebelum para tokoh agama, pejabat utama Polda Jawa Barat, serta para undangan memasuki ruang kegiatan.
Pada pukul 15.25 WIB, seluruh peserta menyambut kedatangan Kapolda Jawa Barat yang kemudian dilanjutkan dengan sesi foto bersama sebagai simbol kebersamaan dan komitmen menjaga persatuan dalam keberagaman.
Acara resmi dibuka oleh pembawa acara pada pukul 15.35 WIB. Seluruh peserta kemudian berdiri dan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya sebagai bentuk penghormatan kepada bangsa dan negara serta penguatan semangat nasionalisme.
Dalam sambutannya, Kapolda Jawa Barat Irjen Pol. Dr. Rudi Setiawan, S.I.K., S.H., M.H. menyampaikan pentingnya menjaga kerukunan dan persatuan bangsa di tengah keberagaman yang menjadi kekuatan Indonesia. Menurutnya, Polri tidak dapat bekerja sendiri dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat tanpa dukungan seluruh elemen bangsa, termasuk para tokoh agama dan masyarakat.
Kapolda juga mengajak seluruh komponen masyarakat untuk terus memperkuat nilai toleransi, saling menghormati, serta menjaga kondusivitas wilayah Jawa Barat agar tetap aman, damai, dan harmonis.
Puncak kegiatan berlangsung pada pukul 16.00 WIB melalui pelaksanaan doa bersama lintas agama yang dipimpin oleh enam pemuka agama dari berbagai keyakinan yang ada di Indonesia. Masing-masing pemuka agama diberikan kesempatan untuk memimpin doa sesuai ajaran agamanya dengan durasi sekitar lima menit.
Suasana khidmat dan penuh rasa persaudaraan tampak menyelimuti seluruh rangkaian doa bersama tersebut. Para peserta dengan penuh khusyuk memanjatkan doa demi keselamatan bangsa, kesejahteraan masyarakat, serta keberhasilan Polri dalam menjalankan tugas pengabdian kepada negara dan rakyat Indonesia.
Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa keberagaman yang dimiliki bangsa Indonesia merupakan kekuatan besar dalam menjaga persatuan dan memperkokoh fondasi kehidupan berbangsa. Melalui doa bersama lintas agama, seluruh elemen masyarakat menunjukkan komitmen yang sama untuk menjaga harmoni sosial, mempererat persaudaraan, dan mendukung terciptanya situasi keamanan yang kondusif.
Acara kemudian ditutup pada pukul 16.30 WIB dan seluruh rangkaian kegiatan berakhir sekitar pukul 17.00 WIB. Selama pelaksanaan kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman, tertib, dan lancar.
Momentum Doa Bersama Lintas Agama dalam rangka Hari Bhayangkara ke-80 ini diharapkan semakin memperkuat sinergi antara Polri, TNI, pemerintah daerah, tokoh agama, dan seluruh lapisan masyarakat dalam menjaga persatuan bangsa serta mewujudkan Indonesia yang damai, harmonis, dan sejahtera.
Penulis : Irv
Editor : Redaksi
Sumber Berita: SUARARAKYAT.info














