Truk Galian Tanah di Gunungguruh ke Proyek Tol Bocimi Diduga Abaikan K3, Jalan Umum Licin dan Berdebu, Warga Resah

- Penulis

Selasa, 14 April 2026 - 03:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARARAKYAT.info | SUKABUMI — Aktivitas angkutan tanah dari lokasi tambang galian di wilayah Kecamatan Cisaat dan Gunungguruh, Kabupaten Sukabumi, kembali menuai sorotan. Puluhan hingga ratusan truk pengangkut material diduga bebas melintas tanpa memperhatikan keselamatan dan kebersihan jalan umum, sehingga memicu keresahan masyarakat.

Pantauan di lapangan menunjukkan kondisi jalan raya dipenuhi ceceran tanah merah yang terbawa roda kendaraan proyek. Saat cuaca panas, debu tebal beterbangan dan mengganggu jarak pandang pengendara. Sementara saat hujan turun, jalan berubah menjadi licin dan rawan kecelakaan.

Warga setempat menyebut aktivitas ini berkaitan dengan proyek pembangunan Jalan Tol Bocimi (Bogor-Ciawi-Sukabumi), yang merupakan salah satu proyek strategis nasional. Namun ironisnya, pelaksanaan di lapangan dinilai jauh dari standar keselamatan kerja (K3) dan pengelolaan dampak lingkungan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Seorang anggota Karang Taruna Desa Muaradua yang berada di sekitar lokasi mengungkapkan bahwa dirinya hanya bertugas mengatur keluar masuk kendaraan proyek.

“Iya, mobil-mobil itu bawa tanah ke jalan tol Bocimi. Untuk yang baru, sebagian juga dibawa ke pabrik SCG. Kalau soal izin saya kurang tahu, saya hanya diminta bantu parkir kendaraan saja,” ujarnya, Senin (13/4/2026).

Ia juga mengakui bahwa kondisi jalan yang kotor akibat tanah yang tercecer sebenarnya sudah menjadi perhatian warga. Bahkan, pihaknya sempat meminta agar dilakukan pembersihan rutin oleh pihak proyek.

“Memang tanahnya banyak jatuh ke jalan. Saya sudah minta agar disiram atau dibersihkan, tapi katanya tidak ada. Beberapa hari lalu juga ada dari Kecamatan Cisaat yang datang menegur, tapi sampai sekarang belum ada tindakan nyata dari pihak proyek,” tambahnya.

READ  Bansos Rp900 Ribu Diduga Tak Sampai ke 6 KPM di Desa Ubrug, Warga Diintimidasi Oknum RW untuk Bungkam

Kondisi ini memicu kekecewaan masyarakat pengguna jalan. Mereka menilai proyek besar yang seharusnya membawa manfaat justru menimbulkan dampak negatif karena lemahnya pengawasan.

Sejumlah pengendara mengeluhkan risiko kecelakaan yang semakin tinggi, terutama bagi pengendara roda dua. Selain itu, debu yang beterbangan juga dinilai membahayakan kesehatan warga sekitar.

“Kalau siang debunya luar biasa, kalau hujan jadi licin. Ini sangat berbahaya, apalagi untuk motor,” ujar salah satu pengendara.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pelaksana proyek maupun instansi terkait mengenai langkah penanganan atas persoalan tersebut. Minimnya tindakan tegas menimbulkan dugaan adanya kelalaian dalam penerapan standar keselamatan dan perlindungan lingkungan dalam proyek tersebut.

Masyarakat berharap pemerintah daerah, dinas terkait, serta pihak kontraktor segera turun tangan melakukan evaluasi menyeluruh. Penegakan aturan K3, pengawasan lalu lintas proyek, serta kewajiban menjaga kebersihan jalan dinilai harus menjadi prioritas demi keselamatan bersama.

Jika dibiarkan berlarut, bukan tidak mungkin aktivitas angkutan tanah ini akan terus menjadi ancaman nyata bagi pengguna jalan dan memperburuk citra proyek strategis nasional di mata publik.

Penulis : HS/Tim

Editor : Redaksi

Sumber Berita: Suararakyat.info

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.suararakyat.info untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

DUKUNG SWASEMBADA PANGAN PRESIDEN RI, KAPOLSEK BENGKALIS GENCAR DORONG KELOMPOK TANI BUDIDAYA JAGUNG PIPIL.
LAMR Bengkalis Terima Kunjungan Mahasiswa MKWK Polbeng, Bahas Pelestarian Permainan Rakyat Melayu
Dua Remaja Diduga Spesialis Curanmor di Sorong Diamankan, Polisi Ungkap 18 TKP
Kepala Unit BRI Jalan Mesjid Selatpanjang Belum Tanggapi Konfirmasi Media, Transparansi Prosedur Penagihan dan Penjualan Agunan Jadi Sorotan
Jelang Operasi Patuh Dofior 2026, Polda Papua Barat Daya Ajak Masyarakat Tertib Berlalu Lintas
Jadwal Kapal Pelni Sorong Bulan Juni 2026, Kacab Jhoni Rachman: Cek Rute dan Beli Tiket Resmi Agar Pelayaran Aman Sampai Tujuan
Crosser Cilik Berprestasi, M Dylan Ramadhan Terima Penghargaan pada Upacara HJB ke-544 Tingkat Kecamatan Cijeruk
Dukung Program Ketahanan Pangan Nasional, Bhabinkamtibmas Polsek Bengkalis Monitoring Lahan Jagung di Desa Ketamputih Kec. Bengkalis
Berita ini 0 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Sabtu, 6 Juni 2026 - 03:13 WIB

DUKUNG SWASEMBADA PANGAN PRESIDEN RI, KAPOLSEK BENGKALIS GENCAR DORONG KELOMPOK TANI BUDIDAYA JAGUNG PIPIL.

Sabtu, 6 Juni 2026 - 03:04 WIB

LAMR Bengkalis Terima Kunjungan Mahasiswa MKWK Polbeng, Bahas Pelestarian Permainan Rakyat Melayu

Jumat, 5 Juni 2026 - 15:53 WIB

Dua Remaja Diduga Spesialis Curanmor di Sorong Diamankan, Polisi Ungkap 18 TKP

Jumat, 5 Juni 2026 - 07:38 WIB

Kepala Unit BRI Jalan Mesjid Selatpanjang Belum Tanggapi Konfirmasi Media, Transparansi Prosedur Penagihan dan Penjualan Agunan Jadi Sorotan

Jumat, 5 Juni 2026 - 06:37 WIB

Jelang Operasi Patuh Dofior 2026, Polda Papua Barat Daya Ajak Masyarakat Tertib Berlalu Lintas

Berita Terbaru