Talang Air Tersumbat di Cibadak Jadi Sorotan, Warga Desak Pemkab Sukabumi Bertindak Cepat

- Penulis

Rabu, 8 April 2026 - 07:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARARAKYAT.info || SUKABUMI – Keluhan warga kembali mencuat di media sosial terkait kondisi talang air di ruas Jalan Raya Bogor–Sukabumi, tepatnya di kawasan Pasar Labora, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi. Talang yang seharusnya menjadi saluran pembuangan air hujan justru berubah menjadi sumber persoalan akibat tersumbat tumpukan sampah.

Pantauan dari unggahan warganet pada Rabu (9/4/2026), memperlihatkan air hujan meluap dan jatuh deras dari talang ke badan jalan, menyerupai air terjun dadakan. Kondisi ini tidak hanya mengganggu pengguna jalan, tetapi juga berpotensi membahayakan pengendara yang melintas, terutama saat hujan deras mengguyur.

Salah satu warga melalui akun media sosialnya menyampaikan keluhan secara terbuka kepada aparat pemerintah wilayah Cibadak. Ia meminta adanya solusi konkret serta tindakan nyata dari pihak terkait. Dalam unggahannya, ia menyoroti bahwa setiap hujan turun, talang tersebut selalu meluap akibat sampah yang menumpuk di dalamnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Setiap hujan talang selalu banjir karena sampah yang menumpuk di atasnya. Seharusnya ada tindakan untuk wilayah yang berhubungan dengan aliran talang,” tulisnya.

Keluhan tersebut juga menyinggung dugaan sumber sampah yang berasal dari kawasan permukiman di bagian atas. Warga menyarankan agar dilakukan langkah antisipatif, seperti pemasangan pagar besi atau sistem penyaring agar sampah tidak mudah masuk dan menyumbat aliran air di talang yang berada tepat di atas jalan raya.

READ  POLSEK BENGKALIS KAWAL KETAHANAN PANGAN, TANAMAN JAGUNG PIPIL DI DESA KETAM PUTIH DIPREDIKSI PANEN AKHIR JUNI

Fenomena ini menjadi cerminan persoalan klasik yang kerap terjadi di wilayah perkotaan dan jalur padat lalu lintas, yakni buruknya pengelolaan sampah dan minimnya perawatan infrastruktur drainase. Padahal, jalur Jalan Raya Bogor–Sukabumi merupakan salah satu akses vital yang menghubungkan mobilitas antarwilayah.

Sejumlah pengguna jalan mengaku resah dengan kondisi tersebut. Selain mengurangi kenyamanan berkendara, air yang jatuh mendadak dari ketinggian talang dapat mengganggu jarak pandang pengendara, bahkan berisiko menyebabkan kecelakaan lalu lintas.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pemerintah daerah maupun dinas terkait di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sukabumi mengenai langkah penanganan yang akan dilakukan. Namun, masyarakat berharap adanya respon cepat, mengingat persoalan ini sudah berulang kali terjadi setiap musim hujan.

Warga mendesak agar pemerintah tidak hanya bersikap reaktif, tetapi juga melakukan upaya preventif secara berkelanjutan, seperti pembersihan rutin talang, pengawasan lingkungan sekitar, serta edukasi kepada masyarakat terkait pentingnya menjaga kebersihan saluran air.

Kasus ini kembali menegaskan bahwa persoalan kecil seperti sampah, jika diabaikan, dapat berkembang menjadi masalah besar yang berdampak langsung pada keselamatan dan kenyamanan publik. Kini, publik menunggu keseriusan pemerintah daerah dalam menjawab keluhan yang semakin ramai diperbincangkan di ruang digital tersebut.

Penulis : Hs

Editor : Redaksi

Sumber Berita: Suararakyat.info

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.suararakyat.info untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sekjen BEM STAI Al-Azhar Pekanbaru Desak Pengusutan Transparan Dugaan Kekerasan terhadap Mahasiswa di Depan Polresta Pekanbaru
Pemkab Meranti Imbau OPD dan Pelaku Usaha Tolak Intimidasi Berkedok Permintaan Partisipasi
Disnaker Meranti Nilai Syarat Rekrutmen BRK Syariah Berpotensi Diskriminatif, Soroti Batas Tinggi Badan dan Status
Diduga Penyalahgunaan Data Pribadi, Warga Inhil Keluhkan Nama Tercatat Memiliki Kredit FIFGROUP Sejak 2013 Hingga 2026
Enam Bulan Jadi Sorotan, Dugaan PETI di Logas Belum Tersentuh Penindakan, Wartawan Mengaku Kembali Diintimidasi Saat Investigasi
Talkshow Legalitas Bisnis Dorong UMKM Naik Kelas, 34 Pelaku Usaha Terima NIB dan SP-PIRT
Diduga Salah Bayar Kompensasi Tapak SUTT 131, Legalitas PT BBHA Dipertanyakan, Masyarakat Minta PLN Buka Dokumen
Diduga Terjadi Ketidaksesuaian Legalitas Tapak SUTT 131, Mediasi PT PLN dan PT BBHA Digelar di Kantor Camat Bandar Laksamana
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 4 Juli 2026 - 14:32 WIB

Sekjen BEM STAI Al-Azhar Pekanbaru Desak Pengusutan Transparan Dugaan Kekerasan terhadap Mahasiswa di Depan Polresta Pekanbaru

Sabtu, 4 Juli 2026 - 13:08 WIB

Pemkab Meranti Imbau OPD dan Pelaku Usaha Tolak Intimidasi Berkedok Permintaan Partisipasi

Jumat, 3 Juli 2026 - 15:02 WIB

Disnaker Meranti Nilai Syarat Rekrutmen BRK Syariah Berpotensi Diskriminatif, Soroti Batas Tinggi Badan dan Status

Jumat, 3 Juli 2026 - 11:41 WIB

Diduga Penyalahgunaan Data Pribadi, Warga Inhil Keluhkan Nama Tercatat Memiliki Kredit FIFGROUP Sejak 2013 Hingga 2026

Jumat, 3 Juli 2026 - 04:35 WIB

Enam Bulan Jadi Sorotan, Dugaan PETI di Logas Belum Tersentuh Penindakan, Wartawan Mengaku Kembali Diintimidasi Saat Investigasi

Berita Terbaru