SUARARAKYAT.info || SUKABUMI – Keluhan warga kembali mencuat di media sosial terkait kondisi talang air di ruas Jalan Raya Bogor–Sukabumi, tepatnya di kawasan Pasar Labora, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi. Talang yang seharusnya menjadi saluran pembuangan air hujan justru berubah menjadi sumber persoalan akibat tersumbat tumpukan sampah.
Pantauan dari unggahan warganet pada Rabu (9/4/2026), memperlihatkan air hujan meluap dan jatuh deras dari talang ke badan jalan, menyerupai air terjun dadakan. Kondisi ini tidak hanya mengganggu pengguna jalan, tetapi juga berpotensi membahayakan pengendara yang melintas, terutama saat hujan deras mengguyur.
Salah satu warga melalui akun media sosialnya menyampaikan keluhan secara terbuka kepada aparat pemerintah wilayah Cibadak. Ia meminta adanya solusi konkret serta tindakan nyata dari pihak terkait. Dalam unggahannya, ia menyoroti bahwa setiap hujan turun, talang tersebut selalu meluap akibat sampah yang menumpuk di dalamnya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Setiap hujan talang selalu banjir karena sampah yang menumpuk di atasnya. Seharusnya ada tindakan untuk wilayah yang berhubungan dengan aliran talang,” tulisnya.
Keluhan tersebut juga menyinggung dugaan sumber sampah yang berasal dari kawasan permukiman di bagian atas. Warga menyarankan agar dilakukan langkah antisipatif, seperti pemasangan pagar besi atau sistem penyaring agar sampah tidak mudah masuk dan menyumbat aliran air di talang yang berada tepat di atas jalan raya.
Fenomena ini menjadi cerminan persoalan klasik yang kerap terjadi di wilayah perkotaan dan jalur padat lalu lintas, yakni buruknya pengelolaan sampah dan minimnya perawatan infrastruktur drainase. Padahal, jalur Jalan Raya Bogor–Sukabumi merupakan salah satu akses vital yang menghubungkan mobilitas antarwilayah.
Sejumlah pengguna jalan mengaku resah dengan kondisi tersebut. Selain mengurangi kenyamanan berkendara, air yang jatuh mendadak dari ketinggian talang dapat mengganggu jarak pandang pengendara, bahkan berisiko menyebabkan kecelakaan lalu lintas.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pemerintah daerah maupun dinas terkait di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sukabumi mengenai langkah penanganan yang akan dilakukan. Namun, masyarakat berharap adanya respon cepat, mengingat persoalan ini sudah berulang kali terjadi setiap musim hujan.
Warga mendesak agar pemerintah tidak hanya bersikap reaktif, tetapi juga melakukan upaya preventif secara berkelanjutan, seperti pembersihan rutin talang, pengawasan lingkungan sekitar, serta edukasi kepada masyarakat terkait pentingnya menjaga kebersihan saluran air.
Kasus ini kembali menegaskan bahwa persoalan kecil seperti sampah, jika diabaikan, dapat berkembang menjadi masalah besar yang berdampak langsung pada keselamatan dan kenyamanan publik. Kini, publik menunggu keseriusan pemerintah daerah dalam menjawab keluhan yang semakin ramai diperbincangkan di ruang digital tersebut.
Penulis : Hs
Editor : Redaksi
Sumber Berita: Suararakyat.info














