Banjir Sampah Kepung Permukiman Warga Kadudampit, DLH Sukabumi dan Pemerintah Desa Disorot Soal Kelalaian Pengawasan

- Penulis

Minggu, 29 Maret 2026 - 09:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARARAKYAT.info || SUKABUMI — Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Sukabumi pada Minggu (29/3/2026) kembali menyisakan persoalan klasik yang tak kunjung terselesaikan: tumpukan sampah. Di Kampung Renged, Desa Cipetir, Kecamatan Kadudampit, aliran air hujan justru membawa material sampah dalam jumlah besar hingga menggenangi dan berserakan di area permukiman warga.

Kondisi ini memicu kemarahan masyarakat. Sampah rumah tangga, plastik, hingga limbah lainnya tampak menumpuk di selokan, halaman rumah, bahkan terbawa masuk ke area pemukiman. Warga menilai kejadian ini bukan semata faktor alam, melainkan akibat buruknya pengelolaan sampah dan lemahnya pengawasan dari pihak terkait.

“Ini bukan pertama kali terjadi. Setiap hujan deras, pasti sampah datang dari hulu. Seolah tidak ada pengelolaan sama sekali,” ujar salah seorang warga dengan nada kesal.minggu (29/3/2026)

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Situasi tersebut memperlihatkan adanya persoalan serius dalam sistem pengelolaan lingkungan di wilayah tersebut. Minimnya pengawasan terhadap pembuangan sampah liar serta kurangnya langkah preventif dari pemerintah desa dinilai menjadi penyebab utama.

Sorotan tajam pun mengarah kepada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sukabumi yang diduga lalai dalam menjalankan fungsi kontrol dan pembinaan terhadap jajarannya di lapangan. Seharusnya, DLH tidak hanya bertindak reaktif setelah kejadian, tetapi juga proaktif dalam memastikan sistem pengelolaan sampah berjalan efektif hingga ke tingkat desa.

READ  Ibu Pedagang Kaki Lima di Sukabumi Diduga Tertipu Oknum Mengaku Pegawai Bank, Uang Raib Rp300 Ribu

Lebih jauh, pemerintah Desa Cipetir juga dinilai tidak serius dalam menangani persoalan lingkungan yang sudah berulang kali dikeluhkan warga. Tidak adanya langkah konkret seperti penyediaan fasilitas pengelolaan sampah, edukasi masyarakat, hingga penindakan terhadap pembuang sampah sembarangan menunjukkan lemahnya komitmen terhadap kebersihan lingkungan.

Kritik pun menguat bahwa pemerintah desa terkesan abai dan tidak responsif terhadap kondisi warganya sendiri. Padahal, sebagai ujung tombak pemerintahan, desa memiliki peran strategis dalam menjaga kebersihan dan kenyamanan lingkungan.

Fenomena banjir sampah ini menjadi cerminan buruknya tata kelola lingkungan yang seharusnya menjadi prioritas, terlebih di tengah meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya kebersihan dan kesehatan.

Warga mendesak adanya tindakan nyata dan bukan sekadar janji. Mereka berharap DLH Kabupaten Sukabumi segera turun langsung melakukan evaluasi menyeluruh, memberikan sanksi tegas kepada pihak yang lalai, serta memperbaiki sistem pengelolaan sampah secara menyeluruh dan berkelanjutan.

Jika kondisi ini terus dibiarkan, bukan tidak mungkin masalah sampah akan berkembang menjadi ancaman serius bagi kesehatan masyarakat dan lingkungan. Pemerintah, baik di tingkat desa maupun kabupaten, dituntut untuk tidak lagi menutup mata dan segera mengambil langkah konkret sebelum kepercayaan publik semakin terkikis.

Penulis : He/Tim

Editor : Redaksi

Sumber Berita: Suararakyat.info

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.suararakyat.info untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

BREAKING NEWS: Polres Raja Ampat Bersama Tim Gabungan Evakuasi Jenazah Laki-laki Tanpa Identitas di Perairan Waipun
Hujan Deras dan Drainase Buruk Picu Longsor di Perum Griya Bojongkokosan Asri, Warga Cemas Ancaman Susulan
Desakan FORWACIB Menguat, Dugaan Kejanggalan Kredit Rp2 Miliar Seret Nama Legislator Kota Sukabumi
Kepala Dinas atau Juru Lempar Jawaban?  MIO Sukabumi Raya Soroti Dugaan Mandulnya Pengawasan di Dinas PU Kabupaten Sukabumi
Air Bersih Tak Pernah Mengalir, Warga Sukasirna Desak KPK Turun Periksa Program Hibah MBR dan SL Mandiri PDAM Sukabumi
Kapolsek Kalibunder Pastikan Penanganan Kasus Pria Ditemukan Meninggal di Alfamart Dilakukan Sesuai Prosedur
SIMPUL Sukabumi Gelar Aksi Damai, Soroti Mangkraknya Pembangunan RSB Bebeza dan Transparansi Dana Umat di BAZNAS Kabupaten Sukabumi
Jalan Kabupaten Terabaikan, Warga Jampang Tengah Tandu Pasien 10 Km Demi Akses Layanan Kesehatan
Berita ini 0 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 26 Mei 2026 - 14:56 WIB

BREAKING NEWS: Polres Raja Ampat Bersama Tim Gabungan Evakuasi Jenazah Laki-laki Tanpa Identitas di Perairan Waipun

Kamis, 14 Mei 2026 - 12:45 WIB

Hujan Deras dan Drainase Buruk Picu Longsor di Perum Griya Bojongkokosan Asri, Warga Cemas Ancaman Susulan

Rabu, 13 Mei 2026 - 10:54 WIB

Desakan FORWACIB Menguat, Dugaan Kejanggalan Kredit Rp2 Miliar Seret Nama Legislator Kota Sukabumi

Senin, 11 Mei 2026 - 14:31 WIB

Kepala Dinas atau Juru Lempar Jawaban?  MIO Sukabumi Raya Soroti Dugaan Mandulnya Pengawasan di Dinas PU Kabupaten Sukabumi

Jumat, 8 Mei 2026 - 08:16 WIB

Air Bersih Tak Pernah Mengalir, Warga Sukasirna Desak KPK Turun Periksa Program Hibah MBR dan SL Mandiri PDAM Sukabumi

Berita Terbaru