SUARARAKYAT.info || Garut — Potret memilukan kembali mencuat dari pelosok daerah. Seorang lansia bernama Nek Oneh (82), warga Kampung Tipar RT 04/RW 02, Desa Talagawangi, Kecamatan Pakenjeng, Kabupaten Garut, hidup dalam kondisi memprihatinkan dan jauh dari perhatian, Sabtu (28/3/2026).
Di usianya yang senja, Nek Oneh harus menjalani hidup seorang diri tanpa keluarga yang mendampingi. Kondisinya kian memprihatinkan lantaran ia sudah tidak dapat melihat secara normal, sementara tempat tinggal yang dihuni pun jauh dari kata layak. Rumah sederhana yang ditempatinya mengalami kerusakan parah, bahkan saat hujan turun, air dengan mudah masuk ke dalam rumah.
Berdasarkan keterangan warga sekitar, kondisi tersebut sudah berlangsung cukup lama tanpa adanya penanganan serius dari pihak terkait. Jepri, salah satu warga setempat, mengungkapkan bahwa kehidupan Nek Oneh sangat memprihatinkan dan membutuhkan perhatian segera.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kalau hujan, air masuk ke dalam rumah. Kondisinya memang sudah tidak layak huni. Apalagi beliau hidup sendiri dan sudah tidak bisa melihat,” ujar Jepri.
Ironisnya, di tengah kondisi yang serba terbatas, Nek Oneh belum tersentuh bantuan sosial dari pemerintah. Padahal, secara kriteria usia, ia sudah sangat layak untuk mendapatkan bantuan seperti Program Keluarga Harapan (PKH) yang diperuntukkan bagi lansia dan masyarakat rentan.
Namun, kendala administratif menjadi penghalang utama. Pihak pemerintah desa saat dikonfirmasi menjelaskan bahwa Nek Oneh tidak dapat didaftarkan sebagai penerima bantuan PKH karena tidak memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP). Ketiadaan identitas resmi ini membuatnya tidak terdata dalam sistem bantuan sosial pemerintah.
Situasi ini pun memantik keprihatinan publik. Banyak pihak menilai bahwa persoalan administratif seharusnya tidak menjadi alasan untuk mengabaikan warga yang benar-benar membutuhkan, terlebih dalam kondisi darurat kemanusiaan seperti yang dialami Nek Oneh.
Warga berharap pemerintah daerah, dinas sosial, serta instansi terkait segera turun tangan untuk melakukan pendataan ulang sekaligus memberikan solusi konkret, baik dalam bentuk bantuan sosial, perbaikan rumah, maupun pengurusan dokumen kependudukan.
Kasus ini menjadi pengingat bahwa masih ada warga yang tercecer dari sistem perlindungan sosial. Di tengah berbagai program bantuan yang digelontorkan pemerintah, fakta di lapangan menunjukkan masih adanya celah yang membuat masyarakat rentan tidak tersentuh.
Diperlukan langkah cepat, responsif, dan berpihak kepada rakyat kecil agar tidak ada lagi lansia yang menjalani sisa hidupnya dalam kesendirian dan keterbatasan tanpa perhatian negara.
Penulis : YS
Editor : Redaksi
Sumber Berita: Suararakyat.info














