Pak Gubernur Jabar, Seorang Lansia Hidup Sebatang Kara di Garut Luput dari Perhatian, Bantuan Tersendat Karena Tak Miliki Identitas

- Penulis

Sabtu, 28 Maret 2026 - 12:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARARAKYAT.info || Garut — Potret memilukan kembali mencuat dari pelosok daerah. Seorang lansia bernama Nek Oneh (82), warga Kampung Tipar RT 04/RW 02, Desa Talagawangi, Kecamatan Pakenjeng, Kabupaten Garut, hidup dalam kondisi memprihatinkan dan jauh dari perhatian, Sabtu (28/3/2026).

Di usianya yang senja, Nek Oneh harus menjalani hidup seorang diri tanpa keluarga yang mendampingi. Kondisinya kian memprihatinkan lantaran ia sudah tidak dapat melihat secara normal, sementara tempat tinggal yang dihuni pun jauh dari kata layak. Rumah sederhana yang ditempatinya mengalami kerusakan parah, bahkan saat hujan turun, air dengan mudah masuk ke dalam rumah.

Berdasarkan keterangan warga sekitar, kondisi tersebut sudah berlangsung cukup lama tanpa adanya penanganan serius dari pihak terkait. Jepri, salah satu warga setempat, mengungkapkan bahwa kehidupan Nek Oneh sangat memprihatinkan dan membutuhkan perhatian segera.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kalau hujan, air masuk ke dalam rumah. Kondisinya memang sudah tidak layak huni. Apalagi beliau hidup sendiri dan sudah tidak bisa melihat,” ujar Jepri.

Ironisnya, di tengah kondisi yang serba terbatas, Nek Oneh belum tersentuh bantuan sosial dari pemerintah. Padahal, secara kriteria usia, ia sudah sangat layak untuk mendapatkan bantuan seperti Program Keluarga Harapan (PKH) yang diperuntukkan bagi lansia dan masyarakat rentan.

READ  Wartawan Media Intelijen Jenderal.com Disekap dan Diintimidasi Saat Meliput Aktivitas Tambang Emas Ilegal di Kuantan Singingi

Namun, kendala administratif menjadi penghalang utama. Pihak pemerintah desa saat dikonfirmasi menjelaskan bahwa Nek Oneh tidak dapat didaftarkan sebagai penerima bantuan PKH karena tidak memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP). Ketiadaan identitas resmi ini membuatnya tidak terdata dalam sistem bantuan sosial pemerintah.

Situasi ini pun memantik keprihatinan publik. Banyak pihak menilai bahwa persoalan administratif seharusnya tidak menjadi alasan untuk mengabaikan warga yang benar-benar membutuhkan, terlebih dalam kondisi darurat kemanusiaan seperti yang dialami Nek Oneh.

Warga berharap pemerintah daerah, dinas sosial, serta instansi terkait segera turun tangan untuk melakukan pendataan ulang sekaligus memberikan solusi konkret, baik dalam bentuk bantuan sosial, perbaikan rumah, maupun pengurusan dokumen kependudukan.

Kasus ini menjadi pengingat bahwa masih ada warga yang tercecer dari sistem perlindungan sosial. Di tengah berbagai program bantuan yang digelontorkan pemerintah, fakta di lapangan menunjukkan masih adanya celah yang membuat masyarakat rentan tidak tersentuh.

Diperlukan langkah cepat, responsif, dan berpihak kepada rakyat kecil agar tidak ada lagi lansia yang menjalani sisa hidupnya dalam kesendirian dan keterbatasan tanpa perhatian negara.

Penulis : YS

Editor : Redaksi

Sumber Berita: Suararakyat.info

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.suararakyat.info untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

BREAKING NEWS: Polres Raja Ampat Bersama Tim Gabungan Evakuasi Jenazah Laki-laki Tanpa Identitas di Perairan Waipun
Hujan Deras dan Drainase Buruk Picu Longsor di Perum Griya Bojongkokosan Asri, Warga Cemas Ancaman Susulan
Desakan FORWACIB Menguat, Dugaan Kejanggalan Kredit Rp2 Miliar Seret Nama Legislator Kota Sukabumi
Kepala Dinas atau Juru Lempar Jawaban?  MIO Sukabumi Raya Soroti Dugaan Mandulnya Pengawasan di Dinas PU Kabupaten Sukabumi
Air Bersih Tak Pernah Mengalir, Warga Sukasirna Desak KPK Turun Periksa Program Hibah MBR dan SL Mandiri PDAM Sukabumi
Kapolsek Kalibunder Pastikan Penanganan Kasus Pria Ditemukan Meninggal di Alfamart Dilakukan Sesuai Prosedur
SIMPUL Sukabumi Gelar Aksi Damai, Soroti Mangkraknya Pembangunan RSB Bebeza dan Transparansi Dana Umat di BAZNAS Kabupaten Sukabumi
Jalan Kabupaten Terabaikan, Warga Jampang Tengah Tandu Pasien 10 Km Demi Akses Layanan Kesehatan
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 26 Mei 2026 - 14:56 WIB

BREAKING NEWS: Polres Raja Ampat Bersama Tim Gabungan Evakuasi Jenazah Laki-laki Tanpa Identitas di Perairan Waipun

Kamis, 14 Mei 2026 - 12:45 WIB

Hujan Deras dan Drainase Buruk Picu Longsor di Perum Griya Bojongkokosan Asri, Warga Cemas Ancaman Susulan

Rabu, 13 Mei 2026 - 10:54 WIB

Desakan FORWACIB Menguat, Dugaan Kejanggalan Kredit Rp2 Miliar Seret Nama Legislator Kota Sukabumi

Senin, 11 Mei 2026 - 14:31 WIB

Kepala Dinas atau Juru Lempar Jawaban?  MIO Sukabumi Raya Soroti Dugaan Mandulnya Pengawasan di Dinas PU Kabupaten Sukabumi

Jumat, 8 Mei 2026 - 08:16 WIB

Air Bersih Tak Pernah Mengalir, Warga Sukasirna Desak KPK Turun Periksa Program Hibah MBR dan SL Mandiri PDAM Sukabumi

Berita Terbaru