Diduga Langgar Norma dan Etika, Oknum Kades di Kecamatan Cidahu Terseret Isu “Kumpul Kebo” dengan Istri Orang, Wibawa Jabatan Dipertanyakan

- Penulis

Rabu, 18 Maret 2026 - 09:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARARAKYAT.info || SUKABUMI — Citra aparatur pemerintahan desa kembali tercoreng. Seorang oknum kepala desa (kades) di wilayah Kecamatan Cidahu, Kabupaten Sukabumi, berinisial OP, diduga terlibat hubungan tidak pantas dengan seorang perempuan berinisial EH yang masih berstatus istri sah pria lain.

Kasus ini mencuat setelah IF, pria yang mengaku sebagai suami sah dari EH, mengungkapkan kronologi yang dinilai janggal dan sarat pelanggaran norma sosial maupun agama.

Menurut IF, dirinya menikahi EH sekitar Desember 2025. Pernikahan tersebut dilakukan atas dasar keyakinan bahwa EH telah berstatus cerai. Bahkan, IF menyebut bahwa E mengaku telah melalui proses perceraian sebanyak tiga kali dengan oknum kades OP.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Saya menikahi E karena saat itu statusnya sudah cerai, bahkan disebut sudah talak tiga. Tapi setelah tiga bulan pernikahan, E kembali berkumpul dengan O,” ungkap IF kepada wartawan, Senin (16/3/2026).

Ironisnya, IF menegaskan bahwa hingga saat ini dirinya belum resmi bercerai dengan EH. Situasi ini memunculkan dugaan kuat adanya hubungan yang tidak sah, bahkan cenderung mengarah pada praktik “kumpul kebo” yang jelas bertentangan dengan norma hukum, sosial, maupun nilai agama yang dianut masyarakat.

Lebih lanjut, IF mengaku merasa dirugikan secara moral dan psikologis. Ia menilai peristiwa ini bukan hanya mencoreng nama baik dirinya, tetapi juga menimbulkan kegaduhan di tengah masyarakat.

“Saya merasa dirugikan secara moril dan moral. Apalagi ini sudah jadi bahan pembicaraan warga. Harusnya seorang kepala desa memberi contoh, bukan justru mempertontonkan hal seperti ini,” tegasnya.

READ  Usai Tarawih, Warga Cibadak Diduga Temukan Mayat Pria Telungkup di Toilet BUMDes

Perilaku yang diduga dilakukan oknum kades tersebut dinilai sangat kontras dengan tanggung jawab jabatan yang diembannya. Sebagai pemimpin di tingkat desa, seorang kades seharusnya menjadi figur teladan, bukan justru menjadi sumber polemik yang merusak tatanan sosial.

Kasus ini pun memantik kritik tajam dari berbagai kalangan. Banyak pihak menilai bahwa jabatan publik tidak boleh dijadikan tameng untuk bertindak sewenang-wenang, terlebih dalam urusan yang menyangkut moralitas dan kehormatan masyarakat.

“Jabatan itu bukan mahkota kebal dosa. Ketika moral runtuh, maka legitimasi kepemimpinan juga ikut runtuh,” ujar salah satu tokoh masyarakat setempat yang enggan disebutkan namanya.

Hingga berita ini diterbitkan, upaya konfirmasi kepada oknum kepala desa berinisial Op telah dilakukan berulang kali oleh wartawan. Namun, yang bersangkutan tidak memberikan respons, meskipun nomor kontaknya dalam kondisi aktif.

Sikap bungkam ini justru semakin memperkuat tanda tanya publik: apakah ini bentuk penghindaran, atau memang ada sesuatu yang sengaja disembunyikan?

Masyarakat kini menunggu ketegasan dari pihak berwenang, baik dari pemerintah daerah maupun instansi terkait, untuk menindaklanjuti dugaan pelanggaran ini. Sebab jika dibiarkan, bukan hanya mencederai kepercayaan publik, tetapi juga berpotensi menjadi preseden buruk bagi tata kelola pemerintahan desa.

Kasus ini menjadi pengingat keras bahwa kekuasaan tanpa integritas hanya akan melahirkan krisis moral. Dan ketika seorang pemimpin gagal menjaga etika, maka yang runtuh bukan hanya dirinya, tetapi juga marwah jabatan yang diembannya.

Penulis : HS

Editor : Redaksi

Sumber Berita: Suararakyat.info

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.suararakyat.info untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

BREAKING NEWS: Polres Raja Ampat Bersama Tim Gabungan Evakuasi Jenazah Laki-laki Tanpa Identitas di Perairan Waipun
Hujan Deras dan Drainase Buruk Picu Longsor di Perum Griya Bojongkokosan Asri, Warga Cemas Ancaman Susulan
Desakan FORWACIB Menguat, Dugaan Kejanggalan Kredit Rp2 Miliar Seret Nama Legislator Kota Sukabumi
Kepala Dinas atau Juru Lempar Jawaban?  MIO Sukabumi Raya Soroti Dugaan Mandulnya Pengawasan di Dinas PU Kabupaten Sukabumi
Air Bersih Tak Pernah Mengalir, Warga Sukasirna Desak KPK Turun Periksa Program Hibah MBR dan SL Mandiri PDAM Sukabumi
Kapolsek Kalibunder Pastikan Penanganan Kasus Pria Ditemukan Meninggal di Alfamart Dilakukan Sesuai Prosedur
SIMPUL Sukabumi Gelar Aksi Damai, Soroti Mangkraknya Pembangunan RSB Bebeza dan Transparansi Dana Umat di BAZNAS Kabupaten Sukabumi
Jalan Kabupaten Terabaikan, Warga Jampang Tengah Tandu Pasien 10 Km Demi Akses Layanan Kesehatan
Berita ini 0 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 26 Mei 2026 - 14:56 WIB

BREAKING NEWS: Polres Raja Ampat Bersama Tim Gabungan Evakuasi Jenazah Laki-laki Tanpa Identitas di Perairan Waipun

Kamis, 14 Mei 2026 - 12:45 WIB

Hujan Deras dan Drainase Buruk Picu Longsor di Perum Griya Bojongkokosan Asri, Warga Cemas Ancaman Susulan

Rabu, 13 Mei 2026 - 10:54 WIB

Desakan FORWACIB Menguat, Dugaan Kejanggalan Kredit Rp2 Miliar Seret Nama Legislator Kota Sukabumi

Senin, 11 Mei 2026 - 14:31 WIB

Kepala Dinas atau Juru Lempar Jawaban?  MIO Sukabumi Raya Soroti Dugaan Mandulnya Pengawasan di Dinas PU Kabupaten Sukabumi

Jumat, 8 Mei 2026 - 08:16 WIB

Air Bersih Tak Pernah Mengalir, Warga Sukasirna Desak KPK Turun Periksa Program Hibah MBR dan SL Mandiri PDAM Sukabumi

Berita Terbaru