Viral Podcast Soal PO Bahan Makanan, Kepala SPPG Lembursitu 2 Tegaskan Hanya Terjadi Miskomunikasi Internal

- Penulis

Rabu, 11 Maret 2026 - 16:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARARAKYAT.info ||SUKABUMI – Kepala SPPG Lembursitu 2, Fikri Febriansyah, memberikan klarifikasi terkait viralnya konten podcast yang membahas dugaan persoalan pembelian (purchase order/PO) bahan makanan di dapur SPPG Lembursitu 2.

Fikri menjelaskan, persoalan tersebut bermula dari adanya kekurangan bahan makanan yang diterima dapur saat proses penyortiran bahan baku dari pemasok. Setelah dilakukan pengecekan, ditemukan sejumlah bahan yang dalam kondisi rusak dan tidak layak digunakan.

“Awalnya ini sebenarnya hanya miskomunikasi antara saya dengan pihak angkutan serta bagian akuntan gizi. Saat barang datang kami melakukan penyortiran sesuai PO awal, namun ternyata ada beberapa bahan yang rusak seperti beras, ayam, dan buah,” ujar Fikri, Rabu (11/3/2026)

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurutnya, kondisi tersebut membuat pihak dapur harus segera mencari pengganti bahan makanan agar operasional dapur tetap berjalan sesuai jadwal.

“Kami terpaksa melakukan pembelian tambahan pada dini hari sekitar pukul 01.00 hingga 02.00. Kami langsung memesan kembali ke pihak koperasi untuk mengganti bahan yang rusak tersebut,” jelasnya.

Ia mengungkapkan, jumlah bahan yang ditambah saat itu di antaranya sekitar tiga karung beras dengan total berat kurang lebih 75 kilogram serta sekitar 40 kilogram daging ayam.

Setelah persoalan tersebut ramai diperbincangkan di media sosial melalui sebuah podcast, pihaknya langsung melakukan pengecekan ulang data dan berkoordinasi dengan pihak-pihak yang terlibat.

“Langkah pertama yang saya lakukan adalah menghubungi pihak akuntan yang bersangkutan untuk berdiskusi dan melakukan pengecekan data. Setelah dicek memang benar ada kekeliruan dalam pendataan, karena adanya pembelanjaan tambahan yang tidak tercatat dengan baik,” katanya.

READ  Kepala Dapur SPPG Sukakersa Minta Maaf, Klarifikasi Menu Sambal untuk Balita dalam Program MBG

Fikri menegaskan, kejadian tersebut bukanlah manipulasi data, melainkan kesalahan pencatatan yang dipicu oleh kurangnya komunikasi antar pihak.

“Kesimpulannya itu misdata karena adanya pembelanjaan tambahan yang tidak terkomunikasikan dengan baik. Selain itu, saat itu pihak akuntan juga sedang sakit sehingga komunikasi tidak berjalan maksimal,” ujarnya.

Terkait isu pemecatan yang sempat beredar di media sosial, Fikri juga membantah kabar tersebut. Ia menegaskan bahwa yang terjadi bukan pemecatan, melainkan pengalihan tugas setelah melalui diskusi dengan pihak mitra.

“Sebenarnya bukan pemecatan. Kami hanya melakukan pengalihan ke mitra lain setelah dilakukan diskusi bersama. Hal itu juga karena pendataan dan komunikasinya dinilai kurang,” jelasnya.

Ia juga menyampaikan, konten podcast yang sempat viral diduga muncul karena adanya kekecewaan pribadi dari pihak yang bersangkutan.

“Yang bersangkutan merasa kecewa karena ada beberapa komunikasi yang kurang nyaman, sehingga terbawa emosi dan membuat podcast tanpa terlebih dahulu berdiskusi dengan kami,” ungkapnya.

Meski demikian, Fikri menegaskan bahwa pihaknya tidak akan membawa persoalan tersebut ke ranah hukum dan memilih menyelesaikannya secara kekeluargaan.

“Untuk saat ini tidak ada tuntutan hukum. Kami memilih menyelesaikan masalah ini secara kekeluargaan agar tidak terjadi kesalahpahaman yang lebih besar,” pungkasnya.

Penulis : HS

Editor : Redaksi

Sumber Berita: Suararakyat.info

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.suararakyat.info untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Toilet Nyaman dan Bersih, Wajah Baru Pelayanan di RSUD Sekarwangi untuk Pengunjung
Sorotan Publik terhadap Dana Hibah Kesra 2025, Diduga MUI Kabupaten Sukabumi Terima Rp 8 Miliar
Dana Umat Puluhan Miliar di Sukabumi Mengalir ke Mana? Sorotan Keras Praktisi Hukum atas Transparansi BAZNAS
Ironi di Cibadak: Di Dekat Kantor PDAM, Warga Pamuruyan Masih Krisis Air Bersih
Jalan Provinsi di Cikidang Diduga Dikerjakan Asal Jadi, Proyek Rp34 Miliar Disorot Minim Pengawasan dan Transparansi
Dugaan Permainan Oknum dalam Program PTSL di Baros Sukabumi, Puluhan Bidang Tanah Tak Kunjung Tersertifikasi
Sinergitas TNI-Polri Menguat, Forkopimda Kota Bandung Gelar Olahraga Bersama Sambut Hari K3 Sedunia
Lima Tahun Terlantar Tanpa Penanganan, Noval Warga Parakansalak Diduga Alami Gangguan Jiwa di Tengah Pusat Pemerintahan, Pemdes dan Puskesmas Disorot 
Berita ini 0 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 29 April 2026 - 10:06 WIB

Toilet Nyaman dan Bersih, Wajah Baru Pelayanan di RSUD Sekarwangi untuk Pengunjung

Rabu, 29 April 2026 - 06:43 WIB

Sorotan Publik terhadap Dana Hibah Kesra 2025, Diduga MUI Kabupaten Sukabumi Terima Rp 8 Miliar

Rabu, 29 April 2026 - 02:01 WIB

Dana Umat Puluhan Miliar di Sukabumi Mengalir ke Mana? Sorotan Keras Praktisi Hukum atas Transparansi BAZNAS

Rabu, 29 April 2026 - 01:40 WIB

Ironi di Cibadak: Di Dekat Kantor PDAM, Warga Pamuruyan Masih Krisis Air Bersih

Selasa, 28 April 2026 - 15:15 WIB

Jalan Provinsi di Cikidang Diduga Dikerjakan Asal Jadi, Proyek Rp34 Miliar Disorot Minim Pengawasan dan Transparansi

Berita Terbaru