Diduga Membuli Anak di Bawah Umur, Pria Paruh Baya di Karangtengah Sukabumi Minta Maaf: Jadi Pengingat Pentingnya Etika Berbicara kepada Anak

- Penulis

Selasa, 10 Maret 2026 - 08:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARARAKYAT.info || Sukabumi — Peristiwa dugaan perundungan verbal terhadap seorang anak di bawah umur terjadi di wilayah Sukabumi pada Senin sore (9/3/2026). Seorang pria paruh baya diduga melontarkan kata-kata yang dianggap merendahkan dan menyinggung perasaan anak tersebut, bahkan dinilai berpotensi menyudutkan kedua orang tuanya.

Ucapan yang diduga bernada penghinaan itu sempat terdengar oleh sejumlah warga di sekitar lokasi. Dalam bahasa Sunda, pria tersebut disebut mengatakan, “Eta budak téh kutét wae teu gede-gede,” yang secara umum dimaknai sebagai ungkapan yang merendahkan kondisi fisik anak tersebut.

Perkataan tersebut memicu keprihatinan karena dinilai tidak pantas disampaikan kepada anak di bawah umur. Sikap seperti ini dinilai dapat berdampak pada kondisi psikologis anak, terlebih jika disampaikan di ruang publik atau di hadapan orang lain.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menanggapi kejadian tersebut, pria yang bersangkutan akhirnya menyampaikan permohonan maaf secara langsung kepada orang tua anak tersebut. Dalam pernyataannya, ia mengaku menyesal atas ucapan yang telah dilontarkan dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya.

“Iya bapak ayeuna mah menta hampura. Moal sakali-kali deui. Jeung masalah ieu janten salah sahiji pelajaran kanggo abdi. Sakali deui nyuhunkeun dihampura lahir batin,” ungkapnya dengan nada penuh penyesalan.

READ  Skandal Cukai Rokok Kalbaco: PT. BTG Diduga Rugikan Negara Lewat Isi Batangan Ilegal

Permintaan maaf tersebut disampaikan di hadapan sejumlah warga yang turut menyaksikan proses penyelesaian secara kekeluargaan. Meski demikian, peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat tentang pentingnya menjaga etika dan tutur kata, khususnya ketika berinteraksi dengan anak-anak.

Para tokoh masyarakat setempat menilai bahwa orang dewasa memiliki tanggung jawab moral untuk memberikan contoh yang baik kepada generasi muda. Ucapan yang merendahkan atau menghina, meskipun dianggap sebagai candaan, dapat meninggalkan dampak psikologis yang tidak kecil bagi anak.

Selain itu, kasus ini juga menjadi pembelajaran bagi masyarakat luas agar lebih bijak dalam bertutur kata serta menghormati martabat setiap individu, termasuk anak-anak.

Perlindungan terhadap anak bukan hanya menjadi tanggung jawab keluarga, tetapi juga seluruh elemen masyarakat. Lingkungan sosial yang aman, ramah, dan penuh penghargaan diyakini akan membantu tumbuh kembang anak secara sehat, baik secara mental maupun emosional.

Peristiwa ini diharapkan menjadi refleksi bersama bahwa setiap ucapan memiliki dampak, dan sikap saling menghormati harus selalu dijaga dalam kehidupan bermasyarakat.

Penulis : Hs

Editor : Redaksi

Sumber Berita: Suararakyat.info

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.suararakyat.info untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Pakenjeng kembali menjadi sorotan publik
Usai Janji Menikahi, Pria Berinisial URI Asal Nyalindung Disebut Menghindar Setelah Kekasihnya Hamil
DPP ASWIN Gelar Forum Zoom Nasional Investigasi, Dorong Jurnalisme Berkualitas
Aksi Pencurian Terekam CCTV, SDN 4 Karangtengah Cibadak Dibobol Maling pada Malam Hari
KNPI Kota Sukabumi Tegaskan Keterlibatan dalam Aksi Forum RT/RW, Tantan Sutandi: Logo Dicantumkan Atas Izin Resmi
BREAKING NEWS: Polres Raja Ampat Bersama Tim Gabungan Evakuasi Jenazah Laki-laki Tanpa Identitas di Perairan Waipun
Hujan Deras dan Drainase Buruk Picu Longsor di Perum Griya Bojongkokosan Asri, Warga Cemas Ancaman Susulan
Desakan FORWACIB Menguat, Dugaan Kejanggalan Kredit Rp2 Miliar Seret Nama Legislator Kota Sukabumi
Berita ini 0 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 24 Juni 2026 - 00:09 WIB

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Pakenjeng kembali menjadi sorotan publik

Sabtu, 20 Juni 2026 - 00:45 WIB

Usai Janji Menikahi, Pria Berinisial URI Asal Nyalindung Disebut Menghindar Setelah Kekasihnya Hamil

Minggu, 14 Juni 2026 - 13:58 WIB

DPP ASWIN Gelar Forum Zoom Nasional Investigasi, Dorong Jurnalisme Berkualitas

Kamis, 11 Juni 2026 - 14:18 WIB

Aksi Pencurian Terekam CCTV, SDN 4 Karangtengah Cibadak Dibobol Maling pada Malam Hari

Minggu, 31 Mei 2026 - 23:22 WIB

KNPI Kota Sukabumi Tegaskan Keterlibatan dalam Aksi Forum RT/RW, Tantan Sutandi: Logo Dicantumkan Atas Izin Resmi

Berita Terbaru

Kabupaten Kepulauan Meranti

Hari bayangkara ke 80 kampung tangguh anti narkoba banglas barat di nilai polda riau

Rabu, 24 Jun 2026 - 14:11 WIB