SUARARAKYAT.info || SUKABUMI – Peristiwa yang diduga berkaitan dengan aksi tawuran pelajar tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) terjadi di wilayah Jalan Raya Sukabumi No. 5, RT 001 RW 001, Desa Benda, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, pada dini hari sekitar pukul 02.00 WIB.
Insiden tersebut menyebabkan kerusakan pada sebuah gerobak milik pedagang yang berada di depan toko milik warga setempat bernama Ajid. Gerobak tersebut dilaporkan hancur setelah diduga terkena dampak dari keributan yang terjadi di lokasi.
Menurut keterangan Ajid selaku pemilik toko, kejadian berlangsung saat kondisi jalan relatif sepi pada tengah malam. Ia menyebutkan bahwa keributan tiba-tiba terjadi di depan tokonya dan mengakibatkan kerusakan pada gerobak yang biasa digunakan untuk berdagang.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Menurut kesaksian saya, kejadian itu sekitar jam dua malam, Pak. Ada keributan di depan toko, dan gerobak saya yang ada di depan jadi hancur,” ungkap Ajid kepada wartawan.minggu (8/3/2026) 
Warga sekitar yang mengetahui kejadian tersebut segera bergerak untuk mengamankan situasi. Dalam proses pengamanan itu, masyarakat berhasil mengamankan seorang remaja yang diduga terlibat dalam peristiwa tersebut. Remaja tersebut kemudian diserahkan ke pihak Kepolisian Sektor (Polsek) Cicurug untuk penanganan lebih lanjut.
Selain mengamankan seorang remaja, warga juga menemukan sejumlah barang yang diduga tertinggal di lokasi kejadian. Salah satunya adalah sebuah topi yang di dalamnya terdapat tulisan yang mengarah pada identitas sebuah sekolah, yakni SMP IBP yang berada di wilayah Kabupaten Sukabumi.
Penemuan atribut sekolah tersebut memunculkan dugaan bahwa keributan yang terjadi kemungkinan melibatkan pelajar SMP. Namun hingga saat ini belum dapat dipastikan secara resmi apakah para pelaku benar berasal dari sekolah yang tertulis pada atribut tersebut.
“Sampai sekarang pihak sekolah yang identitasnya tertinggal di tempat kejadian belum bisa kami konfirmasi,” ujar salah satu warga yang berada di lokasi saat kejadian.
Kerusakan yang dialami oleh gerobak milik pedagang tersebut juga menimbulkan pertanyaan mengenai tanggung jawab atas kerugian yang dialami korban. Pemilik gerobak berharap ada kejelasan terkait pihak yang bertanggung jawab atas kerusakan tersebut, mengingat gerobak tersebut merupakan alat utama untuk mencari nafkah.
Peristiwa ini juga menjadi perhatian warga sekitar karena aksi tawuran pelajar yang terjadi pada malam hari dinilai dapat membahayakan masyarakat serta merusak fasilitas milik warga.
Sejumlah warga berharap pihak kepolisian dapat mengusut tuntas kejadian tersebut, termasuk mengidentifikasi para pelaku yang terlibat serta memastikan apakah benar mereka merupakan pelajar dari sekolah tertentu.
Selain itu, masyarakat juga meminta pihak sekolah dan orang tua siswa agar lebih meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas anak-anak, khususnya pada malam hari, guna mencegah terjadinya kejadian serupa di kemudian hari.
Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian masih melakukan pendalaman terkait peristiwa yang diduga sebagai aksi tawuran pelajar tersebut, sementara pihak sekolah yang disebutkan dalam atribut yang ditemukan di lokasi juga belum memberikan keterangan resmi.
Kasus ini masih menunggu klarifikasi dari berbagai pihak terkait guna memastikan kronologi dan pihak yang bertanggung jawab atas kerugian yang dialami korban.
Penulis : Hs
Editor : Redaksi
Sumber Berita: Suararakyat.info














