YBH PBHNI Banten Angkat Bicara: Dugaan Carut Marut Dana BOS di SDN Karangsari 1 Harus Diusut Tuntas

- Penulis

Jumat, 6 Maret 2026 - 04:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Suararakyat info PANDEGLANG – Dugaan carut marut pengelolaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) di SDN Karangsari 1, Kecamatan Angsana, Kabupaten Pandeglang, kini menuai sorotan lebih tajam. Anggota Yayasan Bantuan Hukum Pembela dan Bantuan Hukum Nusantara Indonesia (YBH PBHNI) Provinsi Banten, Asep Hadinata yang lebih dikenal dengan A. Polo, turut angkat bicara dan meminta agar persoalan tersebut tidak dianggap sepele.

Menurut A. Polo, kondisi fisik sekolah yang terlihat memprihatinkan menjadi indikator penting yang patut ditelusuri lebih jauh, terutama terkait tata kelola anggaran operasional sekolah yang bersumber dari dana negara.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Ketika fasilitas sekolah rusak hampir di berbagai bagian, sementara dana operasional seperti BOS terus disalurkan setiap tahun, maka wajar jika publik mempertanyakan bagaimana pengelolaannya,” tegas A. Polo.

Ia menilai, pengelolaan dana pendidikan tidak boleh dilakukan secara sembarangan karena menyangkut hak dasar siswa untuk mendapatkan lingkungan belajar yang layak dan aman.

Menurutnya, jika dugaan carut marut pengelolaan anggaran benar terjadi, maka hal tersebut dapat mencerminkan lemahnya sistem perencanaan, pengawasan, hingga akuntabilitas dalam pengelolaan dana publik di tingkat sekolah.

“Dana BOS itu bukan dana pribadi, melainkan dana negara yang harus dikelola secara transparan dan bertanggung jawab. Jika ada indikasi pengelolaan yang tidak tertib atau tidak jelas, maka harus dilakukan evaluasi bahkan pemeriksaan lebih lanjut,” ujarnya.

A. Polo juga menyoroti pentingnya keterbukaan informasi terkait penggunaan anggaran sekolah. Ia menegaskan bahwa masyarakat memiliki hak untuk mengetahui bagaimana dana publik tersebut digunakan, terutama ketika kondisi sarana dan prasarana sekolah masih jauh dari kata layak.

READ  Kuncinya Pada Pemerintah Untuk Membuat Regulasi Keberpihakan Bagi Para Pekerja

“Transparansi itu penting untuk menjaga kepercayaan publik. Ketika informasi penggunaan anggaran tidak terbuka sementara kondisi sekolah memprihatinkan, maka wajar jika masyarakat mulai curiga,” tambahnya.

Lebih lanjut, ia mendorong agar instansi terkait, khususnya dinas pendidikan dan aparat pengawas internal pemerintah, segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pengelolaan anggaran di SDN Karangsari 1.

Menurutnya, langkah tersebut penting untuk memastikan bahwa dana pendidikan benar-benar digunakan sesuai peruntukannya serta tidak menimbulkan kerugian bagi dunia pendidikan.

“Kalau memang pengelolaannya sudah sesuai aturan, tentu tidak perlu takut untuk diperiksa. Tetapi jika ada masalah, maka harus ada perbaikan bahkan penindakan sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” tegasnya.

A. Polo menegaskan bahwa pendidikan merupakan sektor yang sangat vital bagi masa depan bangsa. Oleh karena itu, setiap pengelolaan anggaran di sektor pendidikan harus dilakukan secara transparan, akuntabel, dan berpihak pada kepentingan peserta didik.

Ia juga mengingatkan bahwa pengawasan publik terhadap penggunaan dana pendidikan merupakan bagian penting dari kontrol sosial demi memastikan tidak adanya penyimpangan dalam pengelolaan anggaran negara.

“Jangan sampai anak-anak belajar di lingkungan sekolah yang rusak, sementara dana untuk pemeliharaan seharusnya tersedia. Ini harus menjadi perhatian serius semua pihak,” pungkasnya.
(Team/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.suararakyat.info untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

PKBM Bintang Mandiri Tersandung Dugaan Penggelembungan Data, Disdik Sukabumi Saling Lempar Bola 
Lulusan Siap Kerja dan Mandiri, Unindra Perkuat Keterampilan Praktis di Tengah Tingginya Pengangguran Produktif
Kodam Kasuari Sapa Generasi Muda Papua Barat Lewat Sosialisasi Penerimaan Catar Akademi TNI TA 2026
Inovasi SAGU dari Poltekkes Sorong Jadi Harapan Edukasi Gizi Tekan Stunting di Sayosa
Disdik Sukabumi Buka Suara Soal Dugaan Manipulasi Data Siswa PKBM, Tegaskan Akan Lakukan Penelusuran dan Tindak Lanjut Hukum
Fakta Baru Skandal Dugaan Pengelolaan Dinasti dan Manipulasi Data Siswa di PKBM Bintang Mandiri Sukabumi Kian Terkuak
Kampus Diminta Adaptif di Tengah Efisiensi Anggaran Negara, Pengabdian Masyarakat Tetap Jadi Prioritas Tridharma
Pimred Suararakyat Siapkan Laporan Pengaduan Dugaan Manipulasi Data Siswa di PKBM Bintang Mandiri Ke Kejari Sukabumi
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 13 April 2026 - 03:03 WIB

PKBM Bintang Mandiri Tersandung Dugaan Penggelembungan Data, Disdik Sukabumi Saling Lempar Bola 

Jumat, 10 April 2026 - 06:29 WIB

Lulusan Siap Kerja dan Mandiri, Unindra Perkuat Keterampilan Praktis di Tengah Tingginya Pengangguran Produktif

Kamis, 9 April 2026 - 22:43 WIB

Kodam Kasuari Sapa Generasi Muda Papua Barat Lewat Sosialisasi Penerimaan Catar Akademi TNI TA 2026

Selasa, 7 April 2026 - 10:21 WIB

Inovasi SAGU dari Poltekkes Sorong Jadi Harapan Edukasi Gizi Tekan Stunting di Sayosa

Rabu, 1 April 2026 - 02:00 WIB

Disdik Sukabumi Buka Suara Soal Dugaan Manipulasi Data Siswa PKBM, Tegaskan Akan Lakukan Penelusuran dan Tindak Lanjut Hukum

Berita Terbaru