Lemahnya Pengawasan Disorot, GOWIL Ultimatum Dinas Pendidikan Soal Dana BOS SDN Curugciung 3

- Penulis

Senin, 2 Maret 2026 - 06:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARARAKYAT.info ||PANDEGLANG – Polemik dugaan carut-marut pengelolaan Dana BOS di SDN Curugciung 3 memasuki babak baru. Kali ini, gabungan sejumlah organisasi wartawan dan lembaga kontrol sosial yang tergabung dalam Gabungan Organisasi Wartawan Indonesia dan Lembaga (GOWIL) resmi angkat bicara.

Koalisi tersebut terdiri dari Gabungnya Wartawan Indonesia (GWI), Asosiasi Wartawan Demokrasi Indonesia (AWDI), Lembaga Investigasi Negara (LIN), Barisan Rakyat Anti Penindasan (BARA API) DPC Kabupaten Pandeglang, Komite Wartawan Reformasi Indonesia (KWRI), serta Yayasan Bantuan Hukum Pembela dan Bantuan Hukum Nusantara Indonesia (YBH PBHNI) Provinsi Banten.

Koordinator GOWIL, Raeynold Kurniawan, menilai polemik yang terjadi bukan sekadar persoalan administrasi, melainkan cermin lemahnya fungsi pengawasan internal di lingkungan Dinas Pendidikan Kabupaten Pandeglang.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kalau sejak awal pengawasan berjalan efektif, tidak mungkin muncul pengakuan penggunaan dana untuk membayar hutang yang kemudian dibantah pihak lain. Ini menunjukkan ada celah serius dalam sistem kontrol dan verifikasi,” tegas Raeynold.Senin (2/3/2026)

Menurutnya, ketidaksinkronan pernyataan antara Plt Kepala Sekolah dan mantan kepala sekolah tidak boleh dianggap sepele. Ia menyebut, dana publik yang bersumber dari APBN melalui skema BOS memiliki regulasi dan petunjuk teknis yang jelas, sehingga setiap rupiah penggunaannya wajib terdokumentasi dan dapat dipertanggungjawabkan.

“Dana BOS itu bukan dana fleksibel tanpa aturan. Ada juknis, ada mekanisme pelaporan, ada tahapan pencairan. Kalau sampai muncul polemik seperti ini, maka patut diduga ada yang tidak berjalan sesuai prosedur,” ujarnya.

READ  JASAD IBU & ANAK KORBAN BANJIR SUKABUMI DITEMUKAN DALAM POSISI BERPELUKAN

Sementara itu, Sekretaris Jenderal DPC AWDI Kabupaten Pandeglang, Jaka Somantri, kembali menegaskan tuntutannya agar Dinas Pendidikan tidak bersikap pasif dan defensif. Ia mendesak audit forensik menyeluruh terhadap penggunaan Dana BOS tahun anggaran 2023 hingga 2025 di SDN Curugciung 3.

“Kami mendesak audit forensik independen, bukan sekadar klarifikasi internal. Buka seluruh laporan realisasi anggaran, bukti pengeluaran, hingga dokumen serah terima jabatan. Publik berhak tahu,” tegas Jaka.

Jaka juga menyinggung kondisi fisik sekolah yang dinilai memprihatinkan mulai dari keramik rusak, plafon bolong, hingga jendela tanpa kaca yang dinilai tidak sejalan dengan alokasi dana operasional dan pemeliharaan sekolah setiap tahunnya.

“Kalau anggaran dikelola sesuai aturan, tidak mungkin fasilitas sekolah degradasinya separah itu. Ini menjadi indikator kuat perlunya audit menyeluruh,” katanya.

GOWIL menyatakan, apabila dalam waktu dekat tidak ada langkah konkret dari Dinas Pendidikan Kabupaten Pandeglang, mereka akan melayangkan surat resmi kepada aparat pengawas internal pemerintah (APIP) dan mempertimbangkan pelaporan kepada aparat penegak hukum.

“Kami tidak ingin isu ini berhenti pada polemik pernyataan. Harus ada kepastian hukum dan transparansi. Pendidikan anak-anak tidak boleh menjadi korban lemahnya pengawasan,” tutup Raeynold.

Kasus SDN Curugciung 3 kini menjadi sorotan publik dan dinilai sebagai ujian nyata komitmen transparansi pengelolaan dana pendidikan di Kabupaten Pandeglang. GOWIL memastikan akan terus mengawal persoalan ini hingga seluruh fakta terungkap secara terang dan akuntabel.

Penulis : Ndra/Tim

Editor : Red

Sumber Berita: Suararakyat.info

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.suararakyat.info untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Petugas Keamanan Tewas, Polisi Kejar Pelaku Penikaman
Polres Metro Bekasi Amankan Pengedar Sabu dan Ganja 3 Kg di Tambun Utara
Kios di Ongkrak Diduga Jual Telur Infertil, Warga Keluhkan Bau Menyengat dan Soroti Aturan Pemerintah
Santri 13 Tahun Meninggal Dunia Usai Terjatuh dari Lantai Dua Pesantren, Diduga Panik Saat Ketahuan Merokok
Banjir Bandang Terjang Ciapus Banjaran, Diduga Satu Korban Meninggal Dunia dan Satu Masih Dalam Pencarian
Saat Jamaah Salat Magrib, Motor Hilang Digondol Maling di Parungkuda
Dua Pemotor Tewas diduga Terlindas Damkar Usai Hindari Truk Parkir di Rawa Palangan Cikarang Barat
Kepala Dapur SPPG Sukakersa Minta Maaf, Klarifikasi Menu Sambal untuk Balita dalam Program MBG
Berita ini 0 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Minggu, 26 April 2026 - 06:39 WIB

Petugas Keamanan Tewas, Polisi Kejar Pelaku Penikaman

Kamis, 23 April 2026 - 18:35 WIB

Polres Metro Bekasi Amankan Pengedar Sabu dan Ganja 3 Kg di Tambun Utara

Selasa, 21 April 2026 - 02:50 WIB

Kios di Ongkrak Diduga Jual Telur Infertil, Warga Keluhkan Bau Menyengat dan Soroti Aturan Pemerintah

Minggu, 19 April 2026 - 15:59 WIB

Santri 13 Tahun Meninggal Dunia Usai Terjatuh dari Lantai Dua Pesantren, Diduga Panik Saat Ketahuan Merokok

Rabu, 15 April 2026 - 13:36 WIB

Banjir Bandang Terjang Ciapus Banjaran, Diduga Satu Korban Meninggal Dunia dan Satu Masih Dalam Pencarian

Berita Terbaru