Jejak Sejarah Hari Pers Nasional 2026 dan Relevansinya di Era Digital

- Penulis

Minggu, 8 Februari 2026 - 02:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARARAKYAT.info|| Jakarta- Hari Pers Nasional (HPN) bukan sekadar peringatan seremonial tahunan, melainkan tonggak sejarah penting perjalanan pers Indonesia dalam mengawal demokrasi, kebebasan berekspresi, dan pembangunan bangsa. Penetapan HPN memiliki akar sejarah panjang yang merefleksikan dinamika hubungan antara pers, negara, dan masyarakat sejak masa Orde Baru hingga era reformasi.Minggu (8/2/2026

Tonggak formal peringatan Hari Pers Nasional ditetapkan pada masa pemerintahan Presiden Soeharto melalui Keputusan Presiden Nomor 5 Tahun 1985. Dalam Keppres tersebut, tanggal 9 Februari ditetapkan sebagai Hari Pers Nasional, bertepatan dengan hari lahir Persatuan Wartawan Indonesia (PWI). Penetapan ini sekaligus menjadi bentuk pengakuan negara terhadap peran strategis pers dalam pembangunan nasional serta pengamalan nilai-nilai Pancasila.

Namun, gagasan tentang Hari Pers Nasional sejatinya telah bergulir jauh sebelum Keppres itu diterbitkan. Ide awal peringatan HPN muncul dalam Kongres PWI ke-28 di Padang pada tahun 1978, kemudian diperkuat melalui sidang Dewan Pers pada 19 Februari 1981 di Bandung. Sejak saat itu, HPN disepakati sebagai momentum refleksi dan konsolidasi insan pers nasional.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Seiring waktu, pelaksanaan HPN terus berkembang. Setiap tahun, peringatan Hari Pers Nasional diselenggarakan secara bergantian di berbagai ibu kota provinsi di Indonesia. Pola ini mencerminkan semangat kebersamaan dan sinergi antara insan pers, masyarakat, serta pemerintah daerah dalam memperkuat peran pers sebagai pilar demokrasi.

Pers Pasca Reformasi: Lebih Bebas, Tantangan Lebih Kompleks

Era reformasi 1998 menjadi babak baru dalam sejarah pers Indonesia. Kebebasan pers mengalami kemajuan signifikan seiring lahirnya berbagai regulasi yang menjamin kebebasan berekspresi dan menghapus praktik sensor. Pers Indonesia memasuki fase yang lebih terbuka, independen, dan kritis terhadap kekuasaan.

Meski demikian, tantangan baru pun muncul. Disrupsi digital, dominasi platform global, hingga tekanan ekonomi media menjadi ujian berat bagi keberlangsungan industri pers. Dalam situasi inilah, peringatan Hari Pers Nasional menjadi semakin relevan sebagai ruang evaluasi dan penguatan jati diri pers nasional.

READ  YBH PBHNI Provinsi Banten Ucapkan Selamat Hari Pers Nasional ke-80

Tema HPN 2026: Pers Sehat, Ekonomi Berdaulat, Bangsa Kuat

Pada tahun 2026, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) secara resmi menetapkan tema “Pers Sehat, Ekonomi Berdaulat, Bangsa Kuat.” Tema ini memuat pesan strategis tentang posisi vital pers dalam memperkuat demokrasi dan kedaulatan bangsa di tengah tantangan global dan transformasi digital.

Terdapat tiga pilar utama yang menjadi inti dari tema HPN 2026:

Pertama, Pers Sehat.

Pers sehat dimaknai sebagai pers yang profesional, independen, berintegritas, serta konsisten menjunjung tinggi etika jurnalistik dan nilai moral. Pers yang sehat diharapkan mampu menghadirkan informasi yang akurat, berimbang, dan bertanggung jawab, sekaligus menjadi fondasi utama demokrasi yang kokoh.

Kedua, Ekonomi Berdaulat.

Pilar ini menekankan pentingnya kemandirian ekonomi media. Media yang bergantung pada kepentingan tertentu berisiko kehilangan independensinya. Oleh karena itu, kedaulatan ekonomi media menjadi syarat utama agar pers tetap mampu menyuarakan kepentingan publik secara jujur dan bebas, khususnya di tengah persaingan ketat dengan platform digital global.

Ketiga, Bangsa Kuat.

Pers berperan strategis dalam membangun kesadaran kebangsaan, memperkuat persatuan, serta mendorong kemajuan bangsa. Melalui pemberitaan yang konstruktif, edukatif, dan inspiratif, pers diharapkan mampu menjadi kekuatan moral dan intelektual dalam menghadapi tantangan zaman.

Dengan mengusung tema tersebut, Hari Pers Nasional 2026 diharapkan menjadi momentum konsolidasi insan pers Indonesia untuk terus memperkuat profesionalisme, menjaga independensi, serta berkontribusi aktif dalam pembangunan nasional yang berkelanjutan.

Di tengah derasnya arus informasi dan tantangan disrupsi digital, pers Indonesia dituntut tidak hanya bertahan, tetapi juga beradaptasi tanpa kehilangan jati diri. Sejarah panjang Hari Pers Nasional menjadi pengingat bahwa pers yang kuat lahir dari komitmen terhadap kebenaran, keberanian menjaga independensi, dan keberpihakan pada kepentingan rakyat.

(Sumber: Metrotvnews)

Editor : Red

Sumber Berita: Suararakyat.info

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.suararakyat.info untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Media Center Diduga Mati Suri, Kejari Kabupaten  Sukabumi Dituding Tutup Akses Informasi Publik
Made Hiroki Laporkan Dugaan KDRT ke Polisi, Minta Publik Tidak Berspekulasi
Data Korban Insiden Stasiun Bekasi Timur Beredar di Media Sosial, Belum Terverifikasi Resmi dan masih menunggu awak media masih menunggu rilis resmi dari pihak terkait untuk memastikan validitas data korban dalam insiden tersebut
BRI Perkuat Pembiayaan Perumahan, Salurkan KPP Rp258,9 Miliar di Papua
Ditegur Menteri PKP, WaliKota Sorong Pastikan BPHTB dan PBG Gratis Mulai Besok, Ancam Copot Pejabat
Komandan Kodaeral XIV Ajak Perkuat Kolaborasi Dukung Program Ketahanan Pangan
Kepemimpinan Baru di SPPG Cireunghas, Evaluasi Kinerja dan IPAL Jadi Prioritas
Kolaborasi Jadi Kunci, Kementerian PKP Percepat Rumah Subsidi di Papua
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 28 April 2026 - 01:12 WIB

Made Hiroki Laporkan Dugaan KDRT ke Polisi, Minta Publik Tidak Berspekulasi

Selasa, 28 April 2026 - 00:05 WIB

Data Korban Insiden Stasiun Bekasi Timur Beredar di Media Sosial, Belum Terverifikasi Resmi dan masih menunggu awak media masih menunggu rilis resmi dari pihak terkait untuk memastikan validitas data korban dalam insiden tersebut

Senin, 27 April 2026 - 17:51 WIB

BRI Perkuat Pembiayaan Perumahan, Salurkan KPP Rp258,9 Miliar di Papua

Senin, 27 April 2026 - 17:06 WIB

Ditegur Menteri PKP, WaliKota Sorong Pastikan BPHTB dan PBG Gratis Mulai Besok, Ancam Copot Pejabat

Senin, 27 April 2026 - 12:41 WIB

Komandan Kodaeral XIV Ajak Perkuat Kolaborasi Dukung Program Ketahanan Pangan

Berita Terbaru