Kemenko Polkam Perkuat Sinergi Lintas Sektor Untuk Antisipasi Konflik Sosial di Indonesia

- Penulis

Jumat, 30 Januari 2026 - 07:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARARAKYAT.info|| Bekasi – Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan menyelenggarakan Rapat Koordinasi Identifikasi Permasalahan Bidang Penanganan Konflik Sosial untuk mengantisipasi dinamika dan potensi eskalasi konflik sosial di berbagai wilayah Indonesia pada Kamis, (29/1/2026).

Kegiatan ini di pimpin oleh Asisten Deputi Penanganan Konflik dan Keamanan Transportasi, Yade Setiawan serta membahas tentang pemetaan tren konflik sosial, tantangan penanganan di daerah, penguatan koordinasi lintas sektor dalam pencegahan, penghentian, dan pemulihan pasca konflik. Dalam rapat, Yade menjelaskan bahwa perlunya pemetaan tren konflik sosial serta pentingnya koordinasi lintas sektor untuk mencegah adanya konflik sosial.

“Perlunya pemetaan tren konflik sosial, tantangan penanganan di daerah, serta penguatan koordinasi lintas sektor dalam pencegahan, penghentian, dan pemulihan pascakonflik,” ucap Yade.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pada rapat yang juga dihadiri oleh sejumlah kementerian dan lembaga strategis, seperti Kemenko PMK, Kemendagri, Polri, Kejagung RI, BIN, Kemhan serta Komdigi, Yade menyebutkan bahwa penanganan konflik sosial ke depannya akan semakin kompleks sehingga diperlukan penanganan yang lebih efektif dan berkelanjutan.

“Penanganan konflik sosial akan dihadapkan pada dinamika lingkungan global dan nasional yang kompleks serta berpotensi memicu terjadinya konflik sehingga perlu adanya kesamaan persepsi dan kesatuan mekanisme antar kementerian dan lembaga agar penanganan konflik sosial dapat lebih efektif dan berkelanjutan,” tambahnya.

READ  H. Ayep Zaki dan Desi Ratnasari di Nobatkan Menjadi Indung Jeng Bapa Budaya Kota Sukabumi

Dalam rapat koordinasi ini juga membahas beragam isu strategis termasuk penguatan penanganan konflik sosial, mulai dari penyamaan persepsi tentang konflik sosial, penguatan deteksi dini, hingga optimalisasi peran Tim Terpadu Penanganan Konflik Sosial di tingkat nasional maupun daerah. Pembahasan dalam rapat juga menyoroti tentang pentingnya peningkatan kapasistas aparatur daerah serta dukungan pendanaan yang memadai sehingga penanganan konflik sosial dapat dilaksanakan secara cepat dan tepat.

Selain itu, dalam rapat Koordinasi Identifikasi Permasalahan Bidang Penanganan Konflik Sosial ini, Yade juga menekankan pentingnya penguatan keterpaduan kebijakan dan langkah penanganan konflik sosial, khususnya pada tahap pencegahan dini dan pengendalian eskalasi konflik.

“Perlu adanya penguatan koordinasi lintas kementerian dan lembaga, termasuk pertukaran data dan informasi intelijen yang menjadi perhatian utama untuk memastikan penanganan konflik sosial yang lebih cepat, tepat, dan terkoordinasi di wilayah-wilayah rawan,” ujar Yade.

Kemenko PMK, Kemendagri, Polri, Kejagung RI, BIN, Kemhan serta Komdigi menegaskan komitmen bersama untuk memperkuat koordinasi dan sinergi dalam penanganan konflik sosial. Upaya ini diharapkan mampu meningkatkan efektivitas pencegahan dan penanganan konflik sosial Tahun 2026 secara terpadu, responsif, dan berkelanjutan.

Editor : Red

Sumber Berita: Suararakyat.info

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.suararakyat.info untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Diduga Settingan Karena Tidak Dibacakan, Rapat Paripurna LKPJ DPR Kota Sorong Menuai Kritik Tajam
Pemprov Papua Barat Daya Gelar FGD, Perkuat Komitmen Lindungi Hutan dan Laut
Imigrasi Sukabumi Perketat Pengawasan TKA di Sektor Tambang, Timpora Libatkan Kecamatan hingga KUA untuk Jaga Stabilitas dan Kelestarian Lingkungan
Pemkot Sorong Perkuat Kesiapsiagaan Bencana Sosial Melalui FGD Perencanaan Kontigensi Bersama ADRA Indonesia
Bunda PAUD Papua Barat Daya Komitmen Dorong Akses Pendidikan Prasekola untuk Seluruh Anak Usia Dini
Sepihak Pasang Tanda Jual Cepat, Oknum Pegawai Bank BRI Diduga Intimidasi Nasabah.
Forkopimcam Parungkuda Gelar Upacara Hari Kebangkitan Nasional, Usung Tema “Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Bangsa dan Negara”
Imigrasi Sukabumi Perkuat Pengawasan WNA, Hotel dan Penginapan Didorong Aktif Gunakan APOA
Berita ini 0 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 21 Mei 2026 - 13:45 WIB

Pemprov Papua Barat Daya Gelar FGD, Perkuat Komitmen Lindungi Hutan dan Laut

Kamis, 21 Mei 2026 - 11:10 WIB

Imigrasi Sukabumi Perketat Pengawasan TKA di Sektor Tambang, Timpora Libatkan Kecamatan hingga KUA untuk Jaga Stabilitas dan Kelestarian Lingkungan

Kamis, 21 Mei 2026 - 07:04 WIB

Pemkot Sorong Perkuat Kesiapsiagaan Bencana Sosial Melalui FGD Perencanaan Kontigensi Bersama ADRA Indonesia

Kamis, 21 Mei 2026 - 04:23 WIB

Bunda PAUD Papua Barat Daya Komitmen Dorong Akses Pendidikan Prasekola untuk Seluruh Anak Usia Dini

Rabu, 20 Mei 2026 - 06:05 WIB

Sepihak Pasang Tanda Jual Cepat, Oknum Pegawai Bank BRI Diduga Intimidasi Nasabah.

Berita Terbaru